Pupus

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 9 May 2017

23 Januari 2013
Siswa siswi SMA Merah Putih yang mengikuti ekstrakulikuler Marching Band dan anggota Paskibra pulang secara bersamaan. Setelah semua berpencar meninggalkan lapangan sekolah, aku dan Rechal, teman sekelas sekaligus teman satu organisasiku kembali ke kelas untuk mengambil buku yang tertinggal di laci meja. Di setiap kelas, ada kursi memanjang yang tertata dengan rapi. Kursi itu selalu ramai saat jam istirahat. Untuk saat ini, kursi itu hanya diduduki satu siswa yang mengenakan seragam olahraganya. Dia tersenyum manis dengan teman di sebelahku. Aku rasa dia mengenal Rechal. Dia tidak mungkin tersenyum pada gadis berkulit hitam sepertiku. Memalukan!

“Rechal, Kok lo nggak pulang?” sapanya. aku membiarkan Rechal saling berbicara dengan siswa itu di depan, sedangkan aku memilih untuk masuk dan mengambil beberapa bukuku. Aku mendengarkan percakapan mereka dari dalam. Setelah selesai mengambil bukuku, aku melangkah ke luar. Rechal dan siswa itu melihatku.
“uda put?” ucap Rechal
Aku menganggguk. “ehh jadi kapan kita reunian, Bay?”
Siswa itu tersenyum pada Rechal. Astaga aku baru sadar ternyata dia memiliki lesung pipi. Ya Tuhan.. dia manis sekali. “tentukan aja waktunya, Chal” katanya.
“ohh ya udah, nanti gue kabari ya, Bay. Lo nggak pulang?”
“gue lagi nunggui temen gue, Chal”
“oke. Kalau gitu gue duluan yaa, Bay. Daaaa”
Dia tersenyum lagi. Setelah langkahku dan Rechal sudah cukup jauh dari siswa itu, aku mulai basa-basi ke Rechal untuk –mengorek- informasi tentang siswa itu. Sampai akhirnya aku tahu nama siswa yang tidak kalah gantengnya dengan -Jin Woo-. dia adalah Bayu. Dengan nama lengkap Bayu Satria Pamungkas. Keren sekali namanya.
Dan saat kejadian itu. Aku terus berpura-pura basa-basi pada Rechal. Untungnya Rechal sama sekali tidak mencurigaiku.

Ehh sebentar.. perhitunganku untuk menutupi segalanya sepertinya sudah terbongkar. Aku terpergok Rechal saat aku mengindap-indap melihat kelas Bayu. Yah.. jarak kelas kami hanya 1 lokal saja.
“hayoo??” teriak Rechal sembari menepuk pundakku. Spontan aku menjerit dan hampir terjatuh keluar pintu. Bayu curiga tidak ya? Padahal saat itu aku kan sedang mengintip bayu dari balik pintu kelasku. Ehh Rechal datang mengacaukan trik khususku ini. ahh payah!
“lo ngintipi Bayu ya??”
“ha?? Apa??” aku rasa wajahku yang hangus ini akan lebih hangus lagi karena aku gugup saat ini. oh Tuhan.. bungkam kan mulutnya saat ini juga! Dia bicara cukup keras! Arrkkhh..
“iya bener.. lo pasti suka sama bayu.. gue kerjai ahh…” belum lagi aku menarik tangannya, Rechal sudah lebih dulu menghampiri Bayu yang tengah duduk sendirian. Duh.. Rechal mau bicara apa ni ke Bayu? Dasar tu anak! Sebelum Rechal memanggilku untuk ikut bergabung, aku segera melarikan diri ke toilet.
“ehh.. Putrii…” teriak Rechal. Aku tak menggubrisnya.

Di toilet.. aku membasahi wajahku dengan air. Rechal bilang apa ya ke bayu? Jantungku mulai memompa lebih cepat. Mungkin jika saat ini ada pertandingan lomba lari, aku yakin aku yang menang! Aku tahu siapa Rechal. Dia memang pandai menjaga rahasia, tapi kegilaannya mencomblangi anak orang terlalu berbahaya. Bisa-bisa orang yang dijodohi jadi balik saling membenci. Astaga!

Aku kembali ke kelas. Mereka ternyata masih ada di depan. Dengan langkah yang cepat, akhirnya aku sampai di pintu kelas. Masuk atau tidak ya?
“Putri..” ucap Kila, teman satu Smpku dulu dan sekarang menjadi teman sekelas Bayu. Mau tidak mau aku harus melihatnya. Astaga.. kenapa Kila yang duduk di samping Bayu? Jadi Rechal uda masuk ya. Atau Rechal berubah wujud jadi Kila. Ngaco!
“eh Kila.. oh ya kapan kita reunian?” ucapku menstabilkan suasana
“reuni? Bukannya baru 2 hari yang lalu ya Put”
“hah? Oh iya gue lupa maksud gue kapan kita ke rumah lo lagi?”
“put?? Lo kan tadi malam ke rumah gue”
Astaga.. kenapa aku ini? Bayu kenapa mendadak lihati aku sih? Sepertinya Rechal ada bicara sesuatu deh sama Bayu.
“oh iya gue lupa (lagi). Eng.. gue masuk dulu ya kil”
Tanpa basa-basi lagi aku langsung menemui Rechal yang sedang asyik mendengarkan musik lewat headsetnya. Aku menarik lepas headsetnya. “apa yang lo bilang ke Bayu, Chal?”
“gue cuma bilang.. ehmm ‘Bay.. lo mau gue kenali sama temen gue?’ dia cuma senyum-senyum aja terus gue bilang lagi ‘dia manis, pakai kaca mata, tinggi, oke lah pokoknya’.”
“lo fitnah bilang itu semua. Dari mana ‘oke’nya. Gue hangus gini dibiilang oke!”
“ehh lo mau denger lanjutannya enggak?”
Aku tercengir. “terus Bayu bilang, ‘siapa namanya, Chal?’, gue jawab ‘Putri Bay. Orangnya yang sering jalan sama gue’ terus dia malah senyum-senyum gitu, Put”
“ahh bohong lo!”
“enggak percaya? Kita buktiin!” Rechal langsung menarik tanganku. “ehh nggak usah, Chal.. nggak usah.. gue percaya… gue percaya!”
Rechal melepaskan tanganku. “jadi bener. Lo suka kan sama Bayu?!”
“apa Putri suka sama Bayu?” sambung Hana, teman Bayu juga.
Aku terpelongo. Ternyata aku tidak menyadari ada manusia yang sedang diam tapi menguping di belakangku.
“Bayu? Bayu yang mana sih orangnya?” sambung (lagi) Fani, teman sekelasku yang suka ingin tahu perjalanan hidup orang.
“liat aja ke depan” kata Rechal. Aku pasrah! Wajah jelekku akan bertambah 59% saat aku sedang kacau balau. Sejak kejadian itu, satu persatu wanita di kelasku mengetahui aku suka dengan Bayu. Ada yang tahu sendiri, ada yang memang aku ceritakan, ada yang dari gosip. Ahh entahlah!
Ya.. ada untungnya juga sih mereka tahu, mereka membantu mencari tahu semua tentang Bayu. Ruginya, mereka terlalu over sampai-sampai Bayu tahu kalau aku suka padanya. Malang sekali aku ini… reaksinya tidak banyak, dia seperti biasa. Aku sudah menebak itu sejak dulu. Mana mungkin gadis sebodoh dan sehangus aku ini bisa mendapat respon dari siswa yang cukup terkenal di sekolahku. Mimpilah!

Perasaan itu terus berlanjut. Setelah dia mengetahui aku suka padanya, aku harus bersembunyi darinya karena menahan rasa malu. Mengapa tidak? dia pasti –ilfil-lah! Aku pernah beradu pandang dengannya. Apa dia kerasukan ya? Matanya terlalu tajam saat melihatku. Tapi tidak apa-apa, itu sudah menjadi tambahan di buku diaryku. Maksudnya, ada kenangan tersendiri dilihat orang yang disuka. Apalagi durasinya cukup lama. Terimakasih Tuhan..

Setelah selesai sholat, aku, Rechal dan Hana bercanda seru. Tapi itu tidak lama setelah aku, Rechal dan Hana melihat Bayu melintas di depan kelasku. “Put..” nada Hana mulai serius. Aku menunggu perkataaan selanjutnya. “lo uda tahu kabar tentang Bayu?”
“tahu. Dia sehat kan. Tu buktinya barusan lewat. Dia tambah keren ya kalau habis sholat”
“maksud gue. Lo uda tahu..”
“Putri.. lo dicari kak Lena” kata Risti memotong pembicaraan kami tadi. “sebentar ya, Han” ucapku. Sebenarnya aku penasaran dengan perkataan Hana tadi. Tapi berhubung ada panggilan yang lebih penting lagi, aku terpaksa menundanya.

Hari berlalu… ternyata aku baru sadar, aku sudah menyukai Bayu kurang lebih satu tahun. Sekarang aku duduk di bangku kelas 3 SMA. Wah tidak terasa, lambat laut aku pasti tidak bertemu lagi dengan Bayu.
Bayu? Dia masih sama. Masih terlihat lucu, misterius, dan pintar. Aku berdiri didepan pintu. Hanya ada aku. Tak berapa lama aku melihat Bayu juga keluar dari kelasnya. Kami sama-sama berdiri di depan kelas. Aku tersenyum dalam hati. Tak berapa lama senyuman itu menjadi bertanya-tanya, saat Bayu melambaikan tangannya dengan gadis dari bawah kelas kami. Aku kenal dia. Dia kakak seniorku, namanya Mita. Dia juga cukup terkenal karena suaranya yang merdu. Kecantikkannya yang menawan, Dia selalu tampil sempurna disetiap acara di sekolah, wajar jika kak Mita menjadi seorang primadona di sekolahku. Bayu turun dan menghampiri kak Mita.

“ternyata lo uda tahu ya, Put” kata Rechal tiba-tiba ada di sampingku
“tahu? Tentang apa, Chal?”
“kak Mita pacaran sama Bayu”
Aku terdiam cukup lama. Bayu? Dia sudah punya pacar ya. Aku? Hah! Untuk apa aku menyukai orang yang sudah punya pacar. Untuk menyakiti hatiku sendiri? Kenapa aku ini? apa kabar ini yang Hana mau beri tahu?
“lo yang sabar ya, put”
Aku menatap Rechal dengan genangan air mata yang sebentar lagi pasti akan tumpah. Rechal langsung memelukku. Sejak Saat itu, walaupun aku tahu Bayu dan kak mita pacaran aku tetap tidak bisa menghilangkan perasaanku begitu saja. Setelah semua moment berharga itu masih terbaca jelas di buku diaryku, di ingatanku! Saat bayu melintas di depanku saja itu sudah menjadi moment yang berharga bagiku! Apalagi saat mata kami pernah sama-sama melihat, dan itu sangat berharga juga bagiku! Bagaimana bisa aku melupakannya begitu saja.

“aku ke toilet sebentar, Chal”
“aku temeni?”
Aku menggelengkan kepalaku. Rechal tersenyum, ia sudah paham dengan perasaanku. saat di tangga, aku berpapasan mengahadap Bayu. Dia pasti tahu apa yang terjadi. Dia tetap sama. Sama-sama tidak peduli dan sama-sama kami tidak saling mengenal! Aku berhenti sejenak, membiarkan Bayu jalan lebih dulu. Tapi aku melihat kakinya juga berhenti. Mau apa orang ini? aku menggeser ke kanan, dia juga begitu, sampai langkah ke 4 kalinya, aku menggeser ke kanan, dan Bayu menggeser ke kiri. Aku menuju ke toilet, Bayu menuju kelas atasnya. Kenapa di moment yang menyedihkan ini masih ada sisa-sisa moment yang istimewa. Apa sebenarnya yang Tuhan rencanakan untukku? Aku sudah pupus!

Selesai

Cerpen Karangan: Sanniucha Putri
Facebook: Sanniucha Putri

Cerpen Pupus merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kenangan Terindah

Oleh:
Eh, eh, kenapa ya? Hari-hari ku itu selalu campur aduk? Eh, tapi selalu senang kalau ada dia. Dia yang selalu hibur aku kalau lagi sedih. Dia juga selalu ngebelain

Cinta Dalam Hati

Oleh:
Setahun sudah aku mencintai cowok yang selalu hadir dan menemani di setiap hari-hariku. Dia adalah Hendra Bartholomeus, sahabatku sejak kami duduk di bangku SMA. Perkenalan yang tak sengaja membuat

Di Ujung Jalan

Oleh:
Setetes embun mulai membasahi dedaunan pohon. Seberkas cahaya masuk melalui ventilasi udara menyilaukan mata. Kicauan burung terdengar sangat merdu. Menandakan pagi telah siap menggantikan malam. “hoaaaaaammm… masih ngantuk..” desah

Cintaku Berawal Dari Facebook

Oleh:
Hari ini hari minggu, yaitu hari yang banyak di tunggu-tunggu bagi anak muda zaman sekarang. Tapi tidak denganku, semenjak dia meninggalkanku demi cewek lain, maksudku mantan kekasihku Devid namanya.

5 Manusia Dalam 1 Bumi

Oleh:
Raja siang mulai mendaki kaki Sang bumi, perlahan-lahan beranjak pada persembunyiannya hingga kehangatannya mulai terasa. Mimpi indah anak peremuan bernama Afa Marhaenis terhenti kala membuka mata. Tak lupa anak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *