Remuknya Hati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 10 November 2015

Aku merasa hatiku seperti dihantam oleh batuan besar, sungguh aku sudah tidak kuat lagi. Wajah itu setiap hari mengganggu pikiranku, aku selalu ingin membunuhnya! Tapi.. tapi aku sangat mencintainya.. aku sudah tidak kuat lagi. Tuhan kembalikan dia kepadaku.

Cerita ini berawal saat aku baru masuk SMP, aku pernah menyukai seorang lelaki. Awal itu aku tidak kenal dengannya, pandangan pertama aku dengannya adalah setelah MOS. Aku menatapnya biasa saja, seperti melihat lelaki pada umumnya. Setelah beberapa hari, aku merasa seperti sedang diawasi dengan seseorang, pada saat itu sahabatku mengatakan bahwa ada lelaki yang meminta pin bb-ku. Aku bertanya siapa tapi tidak menjawab.

Setelah pulang dari sekolah, aku merebahkan diriku ke kasur. Aku mengambil hp-ku di dalam tas dan aku menerima sebuah kontak baru, aku melihat nama kontak itu adalah “M. Rama Saputra.” aku merasa nama ini tidak asing, ya memang tidak asing. Aku mengenali orang ini, dia Rama? Tapi mengapa dia menginvite pinku? Padahal aku tidak pernah berbicara dengannya.

Keesokan harinya aku pergi ke sekolah, semua temanku senyum menyapa. Sebenarnya hari ini adalah hari pembagian kelas, aku melihat namaku di papan mading, ternyata aku masuk ke kelas 7-e. Aku pun segera masuk ke kelas baruku itu, aku bersyukur. Aku melihat sahabatku satu kelas denganku, aku pun duduk dan bel berbunyi. Aku siap untuk menerima pelajaran hari ini, guruku masuk kelas. Dia bertanya, “apakah ada yang tidak masuk?” bagaimana mau tahu, aku saja baru masuk dan aku juga tidak tahu siapa teman-teman sekelasku.

Sudah satu jam pelajaran terlewat, ada yang mengetuk pintu. Dan aku melihat anak sepantaranku berdiri di depan pintu, pak guru menyuruhnya untuk masuk ke kelas.
“permisi pak.” aku melihatnya, “Rama? Kenapa dia baru datang?” pikirku.
“maaf saya terlambat pak.” dan Rama pun duduk.

Setelah sepulang sekolah, sahabatku menyuruh jangan pulang dulu, dan mereka membawaku ke kelas. Aku melihat di sana ada sahabatku Vira dan Abil dan di sana ada Rama. Aku disuruh duduk di sebelah Rama, dan kemudian Rama langsung memalingkan badannya menghadap diriku. Dan langsung meraih tanganku.
“kamu mau gak jadi pacarku?” ucap Rama. Aku lumayan senang dengan Rama karena menurutku dia gentleman, ganteng, hidungnya mancung, dan lain lain.
Aku berkata ,”ya.” aku baru tahu mengapa dia meng-invite pin bb-ku, teryata dia suka padaku.

Setelah sebulan aku dan Rama berpacaran, aku membawa Rama ke rumahku untuk mengenalkannya kepada abangku.
“bang ini loh yang namanya Rama.” abangku senang karena Rama sangat sopan santun dengannya. Setelah mengenalkan rama ke abangku, Rama mengajakku ke taman, kami berdua duduk. Rama memegang tanganku, dia berkata.
“Nova, seminggu lagi kan ulang tahun kamu. Kamu mau apa?”
Aku bingung, aku berkata, “kan kamu yang ngasih kado, terserah kamu dong.” kataku dan memencet hidung mancungnya itu. Setelah itu aku diantar pulang dengan Rama, aku bahagia punya pacar seperti Rama dan aku sangat menyayanginya.

Kemudian 5 hari setelah kami anniversary satu bulan, ada sebuah pertengkaran hebat yang melibatkan sahabatku yang bernama Vira. Tetapi kami masih mempertahankan hubungan. Aku pulang mendiamkan diri di kamar, menangis sepanjang hari. Aku berpikir, “dua hari lagi ulang tahunku, kenapa jadi pahit begini, aku ingin mati saja rasanya.” tapi aku masih berpikir tentang masa depanku untuk membahagiakan orangtuaku, walaupun mereka sudah tiada.

Hari demi hari telah terlewat. Ini adalah hari ulang tahunku, aku mencoba tegar untuk menghadapi semuanya. Aku mendapat ucapan ulang tahun dari teman teman, sahabat dan abangku. Aku belum mendapat ucapan dari Rama, kemana lagi dia? Tepat jam 17.00 sore aku mendapat sms, isinya ucapan dari Rama. Aku tidak senang membacanya, malah menangis.
“sayang, selamat ulang tahun ya. Semoga menjadi wanita yang lebih baik, maaf aku tidak bisa ada untuk kamu hari ini. Dan maaf kalau selama ini aku ada salah. Mungkin hari ini hari terakhir aku memanggilmu sayang.”

Aku mencoba membalas sms dari Rama, aku bertanya-tanya mengapa dia berkata seperti itu. Tapi dia tidak membalas. Aku menangis tersedu-sedu di kamar, tiba-tiba abangku memanggil dan mengajak jalan-jalan. Aku ke mall dengan abangku, cukup menghibur diriku. Aku makan, main dan belanja dengan abangku, bagiku sudah cukup untuk menutup hari ulang tahunku. Tetapi ternyata punutup hari ulang tahunku belum berakhir. Aku melihat Rama di cafe mall, dan aku melihat dia bersama dengan perempuan lain, aku rasa perempuan itu tidak asing bagiku, aku mendekat. Dan aku tiba-tiba membentak.

“Vira?! Rama?! Mengapa kalian tega padaku? Ini hari ulang tahunku! Jadi ini yang membuatmu tidak ingin memanggilku sayang lagi? Inikah maumu SAYANG?!!” ucapku langsung pergi meninggalkan mereka, abangku melihat Rama sengit dan menampar rama bertubi-tubi. Aku hanya bisa menenangkan abangku.
“sudahlah bang.” aku menarik abangku dan lari dari situ sambil menangis.

Aku merasa hatiku seperti dihantam oleh batuan besar, sungguh aku sudah tidak kuat lagi. Wajah itu setiap hari mengganggu pikiranku, aku selalu ingin membunuhnya! Tapi.. tapi aku sangat mencintainya.. aku sudah tidak kuat lagi. Tuhan kembalikkan dia kepadaku!

Cerpen Karangan: Bianda Ivena

Cerpen Remuknya Hati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ruthless Game

Oleh:
Aku tersentak bangun dari tidurku, handphone di samping wajahku bergetar. Ada satu pesan dari Pablo, lelaki pujaanku. “Morning Velice” Aaah… berbunga-bunga hati ini. Begini rasanya diperhatikan oleh seorang yang

Salah Mencintai

Oleh:
Matahari yang begitu indah dan suara burung yang berkicau membuatku terpaksa bangun dari tidur nyenyakku. Hari ini hari senin hari dimana murid-murid malas karena mereka harus berangkat ke sekolah

Teman Yang Kucinta

Oleh:
Bagaimana caranya, jika aku mengalah, tapi sebenarnya ku masih cinta. Bagaimana caranya, ku ingin pergi, tapi sebenarnya ku tak bisa meninggalkanmu. Berdiri pun takkan mampu, melawan rasa yang kaku.

Last Love

Oleh:
Entah apa yang dirasa saat aku pertama kali mengenalnya, seseorang yang menyebalkan, keterlaluan dan selalu bertingkah berlebihan. Sosok itu semakin sering aku temui karena dia satu jurusan denganku saat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *