Selamat Berbahagia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 17 July 2017

“Kita putus!” kata keterakhir dikatakan Dina kepadaku, mantan kekasihku di akhir tahun ini.
“aku mulai bosan dengan semuanya, semuanya sudah berbeda, kita tidak cocok, ”
Aku cuma dapat terdiam mendengar ocehan dari dia, tatapan dia yang sangat dingin membuatku tidak dapat berkutik sama sekali.
Entah apa yang membuatku berkata “terserah, pergi sana!”. Namun, hati menangis seraya berkata “jangan pergi!”. Kemudian ia pun pergi meninggalkan cafe ini.

Seminggu kemudian.
Aku mengajak kembali ke cafe yang dulu menjadi cerita pahit antara kita berdua, bukan untuk melepas rindu kepadanya. Hanya ingin meminta maaf yang tak sempat tersampaikan. “kamu sibuk? Aku mau ajak kamu besok ke cafe tempat kita selalu berduaan.” Kataku melalui via telepon. “oke!” jawabnya.

Hari esok tiba, aku menunggu di cafe tersebut sekilas terbayang kata maaf yang tepat kepadanya. Langkah kakinya menuju kemari bersama kenangan yang sudah larut. Dia pun duduk, aku tidak mau basa-basi dengannya.

“aku mau meminta maaf,” ucapku dengan terbata-bata. “aku yang salah,”
“iya.”
“aku minta maaf”
“iya, aku memafkanmu.”
“aku menyesal,”
“terserah.”
“aku mau ba…” belum selesai pembicaraanku, tiba-tiba ia memotongnya, seakan ia telah mengetahui apa yang akan aku katakan.
“aku enggak bisa Ri, aku sudah memiliki pacar”
Aku terkejut mendengarnya. Betapa hancurnya hati ini saat mendengar kata-kata tersebut, seakan bendungan yang ada di hati ini roboh.

“aku pergi, pacarku sudah jemput tuh, selamat tinggal” ucapnya tanpa memikirkan kata-kata yang telah dia katakan.

Aku sangat menyesal, menyesal dengan permintaan maafku kepadanya. Sia-sia aku mencintai seseorang yang selama ini ternyata hanya mementingkan dirinya sendiri. EGOIS, ya.. itu kata yang cocok buatnya. Selamat berbahagia!

Cerpen Karangan: Erik Fajri
Facebook: Muhammad Nur Fajri

Cerpen Selamat Berbahagia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sendu Di Ujung Jalan

Oleh:
Aku kembali. Dalam naungan langit senja, aku berdiri di atas trotoar sebuah kota tua di bawah cabang-cabang ranting dengan kelopak kuning. Ku tatap jauh jalan di depanku, memutar ingatanku

Impossible

Oleh:
Namaku Deva Adithya Alvano biasa di panggil Ndev. Aku anak perempuan. mungkin jika orang belum tahu wajahku, mereka mengira aku ini anak laki-laki. Mungkin karena namaku yang mirip sekali

Cinta tak Kesampaian

Oleh:
Sore itu menjadi awal dari sebuah cerita tentang cinta di antara aku dan dia, seiring dengan berjalannya waktu tak terasa sudah melewati satu tahun lamanya, mungkin memang di awal

Melupakanmu

Oleh:
Sudah lebih dari sebulan dia tak pernah memberiku kabar, padahal kapanpun dan di manapun itu dia takkan pernah lupa memberikan secuil sms singkat yang sering berisi “jangan lupa shalat”

Pelangi Yang Sekilas

Oleh:
Aku belajar untuk berhenti rasakan lelah, berhenti dari sini meskipun langitku kurang cerah. Biarkan ku lepas semua yang membekas indahnya cinta bagai pelangi yang sekilas. Pergilah cinta kejarlah dirinya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *