Rara Story

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 28 March 2017

“Ra tau gak…”
“Gak ”
“Ra gue belum selesai ngomong kok lo udah jawab enggak sih”
“Gue bad mood nih Dev, gue pulang duluan ya, bye”

Aku berjalan meninggalkan Devi yang masih bingung dengan responku tadi. Aku memang tidak ingin mendengarkan cerita Devi, dia selalu bercerita tentang kak Dimas, ya kakak kelas kami di sekolah yang sudah 3 tahun aku menyimpan perasaan padanya. Entah mengapa aku bingung dengan Devi, padahal aku pernah bercerita padanya sewaktu kita masih duduk di bangku SMP kelas 2 tentang perasaanku pada kak Dimas. Tapi kenapa Devi tidak bisa mengerti hal itu, apa yang sebenarnya dia pikirkan tentang perasaanku saat ini?

“Arghhh sial…!” kutendang batu kerikil kecil ke semak-semak yang ada di sebelah kiri jalan.
“Aww!! Terdengar suara dari balik semak.
“Siapa?” Aku bartanya dengan suara itu, tapi tak ada jawaban.
Aku mencoba memastikan dengan mendekati semak itu, apakah itu orang atau bisa jadi makhluk jadi-jadian.
“Baaa..!” Aku terkejut dengan apa yang terjadi di hadapanku, sial! Seorang lelaki mengagetkan aku dari balik semak itu.
“Siapa lo?”
“Lo gak liat gue manusia”
“Kenapa lo ada di balik semak itu, pake ngagetin gue segala, emang lo gak mikir apa kalo gue jantungan gimana, lo mau tanggung jawab!” Panjang lebar aku berbicara padanya tetapi dia hanya menutup kedua telinganya dengan tangan.
“Udah selesai ngomong nya? Lo emang gak sadar apa kalo lo duluan yang buat masalah, gue lagi enak-enak menikmati hari memancing gue lo malah ngelempar batu kerikil ke kepala gue” Aku hanya diam seketika melihat wajah laki-laki ini.
“Kak Re.. Kak Reza kan?”
“Ha? Lo tau darimana nama gue?”
“Hahaha ya jelas gue taulah kakak kan yang selalu dipanggil sama kespek di sekolah, denger dari anak-anak di sekolah sih gosipnya kakak selalu kena masalah hahaha..” aku tidak bisa menahan ketawa karena kak Reza ya, kapten basket di sekolah selalu kena masalah yaitu menggoda guru wanita di sekolah, mencabut tanaman di sekolah karena dia memang jahil, pokoknya masalahnya gak logis banget deh dan masih banyak lagi.
“Apa sih lo, keliatannya lo bahagia banget ya kalo orang lain menderita”
“Bukan gitu kak tapi masalah yang lo buat di sekolah itu selalu gak masuk akal banget hahaha..”
“Ya terserah lo lah, gue mau pulang, dasar cewek suka gosip!”
“Apa kakak bilang? Cewek suka gosip? Uh gue gak terima ya dibilang kaya gitu!”
“Emang lo tukang gosip kan? Buktinya lo sampe tau masalah orang,”
“Gue kan tadi bilang, kalo gue denger itu gosip bukan ngegosip, ini orang masih masih muda udah..” belum sempat aku meneruskan kata-kata kak Reza pergi tanpa rasa bersalah karena meninggalkan aku yang masih berbicara padanya.
“Dasar cowok aneh! Gak bisa apa hargai cewek ngomong! Liat aja lo”

“Ra tadi Devi telepon mama, dia bilang kenapa hp kamu gak aktif”
“Gak papa ma, Rara lagi males aja aktifkan hp”
“Kamu lagi ada masalah? Cerita sama mama Ra”
“Gak kok ma, gak ada, ma Rara tidur dulu ya besok harus bangun pagi buat persiapan osis tugas”
“Ya udah kalo gitu ini susunya mama bawa turun lagi ya”
“Gak usah ma, nanti biar Rara aja yang bawa turun”
“Udah kamu tidur aja, mama ke bawah dulu”
Ma maaf Rara gak bisa jujur sama mama, Rara memang ada masalah tapi ini masalah hati ma, dan gak mumgkin Rara cerita masalah ini sama mana.

Aku berjalan menelusuri koridor sekolah. Dari tadi pagi aku tidak melihat Devi. Kemana dia? Ini sudah jam 8 lebih seharusnya dia sudah berada di ruangan ini untuk mengikuti olimpiade bahasa inggris. Semua orang menunggu kedatangan Devi di sini.

“Rara kamu tau Devi di mana sekarang” Tanya kespek padaku.
“Saya gak tau pak”
“Bukannya kamu sering sama dia di sekolah”
“Iya pak, tapi har ini saya juga lagi nyariin Devi, dari tadi saya juga gak ada lihat dia”
“Bagaimana ini jika Devi tidak datang”
“Pak saya ada usul” Timpal kak Haikal
“Bagaimana jika yang menggantikan Devi untuk sementara ini Rara saja pak”
“Ide bagus itu kal, bapak sutuju, ya sudah langsung aja kamu bawa Rara”
“Apa pak! Saya? Gak pak saya gak mau, lagi pula ini kan impiam Devi menenangkan olimpiade ini, saya juga tidak terlalu bisa berbahasa inggris”
“Ra kamu gak usah merendakan diri deh, aku tau kok kamu bisa bahkan pintar sekali berbahasa inggris, cuma selama ini kamu gak pernah kasih tau siapa-siapa kan?”
“Tapi, tapi saya takut pak jika saya tidak memenangkan olimpiade ini, bagaimana pak?”
“Ra bapak tidak mempermasalahkan hal itu, bapak hanya ingin kita ikut serta dalam ollimpiafe itu.
“Hmm baiklah pak saya akan mencobanya”

Kenapa? Kenapa kak Haikal bisa tau kalo aku bisa bahasa inggris, padahal kan semua tahu aku tidak cukup pandai dalam hal berbahasa apalagi pelajaran. Ini aneh, benar-benar aneh, apa kak Haikal juga tau kalo aku hanya brerpura-pura bodoh selama ini. Aku memang sengaja berpura-pura tidak pandai, ya! Itu semua untuk mencari perhatiannya kak Dimas, padahal aku sudah menyusun strategi agar semua menganggap aku so bad dalam pelajaran, agar guru menyuruh kak Dimas untuk mengajari aku ya siapa sih yang tidak kenal kak Dimas, anak terpintar di SMA ini yang memenangkan lebih dari 30 Olimpiade hampir semua mata pelajaran ia menangkan dan agar aku bisa lebih akrab dengannya. Ah lagi-lagi hal ini terjadi, aku terpaksa mengikuti perintah kespek karena aku juga tidak ingin membuat sekolah kami jatuh.

Minggu berganti minggu, akhirnya kami pun disuruh berkumpul di lapangan sekolah untuk mendengarkan pengumuman olimpiade minggu kemarin.
“Hari ini bapak akan mengumumkan pemenang yang mengikuti olimpiade minggu kemarin…” Setelah kespek membacakan aku mendengar nama kak Dimas lagi-lagi dipanggil untuk yang kesekian kalinya tiap bulan, mungkin anak yang lain pada bosan mendengar nama kak Dimas yang dipanggil tapi tidak untukku, aku selalu menantikannya. Kak Dimas you are my super Hero in my life hahaha biarlah banyak berkhayal yang penting hatiku senang.

“Baiklah sekali lagi bapak ucapkan selamat untuk yang mamenangkan olimpiade ini, untuk Rara Feronika temui bapak di kantor setelah ini dibubarkan”

Aku? Kenapa denganku, aku rasa mungkin aku tidak menang dalam olimpiade ini, jelas sekali namaku saja tidak dipanggil, sudahlah aku tidak peduli mungkin saja memang aku tidak menang.

“Ada apa pak Anda memanggil saya?” Tanyaku penasaran.
Jelas sekali bahwa ini adalah hal yang serius, karena tak biasanya kak Haikal, Devi, Putri, dan anggota osis yang lain berkumpul di kantor, tunggu.. Sepertinya aku mengenal sosok yang barada di samping kak Haikal, oh Tuhan nyatakah ini, bahwa sosok itu adalah kak Dimas.

“Rara”
“Iya pak ada apa?”
“Kamu tau..?”
“Tau apa pak?” Pertanyaan pak kespek mebuatku semakin penasaran.
“Bapak tidak sanggup Ra, harus mengatakan hal ini padamu”
“Pak biar saya saja yang bilang” Timpal Putri yang sedari tadi mebawa kertas selembar dan menyodorkannya padaku.
“Apa ini Put?”
“Lo baca deh”
Kubaca selembar kertas itu… Dan ternyata, aku tidak percaya dengan pernyataan ini, bahwa aku menang untuk olimpiade bahasa inggris.

“Selamat ya Ra lo menang, kita semua sengaja bilang hal ini di sini, ini kejutan buat lo” jelas putri.
“Iya Ra dan kamu tau, ini first timenya sekolah kita dapat pernyataan kalo murid di sekolah kita memecahkan recor pemenang olimpiade bahasa unggris tercepat dan semua yang kamu jawab itu benar” Dilanjutkan Kak Haikal yang menjelaskan
“Terima kasih Ra, bapak salut sama kamu”
“Iya pak sama-sama tapi seharusnya yang mendapatkan ini semua Devi pak bukan saya”
“Ra lo gak usah cemasin gue, lag ini semua lo yang ngelakuin, jadi lo pantas dapat ini semua, penghargaan, piala, dan yang lain, gue seneng Ra karena lo yang gak pernah dapet apa-apa dari sekolah akhirnya dapet juga hahaha” hahaha sial ternyata Devi berfikiran seperti itu tentang aku.

Setelah semuanya selesai aku dan Devi tetap bersama-sama seperti biasanya.
“Rara kan?”
“Ka.. Kak Dimas?”
“Selamat ya Ra lo menang”
“I.. Iya kak makasih”
Ya ampun ini nyata? Ini bakan pertama kalinya kak Dimas mengucaokan selamat untukku, bisa bayangin kan rasanya gimana, bahagia? Itu pasti.
“Ya udah kalo gitu gue pinjam Devinya bentar ya” kak Dimas langsung menarik tangan Devi dengan pelan lalu Devi berkata padaku bahwa dia duluan pulang.

Tidak! Ini tidak mungkin! Apa maksud semua ini? Devi dan kak Dimas? Kenpa? Seketika itu juga aku merasakan air mataku menetes. Tuhan taukah engkau aku terluka, ya, sangat-sangat terluka.

Tiba-tiba hp ku bergetar dan kubuka tertera nama Devi di layar hp ku. Devi bilang bahwa ia sudah berpacaran dengan kak Dimas kemarin, dan dia bilang maaf untuk hari ini tidak bisa pulang denganku. Sungguh ini kenyataan yang sakit untuk aku rasakan. Devi sahabat terbaikku atau kak Dimas seseorang yang kusukai telah bahagia bersama. Aku belum bisa memerima hal ini, sungguh perih rasanya.

Cerpen Karangan: NS

Cerpen Rara Story merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gue dan Mereka

Oleh:
Selama gue break gue punya banyak banget cerita yang sebenernya keren-keren buat gue ceritain. Tapi mungkin buat ngedetail ceritanya gue agak kesulitan nulisnya, jadi gue tulis dulu yang paling

Sang Bendahara Kelas 9 dan Fotocopy

Oleh:
Aku ini bernama Cea, gadis yang tak pernah dihargai. Aku ini merasa hidupku ini hanya dimanfaatkan saja oleh teman-temanku. Aku hanya mempunyai beberapa teman dekat yang tak pernah memanfaatkanku.

Jendela Kaca Kelas ini

Oleh:
Duduk di pojok bangku deretan belakang tepat di samping jendela kaca yang tembus pandang langsung menuju kelasnya. Dari sana pula aku mulai mengenal paras cantiknya dari balik jendela kaca

Berakhir Pada Rumput, Ilalang

Oleh:
Pohon-pohon rindang yang berdaun ikal dan pohon sakura yang indah tumbuh subur di kepala citra. Tanaman pemberontak seperti rumput juga ilalang bahkan tumbuh di tempat yang sama memenuhi lahan

Sahabat Scouts Selamanya (Part 2)

Oleh:
Jam sudah menunjuk pukul 12:10, kami sudah berkumpul di tengah lapangan, begitu juga dengan peserta lainnya, kami membentuk barisan, dimana setiap barisan berisi anggota dari sangga masing-masing. Kali ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *