Semangka, Toko dan Dia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 22 January 2018

Hai, perkenalkan nama aku Meji, seperti nama orang Jepang bukan? Tetapi bukan. aku asli Indonesia. Aku berumur 17 tahun dan aku penyuka semangka. Buah besar yang sehat, dan warnanya seperti namaku “Meji”, “merah dan hijau”, kebetulan? mungkin iya. Selain semangka favoritku, masih ada dua lagi yang menjadi favoritku yaitu toko buah kesukaanku dan Dia.

Ada Toko buah yang terletak tidak jauh dari rumahku, setiap hari Selasa, ada seorang lelaki yang selalu datang untuk membeli semangka sepertiku. Sebenarnya aku selalu datang setiap hari ke Toko Buah untuk menunggu lelaki itu walaupun aku tau, dia hanya datang hari selasa dan untuk membeli buah yang sama, semangka. Setiap hari selasa pula aku juga ikut membeli semangka.

Hari ini adalah hari selasa, aku datang melihat 3 hal favoritku. Semangka, Toko dan Dia. Aku berjalan ke kotak kayu yang berisi semangka yang besar-besar dan memilih semangka yang paling enak menurutku, sambil menunggu dia, saat aku baru saja ingin mengambil semangka pilihanku, ternyata dia juga ingin memgambil semangka itu, langsung kutarik tanganku membiarkan dia mengambil semangka terbagus di kotak kayu tersebut. Aku tersenyum saat melihat dia terkejut karena saat dipotong semangka itu sangatlah merah dan segar.

Walaupun dia tidak mengenalku, tetapi aku mengenalnya, dia tidak pernah menyadari bahwa ada satu orang yang ada setiap hari selasa juga ikut membeli semangka. Esoknya, aku terkejut dia datang kembali untuk membeli semangka di hari rabu, dia terlihat kebingungan memilih semangka yang harus dia beli, akhrinya aku menunjuk semangka yang bagus “ini ambil saja yang ini”. “Oh” dengan nafas lega dia mengambil semangka di sebelah semangka yang aku tunjuk. “Oh iya, semangka itu juga bagus” kataku dalam hati.

Hal itu terjadi berulang kali dalam hidupku. Aku terus membiarkannya mengambil semangka yang bagus, menunjukkan semangka yang bagus padanya dan dia kadang mengambil semangka pilihankku kok, sampai akhrinya pada suatu hari selasa, dia datang untuk membeli semangka bersama istrinya. Hei, dia tidak bersalah, memang aku tak pernah berharap lebih, dia juga tak pernah memberiku harapan. Tetapi itu cukup menyakitkan.

Melihat itu aku hanya diam, sekarang bukan aku lagi yang menunjukkan semangka yang bagus padanya, namun peranku selama ini sudah digantikan istrinya, aku yang sekarang sudah 21 tahun, sudah sadar memang sudah dari dulu aku pergi ke atas. Karena aku tak mungkin dilihatnya, karena aku tak mungkin diajaknya bicara apalagi menjadi istrinya, aku hanyalah hantu yang berharap.

Cerpen Karangan: Febby

Cerpen Semangka, Toko dan Dia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menderma Cinta di Bilik Sirna

Oleh:
Sesore itu, tepat di bilik serambi kudapati ada seorang wanita sedang membenarkan jilbabnya sembari menatap pada brosur yang tertempel di mading sebuah mushola tempat ku biasa memilin doa pada-Nya,

Penantian Yang Tak Berujung

Oleh:
“Penantianku selama kurang lebih 7 bulan tidaklah sia-sia, dia yang aku tunggu kini telah kembali.” Dia adalah seorang pria yang merupakan kakak tingkat di kampusku, aku mengenalnya sejak pertama

Surat Terakhir Mu

Oleh:
Perjumpaan pertamaku mengawali senja dengan guratan permata jingga, terdiam di atas hamparan bebatuan dengan dihiasi gemericik air yang berjatuhan. Ilyas namaku, seorang musafir muda dari tanah jawa. Mencoba mencari

Qurban Perasaan

Oleh:
Tepat hari ini adalah hari raya Qurban atau Hari Raya Idul Adha. Aku sudah tidak dapat lagi menahan perasaanku yang selama ini aku pendam kepada seorang wanita. Dia adalah

Semoga Waktu Dapat Menyembuhkanmu

Oleh:
Mentari pagi menyambutku hangat. Menuntun jalanku ke sekolah untuk tujuan mulia, menuntut ilmu. Aku menyusuri lobi sebelum akhirnya sampai di kelas. Di depan kelas, aku melihat sahabat lamaku -Wira

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *