Sahabat Pahit

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 1 May 2018

Pagi cerah, matahari menampakan cahayanya membuat aspal yang semula berwarna gelap menjadi terang menampakan bayangan, kumulai menapakai setiap jalan yang lurus menimbulkan suara hentakan kecil, kumasuki gerbang sekolah smk ku yang asri, kulihat dirinya tinggi semampai denganku berkulit gelap beralis tebal dan ini yang aku suka darinya, dia memiliki sepasang lesung pipi di wajah.

“Jejen!” panggilnya setengah berteriak, aku tersadar akan lamunanku, aku balas panggilannya dengan kuhampiri dirinya
“Kenapa sih? Berisik tau, kan malu dilihatin orang” timpalku dengan sedikit menggulum bibir bawahku
“Lagian kamu lama banget sih, aku udah panggil kamu dari tadi tapi kamu cuma diem aja” sanggahnya dengan sedikit cemberut sehingga memperlihatkan jelas alis tebalnya
“Hehhee maaf deh, eh kamu udah belajar buat uas?”
“Belum, aku malas, nanti aku kan bisa tanya sahabatku yang baik dan manis ini” jawabnya dengan senyum yang begitu sempurna dan mata yang setengah tertutup
“Ugh dasar! Aku nggak mau kasih tau kamu kalo kamu nggak ada uasahanya” jelasku, jeda sebentar “Jo, ngobrolnya sambil jalan yuk, nanti keburu bel masuk” aku menarik lengannya dengan sedikit hentakan saat berjalan agar menambah sedikit kekuatan di kakiku

“Jen, hari ini kamu duduk sama aku yah” ucapnya saat aku dengannya memasuki pintu kelas
“Ya udah, tapi, emang rudi nggak marah?” selidikku
“Marah? Aduh jejen kamu ini lucu yah, dasar kudet! Kalo aku duduk sama kamu itu artnya rudi duduk sama fina, dan kamu tahu? Rudi itu lagi deket sama fina” jelasnya meyakinkan
“Terus fina gimana?”
Jojo menepuk jidatnya “Aduh jejen! Jadi pengen aku cubit dehh pipi kamu, makanya kalo main jangan sama cowok terus, jadi nggak tau kabar tentang cewek, padahal fina temen sebangku kamu jen” jelasnya sambil menarik bangku untukku di sebelahnya
“Lagian tanpa aku tolak juga kamu bakalan tetep narik bangku ini, jadi mau nggak mau aku harus duduk di sini, dan tentang fina? Yah dia nggak pernah cerita tentang itu, lagi pula nggak ada masalahnya buat aku” jelasku tak mau kalah
“Terserah deh, dasar tomboy” ledeknya
“Biarin aja aku tomboy, nggak salah kan?” jawabku sambil mencubit lengannya
“Aww, kan sakit jen, tuh kamu itu galak banget pantesan kamu masih jomblo” ledeknya lagi sambil menjulurkan lidahnya
“Aku galak tapi, aku baik” jawabku asal sambil menjulurkan lidah sepertinya
“Baik? Hahha nggak juga si” alisnya saling bertautan “Galak ya galak aja jen, baik ya baik aja” imbuhnya alisnya saling bertautan
“Tapi, buktinya kamu betah sahabatan sama aku” jawabku tidak mau kalah
“Hahha iya dehh jen, kamu itu emang sahabat paling baik aku” jelasnya, hening yang terdengar hanya suara ramai teman-teman kelasku yang berada di luar karena bel masuk memang belum terdengar.

“Jen, aku nyaman deh sama kamu, kita udah sahabatan lebih dari setahun tetep begini ya jen, tegur aku kalau aku salah, aku pengen jadi sahabat yang terbaik juga buat kamu” lanjutnya dengan tulus
Aku menatapnya dalam entah mengapa jauh di dalam hatiku aku merasa sangat bahagia, jujur aku pun sepertinya merasa nyaman dengannya tapi aku sadar, aku tidak bisa memilikinya aku terlalu takut dan malu untuk memulainya dia terlalu sulit untuk kugapai, terkadang aku berpikir lebih baik aku bersaabat dengannya dari pada harus jujur dan menjauhinya karena perasaan cintaku, walau terkadang perasaanku berkata lain, aku mencintainya aku meninginkannya lebih dari sekedar teman.

“Kalo kamu nyaman sama aku, jangan pernah bikin aku kecewa, biar aku juga nyaman sama kamu” jawabku dengan ragu, aku malu untuk memulai bahkan untuk membicarakan perasaan, aku takut dia merasa aku terlalu over dan membuatnya menjauh, sejujurnya tak apa seperti ini saling berbagi tawa dan kenyamanan tapi, bagaiman jika dia mencintai perempuan lain? Entahlah aku bingung, mungkin aku akan cemburu dan itu pasti sakit.

“Ijena alkesyah aku janji, aku bakalan jagain kamu, aku jaga perasaan kamu biar kamu nyaman senyaman mungkin sama aku, udah ada guru tuh sana liat ke depan, nggak mau kan pak haris naro jari telunjuk dan jempolnya di antara daun telinga kamu?” jelasnya sambil merapihkan alat tulisku untuk belajar
“Makasih jo” jawabku dan diselingi senyuman dan rasa bahagia
Sebuah janji persahabatan tanpa sadar terucap olehnya

Bel istirahat berbunyi, semua murid keluar kelas dengan tergesa-gesa
“jejen, nanti aku nggak bareng sama kamu yah, aku mau ada kumpul-kumpul bareng sama osis“ izinnya sambil membenahi alat tulisnya ke dalam tas
“ya udah jo, gak papa kok biar aku sama yang lain aja, kan ada rudi, adit, kiko, rendi sama amir” jelasku
“yeh mainnya sama cowok mulu, eh awas si rudi jangan dicolek nanti fina marah loh” ledeknya sambil merapihkan jilbabku yang agak miring, aku tersenyum kepadanya dan dia membalasnya
“aku nggak mungkin ngelakuin itu aku nggak suka rudi, aku suka orang lain” jawabku jujur
“ciyye jadi sahabatku ini sedang jatuh cinta? Sama cewek atau cowok nih?” ledeknya sambil memperlihatkan jari tengah dan telunjuknya yang berarti peace
“yeh, kamu itu yah emang kamu pikir aku nggak normal? Udah sana nanti keburu bubar kumpul osisnya” jawab kusambil mendorong pelan punggungnya “dahh jojo, having fun and enjoy you’re mission” terangku asal-asalan, padahal aku sedang sibuk menata hatiku, aku tidak mau jojo merasakan degup jantungku yang terlalu cepat dan melihat wajahku yang memerah, hampir saja aku mengungkapkan perasaanku, dalam hati aku berkata “sebenernya aku jatuh cinta sama kamu jo…”
Joshua mahendra…

Bel masuk berbunyi, aku berjalan bersama teman-temanku ke kelas, aku lihat jojo sudah duduk di tempatnya dengan manis dan agak menundukan wajahnya tapi, aku bisa melihat dia tersenyum dan memainkan jarinya
Kutarik bangku di sebelahnya dan aku beranikan diri untuk membuka percakapan “jo, lagi seneng banget kayanya ada apa? Senyum-senyum sendiri, jamu jadi mirip orang gila tau jo” tanyaku sambil membereskan tasku
“eh jen, nggak papa kok, kau cuma lagi yahhh…” jawabnya sambil mengangkat bahunya
“yehh kamu ini kenapa si? Nggak bia~?” ucapanku terhenti saat aku lihat rudi dan adit datang dengan wajah sangat bersemangat
“ciye jojo yang baru jadian sama wakil ketua osis, pj dong” tagihnya hampir bersamaan, keduanya sama-sama menjulurkan tangan ke arah jojo
“kalian ini apaan si? Bikin ketauan aja deh” jawab jojo sambil tertunduk menahan senyum

Dan aku? Aku hanya bisa diam menahan beribu pertanyaan yang muncul di kepalaku namun kurasa semuanya sudah jelas, mataku terasa sangat berat dan panas, hatiku terasa tertimpa sebuah beban berat, kutatap matanya dalam, diam namun tak lama aku takut jojo melihat mataku yang mulai berkaca-kaca, nafasku menjadi tak teratur, aku mencoba menenangkan hati dan pikiranku sampai aku hanya bisa berkata “selamat jo, semoga kamu bahagia, having fun and enjoy with you’re girl friends joshua mahendra, I wish you always happy” nafasku tersegal, kuatur lagi nafasku agar terlihat baik-baik saja “aku harus nemuin pak teguh sekarang, aku duluan yah jo” kupaksakan senyum sebelum akhirnya aku pergi

Aku bingung namun untuk apa? Jojo hanya sahabatku, bukankah seharusnya aku bahagia melihatnya bahagia? Walau tanpa aku? Itu sakit, tapi entahlah mungkin aku hanya butuh waktu, yang aku tahu untuk saat ini aku benar-benar mencintainya dan tak ingin kehilangannya.

Bukankah terkadang cinta tak harus memiliki

Cerpen Karangan: Ajaw
Blog: ajengayuwinarsih.blogspot.com
Ajeng ayu winarsih, dipanggil ajaw aja udah cukup. lahir 03 juni 2000, jujur cerita ini berdasarkan kejadian yang gua alamin kira-kira 2 tahun yang lalu. rasanya “nyess” banget waktu tau si-dia udh suka sama yang lain. ya pokonya gitu lah, gua lanjut desc nanti yang ada malah curhat hehehee…
udah yak, enjoy readingg semuaaa 🙂 mohon kritik dan sarannya ya…

Cerpen Sahabat Pahit merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ilusi Hati (Part 1)

Oleh:
LAKI-LAKI itu menekan beberapa tuts di atas piano melantunkan sebuah nada. Matanya terpejam rapat di tiap alunan melodi yang menyayat. Terkadang tangannya bergetar begitu melodi yang ia mainkan membawa

Hot Bread Factory

Oleh:
Ku terus berjalan menelusuri dinginnya udara malam. Cardigan yang saat ini aku gunakan kurasa kurang bisa menutupi udara dingin malam ini. Tak lupa juga kugunakan penutup kepala berbentuk minion

Kenangan Tentang Dinda

Oleh:
Ini adalah sebuah cerita dari masa lalu, cerita menyakitkan dari seorang yang baru patah hati. Konon, sebuah cerita cinta tak selalu berakhir indah. Akan ada yang menangis, akan ada

Rahasia Jodoh Ku

Oleh:
Tahun 2013, Tia -teman aku saat di bangku Sekolah Dasar- berniat menjodohkanku dengan teman semasa kuliahnya dulu, Fulan namanya. Komunikasi aku dan Fulan dengan sistem ta’aruf -perkenalan dengan perantara

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *