Sakau Rindu di Balik Rembulan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 8 May 2017

Tuhan.. aku rindu Alief..! itulah yang aku rasakan hari ini. Tapi aku takut rinduku akan menjadi malapetaka. Aku tak tau entah apa yang ia lakukan saat ini, semoga saja ia juga merasakan apa yang aku rasakan. Ahh.. masihkah kau menyimpan rindu untukku alief? Sedangkan kamu sudah tega mengkhianati cintaku, dan maaf jika aku harus katakan munafik kepadamu. Seharusnya kau juga mengerti terhadap hati perempuan yang sangat terpukul dalam mahabbahnya. Dan aku tak tau kenapa sampai detik ini aku masih menyimpan rasa yang begitu dalam sama kamu.

Suasana pagi yang mendung, seakan membuatku malas untuk beraktifitas, sedangkan jam menunjukkan pukul 08.20 wib. Dengan malas aku tertatih-tatih menelusuri pematang sawah yang membentang, mendaki jalan sempit jalan pintas menuju ke sekolah. Demi menghadiri rapat pengurus AEC (Alghazali English Club). Sebenarnya aku malas sekali yang menghadiri rapat itu. Tapi sayang, kak bayu pembina AEC selalu menelfonku untuk menghadiri rapat tersebut.

Setiba di sekolah para pengurus AEC sudah berkumpul dari tadi hanya aku yang terlambat. Kupandangi pembina tersenyum kepadaku. Mungkin ia ingin aku hadir di rapat ini.. barakah… barakah… barakah.. bisikku selalu dalam hati.

Seusai rapat, kami masih asyik jalan-jalan ke DAM belakang sekolah, ada yang selfie, main air, dan sebagainya. Sedangkan aku lebih memilih duduk di atas batu, memeluk lutut serta melempar batu di tengah-tengah air. Alief.. rindu ini seakan tak lazim jika aku utarakan padamu. Aku jadi teringat perkataanmu di telepon satu pekan yang lalu, disaat kamu menantangku di depan tunanganmu, ulfa.

“Kamu masih sayang sama aku kan fel..?” katamu, menantangku.
“Mbak masih sayang ya, sama Alief. Ayolah mbak jujur..” tanya ulfa, aku hanya diam tak menjawab. Aku harap kamu tau atas semua kediamanku lif, aku sangat mencintaimu lif.
“Kenapa kamu diam Fel..? Felia, itu tunanganku nanyak, jawab dong..”
“Kuharap mbak mengerti tentang perasaan perempuan” ucapku singkat
“Loh, kan perasaan perempuan itu berbeda mbak, perasaan mbak gak mungkin sama dengan perasaanku.”
Tuhan, kenapa semuanya jadi begini. Aku tak sanggup menahan semua kepahitan yang alief beri untukku. Alief terlalu tega membiarkanku terluka. Aku benci kamu alief, tapi aku tak bisa lari dari perasaan dan rindu ini. Percakapan aku dengan tunanganmu, sudah jelas kau menyisahkan luka untukku. Kau munafik alief..
“Perjalanmu masih panjang, jangan sampai kamu terpukul hanya karena perasaanmu yang terlalu dalam.”
“Kak Bayu..” kataku terkejut yang tiba-tiba saja ada di sampingku. Terburu-buru aku langsung menghapus air mata yang belinang di pipiku.
“Felia yang aku kenal dari kecil itu, orangnya selalu semangat. Pantang menyerah dan sebagainya. Tapi, kenapa Felia yang dulu hilang hanya karena cinta..?”
“Ah.. kak bayu sok tau..”
“Fel, walaupun aku selalu jengkelin kamu, aku juga merasakan apa yang kamu rasakan. Sebagai guru, aku pantas menghiburmu dari gundah gulanamu. Alasanku hanya satu fel, kenapa aku menekan kamu untuk hadir rapat ini. Aku hanya ingin menghiburmu fel, aku ingin kamu semangat kayak dulu lagi.” Katanya serius
“Entahlah kak, rasa ini datang terlambat. Dulu aku memang tak mencintainya, tapi disaat ia pergi, hati ini terlalu sakit.. aku merasa sangat cemburu, bila ia bersama orang lain “
“Coba kamu liat bayangan anak-anak di air itu.. bagaimana menurutmu? Janganlah kamu bercermin di air keruh itu. Masa depanmu masih panjang.”
“Tapi kak..”
“Gak ada tapi-tapian..” tangannya melumurkan lumpur di wajahku..
“Kak Bayu..” teriakku, ia langsung belari sedangkan anak-anak menertawakanku.

Liatlah rembulan itu Alief, aku ingin menyuruh rembulan itu menyampaikan salam rinduku yang teramat besar. Dan aku sangat beharap perempuan itu bukan tunanganmu, kejadian itu hanya permainan semata. Aku selalu berdoa di sepanjang sujudku, semoga kau mempunyai rasa yang sama. Alief, kamu ingat disaat kita bertemu pertama kali? Anehnya kita memakai warna baju yang sama. Warna merah jambu, dan lambaian itu aku tak bisa melupakannya. Aku juga ingat disaat aku membangunkan kamu sholat malam. Entahlah Alief, aku tak tau. Semakin hari, rindu ini semakin menjadi alief. Serasa tak ada obat yang menenangkannya.

“Masihkah ada rindu untukku? Lambaian itu terkenang di hatiku” satu pasan masuk, dengan nomor yang tak lagi asing di fikiranku. Aku terlalu hafal dengan nomer itu, yah.. itu no Alief.
Rabby, apakah benar ini dari Alief..? kataku tak percaya kuliik jam menunjukkan pukul 21:45.
“Rindu? Ahh.. mana mungkin, itu hanya mimpi bila kau merindukanku”
“Orang yang masih menyisahkan rindu, berarti ia masih sayang sama kamu. Maafkan aku, kini aku tak bisa lari dari rasa rindu ini, hadirmu membuat semangat hidupku”

Lagi-lagi aku menitikkan air mata, saat aku membaca sms Alief. Yang menumpahkan segala kejujuran isi hatinya. Tuhan memang adil Alief, beliau menyampaikan semua perasaan yang aku juga rasakan. Tapi, hatiku sangat terpukul Alief. Kau meninggalkanku tanpa mengatakan putus padaku, tiba-tiba saja kau sudah memiliki kekasih yang baru. Dan bahkan lebih cantik dariku.

Andai kamu tau Alief, hatiku sangat teramat sakit. Aku sangat terpukul dari asmara cintamu. Padahal aku ingin kau bisa menjadi sahabat hatiku. Sayang, kau lebih memutuskan untuk mendua. kau tega mengkhianati cintaku lief.. kamu munafik..

Aku hanya bisa beharap lief, semoga kau bisa kembali kepadaku suatu saat. Aku tak tau Alief, kenapa aku begitu menyayangimu dan bahkan aku begitu mengharapkanmu. Alief, di sini aku akan selalu setia menunggumu, tak akan ada kata-kata capek untuk menunggumu. Kau adalah masa depanku, memimpin keluaga sekaligus iman bagiku. Seperti adegan di asa mimpiku semalam. Aku akan belajar untuk mempertahankan rasa ini Alief, walau aku berusaha membenci rindu ini.
Alief, rembulan di sana tengah ditelan sepi, tidak kah kau menemani rembulan yang tengah kesepian itu alief? Hiburlah rembulan itu, karena sesungguhnya rembulan itu adalah aku Alief.. biarkan aku ditelan sepi, untuk menunggu kehadiranmu. Melawan sakau di ujung kematianku nanti.

Cerpen Karangan: Intan Elok Okti Wardani
Facebook: Putry Padang Pasir

Cerpen Sakau Rindu di Balik Rembulan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Let it Past

Oleh:
Yang berlalu terkadang datang menghampiri memamerkan keindahan-keindahan masa yang tidak akan terulang, masa lalu membuatku belajar bagaimana sakitnya melepas dan perihnya sebuah penyesalan. Seperti melihatnya bahagia bersama yang lain

Zakiah

Oleh:
Ini pengalaman yang tak pernah ingin aku kenang. Mungkin aku terbiasa merasakan sakit dalam hidup, tapi tidak pernah sesakit ini. Aku tak tahu kenapa harus menanggung semua derita ini.

Katalis

Oleh:
Eza masih tak habis pikir mengapa Rina menolak cintanya. Padahal ia yakin ada perasaan yang kuat yang terjalin di antara mereka, bersama begitu banyak cerita yang sudah mereka lalui

Kisah Cinta Gadis Bali

Oleh:
Jilid 1 Devi Pramesti adalah gadis remaja yang cantik, berusia 17 tahun, rambutnya lurus, hitam, panjang sepinggang. Dia terlahir dari keluarga kaya raya di kuta Bali pulau Dewata. Dia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *