Sakit

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 April 2015

Andi prayoga brahmantara, itu lah Namaku. Singkat saja dengan andi, karena aku tidak ingin membuat pusing orang yang akan memanggilku. Ya benar, aku adalah seorang anak laki-laki yang berdarah cina, walaupun sedikit, tapi jadilah. Eitss, tapi tunggu dulu, aku ini muslim sejati kok. Sekarang aku duduk di bangku SMA tepatnya di Kelas XI.

Satu minggu lalu aku baru saja pindah dari bandung ke jakarta, karena kedua orangtuaku memiliki urusan pekerjaan disana. Sekarang aku bersekolah di salah satu SMA yang cukup terkenal di jakarta, ya kalian tau sendirilah. apa namanya.

Hari hari yang amat tidak menyenangkan saat berada di sekolah baruku itu, semua teman-temanku memadangku dengan tatapan sinis, seakan-akan tak suka. Ya, namanya juga anak baru, pasti saja selalu ngerasa dikucilkan, bener gak?. tapi aku ingat satu hal, disaat pulang sekolah tadi tepat di gerbang sekolah, aku sempat menjatuhkan buku seorang gadis berkulit putih serta berkacamata, yang anehnya gadis itu meminta maaf kepadaku, dia memandangku dengan tatapan ramah, sepertinya dia bukan gadis sembarangan. Hatiku terbangun akan pertemuan pertama itu, seorang gadis yang memiliki seyum yang manis, mata yang terlihat bening serta alis mata bagaikan semut yang beriring. Jujur, aku suka.

Tepat pukul 07.00 pagi aku telah sampai di sekolah, tiba–tiba aku mendengar teriakan yang memanggil namaku. “hai perkenalkan namaku riyan, kamu andi yang anak baru itu kan?” tanya riyan dengan nada ramah
“oh benar sekali, ada apa ya yan?” jawabku.
“Di, kamu dipanggil buk eva, mari aku antar” sapa riyan.

Di tengah perjalanan menuju ruangan bu eva, aku menyempatkan diri untuk berkomunikasi dengan riyan, ya sepertinya dia akan menjadi sahabat pertamaku di sekolah ini.

Setelah sampai di ruangan bu eva, riyan berkata kepadaku, “ndi ini ruangannya, oh iya aku duluan ya, aku harus bergegas masuk ke kelas, sebentar lagi bel akan bunyi, kapan-kapan kita ketemu lagi deh”.

Tiba–tiba, aku kaget melihat seorang gadis yang tengah berdiri di depan pintu yang sama dengan ku. ya benar, dia adalah gadis yang pernah aku lihat di gerbang sekolah 1 hari yang lalu. Terbesit di hati ini, Yes.. yes.. yes.. yes if u love to say, aduh kok jadi nyanyi lagunya hitz ya, udah deh, ayo kita kembali ke laptop.

Akhirnya aku bisa berjumpa lagi dengannya. Terdengar suara lembut memanggil “hei, kalian berdua, ayo masuk” sahut bu eva.
“baik bu”, jawabku dengan gadis itu.
“Baiklah, kalian tau apa maksud ibu memanggil kalian” tanya bu eva”.
“tidak bu,” jawab ku.
“1 bulan mendatang kita akan mengikuti olimpiade fisika tingkat SMA, Jadi ibu memanggil kalian untuk bisa mewakili sekolah dalam olimpiade tersebut, bagaimana kalian setuju?” sapa bu eva.
Dengan secara bersamaan aku dan gadis itu langsung menjawab iya keberuntungan itu. akhirnya bu eva pun menyuruh kami kembali ke kelas masing-masing.

Di perjalanan menuju kelas aku tak sanggup untuk mengeluarkan sepatah kata pun terhadap gadis itu, padahal aku ingin sekali mengetahui namanya, sial. Tiba-tiba “hai, aku Intan” sapanya dengan senyuman.
“Oh iya aku andi.” jawabku dengan keadaan yang salah tingkah.
“Oh iya ndi kamu kelas XI IPA I kan?” tanyanya.
“Iya in” jawabku.
“oh iya andi, aku duluan ya, udah nyampe kelas ni, da..da” sapanya dengan semyum yang hampir membuat jantungku seakan mau lepas dari posisinya. Tetapi aku hanya membalas dengan senyuman keringat dingin.

Teng… teng… teng, pertanda bahwa jam pelajaran pun telah usai, dan seluruh siswa dipersilahkan untuk pulang, di tengah perjalanan menuju gerbang sekolah mataku seolah tak terfokus ke depan melainkan ke kiri dan ke kanan, ya benar aku mencari intan si gadis putih berkacamata, dan sampai-sampai aku tak menghiraukan teriakan pak wardiman, supir pribadiku. Sudah lama dan lelah mata ini mencari gadis berkacamata itu, tapi tak kunjung terlihat juga, akhirnya aku pun pulang dengan harapan kecewa.

Sesampai di rumah aku langsung menuju ke kamar ku tanpa memperhatikan orang-orang di sekitarku, termasuk papa yang sedang memanggil ku. Tiba-tiba ku lihat ponsel ku, ternyata ada yang mengirim pesan singkat kepadaku, dan ternyata itu adalah intan, gadis kacamataku. Hatiku gembira, riang dan tak tentu arah bagaikan anak kecil yang baru dikasih uang miliaran rupiah.

Sudah hampir lama aku terus berbalas balas pesan kepada intan, dan mulai malam itu tepat jam 9 malam, aku bertekad dan mencoba untuk bisa mengungakapkan segala rasa yang telah ku pendam ini, tapi sayang langit cerah berujung kelam, matahari menjadi bulan, dan hati ini mulailah padam.

Pada malam itu aku mencaci diriku sendiri, betapa bodohnya aku, mencintai seseorang yang telah dimiliki orang lain, menunggu sesuatu yang tak mungkin akan kugapai. Rasanya dinding hati ini telah tergores oleh serpihan kaca, ya tepat malam itu aku berada di posisi galau tingkat dunia, jutaan tetesan air mata tak akan sanggup merubah rasa sakit ini.

Tok.. tokk.. “andi ini papa ndi, buka pintunya” sahut papa.
“masuk pa, gak dikunci kok” jawabku dengan nada lesu dan kurang bersemangat.
“andi my lovely son, kamu kenapa, dari tadi papa liat kamu kurang bersemangat, kamu sakit ya ndi?.” Tanya papa.
“nggak pa, andi gak kenapa-napa, pa papa pernah jatuh cinta gak pa?” jawab andi.
“ya pernah dong, oh jadi anak papa seperti ini gara-gara jatuh cinta ya?” sahut papa.
“papa apa-apaan, andi gak jatuh cinta pa, tapi sakit cinta pa, rasanya perih banget pa” jawab andi.
“sakit cinta, emangnya ada ya ndi? andi perempuan itu tidak satu ndi, mungkin kamu belum nemu yang pas kali ndi, jadi jangan begini dong ndi, ingat pesan papa ya ndi semangat, semangat dapat mengalahkan segalanya ndi, ingat semangat 45, merdeka… merdeka… ok ndi?” jawab papa dengan nada menghibur.
“ya ampun papa, kayak mau ngerayain 17 agustusan aja, oke pa, andi akan selalu ingat pesan papa, merdeka kan pa.”
“andi… andi” sapa papa dengan agak bingung dengan anaknya itu.

Cerpen Karangan: Nadya
Facebook: Nadyatiara

Cerpen Sakit merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Lain Kali (Part 1)

Oleh:
Ku pencet LED watch warna biru tua yang melingkar di tangan kiriku, ternyata waktu telah menunjukkan pukul 06.45, artinya hanya ada waktu 15 menit untuk pergi ke sekolah. Bagaimana

Aku Dan Kamu

Oleh:
Siang itu terasa panas, ku alihkan pandanganku pada seseorang di ujung sana berjalan ke arahku. Ku lontarkan senyuman terbaikku padanya, dia membalasku dengan senyuman lembut. Aku tahu dia pasti

Mantan

Oleh:
Aku terduduk lesu di depan laptop sambil menahan perih dan sakitnya perasaan yang baru saja dilukai oleh seorang pujaan hati yang mungkin tak bisa ku miliki lagi. Ku tatap

Siapa Namanya?

Oleh:
Ia memandangi situasi sekitar, langkahnya pasti dan terlihat anggun. Ia merasa semua orang mulai memandanginya karena kecantikannya, ia terus berjalan dengan pedenya dan saat ini malah semakin menjadi, ia

Jomblo Kronis di PHP in

Oleh:
Jomblo kata orang adalah takdir tapi yang namanya single adalah pilihan itu sih kata orang jomblo yang sedang berabili tapi beda lagi dengan yang namanya nathania, dia sekarang sedang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *