Rahasia Cinta Terpendam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 3 September 2015

Ini sebuah kisah nyata tentang cerita cintaku. Tanpa ku duga ku buka cerita ini kembali setelah sekian lama ku pendam perasaan ini bersamamu. Dua puluh tahun yang lalu, begitu indahnya kurasa. Aku sangat mendambakan sosok yang membuatku bersemangat di kala sedih. Membuat getar dalam dadaku melihat senyum dan gayanya sebut saja Mul.

Saat ku mendambakan sosok Mul yang tak pernah terkuak, cinta yang selama ini ku pendam untuknya hingga berjalannya waktu. Mul sosok yang lebih buatku, punya senyum dan mata yang teduh bila aku ingat akan wajahnya. Dia adalah Kakak kelasku duduk di bangku kelas 3 SMU, saat itu tanpa sengaja setelah pertemuan rapat organisasi di sekolah, tak sengaja aku berpapasan dan saling pandang dengan Mul. Aneh memang aku tidak tahu kenapa selalu melihatnya lebih istimewa, Mul ke manapun gerak-geriknya dan rutinitasnya di sekolah sering ku perhatikan dan ku selidiki sendiri, tanpa seorang pun yang tahu.

Aku selalu membuntuti tanpa sepengetahuannya. Saat ada acara pertandingan olahraga di sekolah aku tak luput dari perhatian dan senyuman Mul. Tanpa sebab apapun Mul pun kadang merespon hanya dengan senyumannya hingga membuat hatiku nyaman. Hingga 1 tahun terakhir berlalu Mul akan berpisah denganku untuk selamanya. Namun apa daya semua rasaku, rahasia cintaku pada Mul pun belum terungkap. Saat acara perpisahan sekolah aku merasakan sakit yang amat dalam. Fotonya pun ku koleksi untuk penyenang rasa hatiku. Mul tak jua mengerti tentangku, aku tidak bersemangat lagi tak ada Mul ku lihat tiap hari senyumannya, tawanya yang membuatku tenang.

Saat akhir perpisahan aku sengaja beranikan diri tapi hanya pada Ina teman sekelas Mul. Dia juga sangat dekat denganku di sekolah suatu hari ku sengaja curhat sama Kak Ina.
“hai kak, bisa nggak aku ngomong sebentar, penting!” kataku. Saat itu acara foto bersama aku sengaja mengajak Kak Ina ke belakang kelas.
“kak ii..naa” kataku terbata-bata dan tanpa sengaja air mataku menetes.
“Aku ingin tahu kak, selama ini aku merasakan yang lain pada bang Mul. Tolonglah aku kak?”
“Kamu kenapa zel, ada apa?” kata kak ina padaku. “Ceritakanlah, ada apa antara kamu dan Mul?” kak ina heran terhadapku.

“Selama ini aku selalu membuntuti bang Mul tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri kak” kataku terisak menangis di pundaknya.
“Kamu mencintai Mul? kenapa dek? bilang aja sekarang sama Mul, nanti biar semuanya jelas.”
“aku gak berani kak!”
“Kenapa baru sekarang cerita sama kakak?” Kak Ina mengusap rambutku mungkin iba melihatku.
“Sudahlah Mul sudah gak mungkin di sini lagi lupakan ya dek! masih banyak cowok kok yang mau sama kamu, sebentar lagi kan dia mau melanjutkan di kedokteran. Kamu yang sabar ya?” itu kata terakhir yang terlontar dari mulut Kak Ina.

Mul punya hubungan khusus dengan anak kelas 2 tapi kata teman-teman sih udah putus.
“kalau kamu ada perlu kakak bantu kok.”
“ohya kak, sampaikan suratku ya pada Bang Mul” aku berpelukan dengan Kak Ina untuk terakhir kalinya karena Kak Ina pun juga melanjutkan kuliahnya ke jakarta.

Aku diam dalam lamunanku, hatiku hampa entah sampai kapan rahasia hati ini terkuak. Lima tahun sudah berlalu aku selesai meneruskan kuliahku di bagian kesehatan, dulu pernah ku selidiki kalau Mul sukses di bidang kedokteran. Namun cerita tentang Mul hilang begitu saja dalam kehidupanku. Sampai suatu waktu saat aku praktek di salah satu RSUD aku tak sengaja seruangan dengan Mul tapi apa daya, hatiku kembali teriris mengingat rahasia cinta yang sangat ku pendam sampai detik ini, suratku untuk bang Mul tak terbalaskan. Apa memang bang Mul gak bisa terima aku atau tidak itu yang membuatku penasaran.

Hingga saat ini aku pun berharap. Saat berjumpa lagi Bang Mul berubah 90 derajat. Saat bersamaan kami praktek bang Mul lebih tinggi dan pake kacamata. Tak sengaja aku menyenggolnya saat makan siang. Namun hari-hari pun berlalu. Tak ada sesuatu pun yang diungkapkan bang Mul padaku. Bang Mul menyapaku seperti biasa hanya sekedar teman menurutnya. Aku sudah pasrah mungkin memang tak bisa ku ungkapkan padanya karena ternyata bang Mul telah memiliki orang yang dicintainya.

Kadang aku merasa malu pada diriku sendiri, entah kenapa selalu tergila-gila dengan bang Mul. Hingga saat ini terakhir ku melihatnya hanya lewat dunia maya di facebook berdesir jantungku kenapa harus lewat dunia maya pada kenyataanya terpaksa ku ungkapkan yang sebenarnya hanya secara rahasia kepada bang Mul.

Namun ternyata dalam suasana lain, saat bang Mul telah melangsungkan pernikahannya. malamnya ku hubungi hubungan pertemananku lewat fb. Aku sengaja ceritakan rahasia hatiku untuk terakhir kalinya, bang Mul sangat menghargai dan ramah terhadapku ia sekarang telah bahagia bersama isterinya. Ingat kata-kata terakhirnya.
“walau sekarang aku tahu semuanya aku masih tetap menganggapmu temanku yang setia.” itu kata terakhirnya padaku.

Aku puas setelah mengungkapkan semua tentang rahasia hatiku padamu bang Mul. Rahasia cintaku padamu akan ku kubur bersama berjalannya waktu. Sekarang aku mencoba membuka hatiku dengan cowok lain namun cintaku tak akan pernah pudar untuk bang Mul Cintaku pergi bersamamu.

Cerpen Karangan: Zelone
Facebook: Ezeestyle[-at-]gmail.com

Cerpen Rahasia Cinta Terpendam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kiss The Rain

Oleh:
Namanya Dewa, dia teman sekelasku sejak kelas XI di SMAN 1 Bintang Timur ini, dan akan terus menjadi teman sekelasku di kelas XII nanti, ada sedikit rasa sesak, penyesalan

Puisi Jatuh Cinta (Part 2)

Oleh:
“Bagaimana kamu tahu, cintamu tak terbalas?” Tanya Andini, heran. “Mungkin dia mencintai orang lain” jawab Armo, “Sekarang jawab pertanyaanku tadi” katanya kemudian. “Aku tidak tahu apakah puisi ini menggambarkan

Friend Zone

Oleh:
Nama gue Bunga, kenapa nama gue Bunga, dulu kedua orangtua gue mereka penjual bunga sekaligus menyukai berbagai jenis bunga, bunga itu bagaikan kehidupan ada yang subur ada yang gagal,

Cinta Tak Berbalas

Oleh:
Pagi yang cerah. Matahari pun mulai menampakkan wajahnya, memberikan senyuman seolah telah siaga untuk menyinari dunia ini. Begitu pun denganku, ku kibaskan selimutku dan segera ku rapikan kamar kostku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *