Salahkah Jika Aku Menyukaimu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 12 September 2020

Cinta apakah itu?
Sungguh apakah artinya?
Kenapa kau begitu banyak dalam kalimat pengucapan manusia.
Apakah itu mantra pemikat hati pembawa kebahagiaan ataukah pembawa duka ataupun lara.

Cinta kenapa kau sungguh mudah memikat hati hanya dengan sebuah tatapan mata atau perasaan dan ucapan I love you.
Seakan hati dan perasaan seseorang berbunga bunga.

Cinta kadang kau adalah kebahagiaan namun juga kesedihan. Mantramu sungguh membuat hati manusia luluh tak berkutik.
Cinta kau bagaikan obat terlarang yang selalu membuat manusia overdosis.
Cinta engkau sungguh mantra pemikat hati yang memabukan membuat seseorang menjadi kupu kupu yang terbang bebas. Cinta Aku berharap engkau menghilang kau membuatku mengingat rasa sakit itu rasa sakit akan cinta kosong yang pernah aku rasakan kau bagaikan kesedihanku saat ini penghilang semangatku.

Aku sedang berjalan menusuri koridor sekolah yang sangat ramai dengan murid yang dipenuhi oleh canda dan tawa bersama teman dan juga kekasih.
Aku menghela nafas dalam dalam, aku harus mengakui bahwa tingkahku saat ini seperti ABG labil yang baru mengenal apa itu cinta Ahh keluhku sungguh memalukan. Sesaat mataku menatap awan yang berwarna kelabu seperti menggambarkan hati dan perasaanku yang saat ini abu abu. Aku mengalihkan perhatianku dari seseorang yang saat ini tengah berjalan melewatiku dia seperti biasa dia selalu tak peduli, Dia memang sangat tampan keren dan juga bakatnya dalam dunia gambar sangat hebat, namun sifatnya yang terlalu dingin dari semua teman temannya dia tipe cowok yang nggak mau terlibat dengan cewek ataupun asmara. Batinku

Aku memperhatikan langkahnya yang mulai menghilang dari koridor sekolah. Kenapa aku bisa menyukainya, Ahh aku menghela nafasku dalam dalam lalu berlalu pergi menuju ruang kelas.
Aku memang seorang pengecut dan penakut yang hanya mengikuti naluriku untuk lari dari perasaan yang tidak nyaman ini, saat aku berjalan menuju ruang kelas dan tidak benar benar sadar ketika aku berdiri di depan pintu kelas. Pikiranku kosong namun perasaanku penuh. Aku ingin melarikan diri dari semua perasaan yang membelenggu hatiku.

Ketika aku menyadari bahwa aku sudah berada di kelas, Aku segera menuju tempat dudukku yang berada dekat dengan jendela, aku bersandar pada sisi jendela, menatap taman sekolah yang tengah terguyur hujan saat ini dan juga lapangan olah raga yang sangat sepi. Pikiranku saat ini hanya pada seseorang yang saat ini tengah duduk diam dengan handsead di telinga dengan mata terpejam. Mungkin dia orang yang tak terlalu menyukai keramaian atau benci dengan semua suasana saat ini.

Entah kenapa aku bisa menyukai seorang cowok yang super dingin dan cuek sepertinya pertanyaan itu terlintas di pikiranku untuk yang kedua kalinya Ahh sungguh perasaan yang rumit.

Perhatianku tak mampu kualihkan untuk tak berhenti memandangnya, namun saat dia membuka matanya dan berbalik menatapku dengan datar. Bola mata hitam pekat itu sungguh menakutkan saat pertama kalinya aku menatap mata itu sungguh dingin seperti tidak ada aura kehangatan di mata itu. Dia mengalihkan tatapannya dan melanjutkan kegiatannya dengan mendengarkan musik atau menggambar.

Aku sudah tak mampu untuk hanya sekadar diam dan menatapnya aku beranjak berdiri dan berjalan menghampirinya, walau perasaan ini dipenuhi dengan perasaan gugup. Aku sudah tak sanggup lagi hanya untuk menahan dan memendam perasaan ini aku ingin mengungkapkannya.

Aku menggebrak mejanya dengan kasar walau tingkahku saat ini sangat kasar dan membuat seisi ruang kelas terkejut untung guru pengajar hari ini tengah izin dan pelajaran hari ini bisa dibilang dan cukup membuat ramai di kelas yang aku tempati saat ini, namun tidak untuk saat ini semuanya terdiam melihat tingkahku yang kasar ini.

Dia terkejut. Kami saling menatap.
“Tuan frozen” ucapku. Dia berdiri diam menatapku datar. Aku tidak tahu apakah tingkahku ini sungguh norak namun dia harus menyadari perasaanku saat ini padanya.
Disini dua orang berbeda gender tengah diam tak ada satu katapun yang mampu mereka ucapkan perasaan yang bercampur menjadi satu.

Aku menghela nafasku dalam dalam mencoba mengumpulkan oksigen untuk menghilangkan rasa gugupku saat ini.
“hampir tiga tahun ini aku suka seseorang”. Aku mendengar diriku tiba tiba berbicara pelan. Aku membuka mataku mencoba menatap mata hitam itu.
“tiga tahun cukup lama untuk membuat bagian dari diriku dan perasaanku ini,” Aku terdiam mencoba menghilangkan rasa gugupku saat ini, “… Ada karena aku menyukaimu.”

Dia tetap diam menatap langit yang tengah hujan saat ini. Kali ini suasana lebih terlihat sunyi.
“Cukup lama,” Aku melanjutkan, “dan hari ini sudah saatnya kamu tau bahwa perasaanku padamu dan juga rasa sukaku padamu.” Aku masih mencoba menatap punggung itu dia diam tak bersuara. Perasaanku saat ini sungguh resah. “Jika memang kamu tidak membalas perasaanku aku akan menerimanya namun ucapkanlah satu kata jika kau menolakku.” Ucapkku takut.
Aku menghela nafas mencoba menenangkan diriku sebentar. lalu kembali menatapnya yang sekarang tengah menatapku datar.
“Maaf.” Ucapnya pelan, “maafkan Aku, Aku takut untuk semua perasaan yang kau ungkapkan padaku aku tak mampu membalasnya,” Dengan suara yang sangat pelan namun cukup untuk aku dengarkan. “jadi maafkan aku.” Ucapnya lalu pergi meninggalkan aku sendiri di koridor sekolah yang sepi ini.

Aku terus memperhatikan langkahnya yang telah menghilang dari koridor sekolah yang sepi ini. Setetes cairan bening membasahi pipiku, ahh aku menangis batinku. Sungguh sesak di dada walau aku sudah mencoba untuk tak menangis dan juga tak merasakan sakit namun sungguh ini menyakitkan lebih sakit daripada tergores pisau.

Penolakan halus cukup membuat hatiku merasakan sakit yang sangat menyakitkan. Ahh hari ini hujan masih setia mengguyur bumi seakan langitpun juga merasakan rasa sakit dari seorang yang tengah patah hati saat ini.
Saat ini hujan turun dengan kejamnya, menghujam setiap kulit dengan kerasnya bagai jarum yang tak henti hentinya menusukku.

Disini aku berdiri menengadah ke atas memejamkan mata mengharapkan belas kasih dari sang Maha Kuasa. Berdiri di atas guyuran hujan dengan perasaan putus asa. kenapa harus dia orang yang ada di hati dan setiap memori di dalam otakku.
Sungguh menyesakkan, disini hujan yang mengguyurku seakan menjadi saksi keputusasaanku, seakan menambah kesan ironis di hati yang rapuh ini.

Aku mencoba untuk menjadi kuat saat ini meskipun hanya sekelebatan cahaya. Aku menyakini bahwa rasa sukaku padamu ini sungguh besar. Aku mencoba untuk melupakan semuanya rasa sukaku perasaanku. Walau sungguh menyakitkan.

Salahkah jika aku memiliki perasaan ini padamu, aku menatapnya yang tengah duduk diam di kelas.
Salahkah jika aku menyukaimu, salahkah jika aku mencintaimu.
Tapi kenapa kau hanya mengatakan maaf padaku. Aku takut jika perasaanku ini padamu tak dapat aku hapus aku terlalu menyukaimu sangat mencintaimu.

Saat pertama aku mengenalmu kau sosok yang sangat pendiam dari semua teman teman yang ada di kelas. Kamu memiliki sifat yang jauh berbeda dari semua cowok yang aku lihat begitu diam. Saat itulah perasaan aneh ini muncul dan kau mengatakan maaf untuk menolakku.

Ahh aku menghela nafas dalam dalam salahkah aku jika aku menyukainya salahkah aku jika aku tak mampu untuk melupakannya walau dia telah mengatakan maaf aku tak bisa.
Namun perasaanku ini sungguh membuatku tak mampu untuk melupakannya. Aku berharap kau akan mengerti tentang perasaanku ini aku tak akan melupakanmu begitu saja walau kau telah menolakku.

Nana murdiansah
“Cinta kau adalah kebahagian dan juga duka maupun lara”

Cerpen Karangan: Nana Murdiansah
Blog / Facebook: Nana Murdiansah

Cerpen Salahkah Jika Aku Menyukaimu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Salah

Oleh:
Pagi itu aku masih menjalani aktivitas seperti hari-hari sebelumnya. Menjalani rutinitas yang memang tiada habisnya. Aku selalu sampai di kantor terlebih dahulu ketimbang munculnya matahari. Cukup lama sudah aku

Lupakan

Oleh:
Masa yang indah nan manis, Bayangan mulai hilang dihempas angin. Mungkin hanya diriku yang merasa tak rela akan hilangnya bayangan kenangan itu, jauh dengan dirimu yang hanya sekejap dapat

Cinta Sepihak Deska

Oleh:
Sebagian besar orang mengatakan kalau tidak ada yang namanya persahabatan murni tanpa perasaan cinta atau suka antara laki-laki dan perempuan. Entah itu benar atau tidak, tapi Deska- begitulah nama

Si Baju Merah di Halte Bus

Oleh:
Sore itu, di halte bus pertigaan kota, tiba-tiba saja hujan turun dengan lebatnya. Aku yang tadinya memperkirakan selamat dari hujan dalam perjalanan pulang dengan motor ke rumah, terpaksa buru-buru

Day Dreamer (Part 1)

Oleh:
Angin musim semi berhembus menerpa wajah ku sore itu, masih duduk termenung di bangku dekat lapangan basket, aku menikmati lagu yang beralun dari headphone berwarna jingga ini. Datang seorang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *