Senyap Untukmu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Perpisahan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 3 January 2015

Kriiinggg… Kriiinggg…
Gubrak! Aku melempar jam berisik itu sekuat tenagaku. Sungguh aku masih ingin terlelap, menghabiskan sisa mimpi semalam. Tapi belum saja genap lima menit aku tenggelam lagi, suara lembut itu membisikkan sesuatu ke telingaku. Suara yang akan selalu ku rindukan.
“Naura, bangun sayang! Kamu gak sekolah?” ucap Mama.
“Masih ngantuk Ma.”
“Udah jam 6 sayang.”
Aku langsung reflek terbangun mendengar angka itu! Mataku terbelalak, kaget! Aku sudah terlambat. Dan benar saja, ini mungkin sejarah terburuk di masa SMA ku. Indisipliner, oh Tuhan, memalukan sekali. Untunglah guru BK sudi memaafkanku, dan aku bisa langsung melenggang ke kelas tanpa ba bi bu. Dan aku beruntung hari ini semua lancar.

Saat pulang sekolah…
“Naura ya?” sapa seseorang.
“Eh iya, eh siapa ya?” kataku
“Namaku Raihan, tapi kamu bisa panggil aku Rey.”
“Oh ya.”
“Kamu nunggu siapa?”
“Mama.”
“Pulang bareng aku aja ya? Ayo!”
Rey begitu saja menarik tanganku ke motornya. Aku tak kuasa menolak, meski aku mendengus sebal karena kelakuannya. Tapi oh Tuhan, sentuhan itu, tangan itu, kenapa terasa begitu nyaman? Aku baru saja mengenalnya beberapa detik lalu, tapi perasaan apa ini?

Waktu berjalan begitu cepat, secepat keakraban kami. Hubungan yang berkembang sangat aneh, tidak saling mengungkapkan tapi saling membutuhkan. Aku menyukai Rey -mungkin mencintainya- tak peduli apakah dia juga menyukaiku atau tidak. Hingga suatu hari…
“Ra aku mau nunjukkin sesuatu.” kata Rey
“Apa?”
“Cantik gak?” ucapnya dengan menunjukkan sebuah foto.
“Siapa? Pacar?”
“Iya. Cantik kan?”
“Cantik kok.”
Aku langsung pergi, tak peduli pada kebingungannya akan sikapku. Tuhan, kenapa seperti ini? Rey.. Dia… Dia.. Aku mencintainya Tuhan, sungguh!

Esoknya ku tulis sebuah memo untuknya..
“Rey, selamat untuk hari jadimu ya! Aku senang mendengarnya. Semoga kamu bahagia bersama dia. Mungkin saat kamu membaca memo ini, aku sudah tidak di kota ini lagi. Aku pamit Rey, terima kasih untuk semuanya. Naura.”

Aku memutuskan ikut pindah ke luar kota bersama orangtua. Biar saja perasaan itu terkubur dalam senyapku, biar saja cinta itu terpendam bisu dalam ruang rindu. Setidaknya dia akan selalu menjadi potongan terindah dalam kisahku meski dia tidak akan pernah tahu bahwa dia begitu indah bagiku.

Cerpen Karangan: Ana Azz
Facebook: Anna ZuhriatunNissa
Nama asli Ana Zuhriatun Nisa. Lahir di Mulya Asri tanggal 12 Januari 1997. Cita-cita jadi guru besar kimia dan penulis, amin. Suka banget dengan karyanya Darwis Tere Liye. Hobi tidur dan baca buku. Sekarang masih berstatus pelajar, sebentar lagi mahasiswi. Doakan yaa ^_^

Cerpen Senyap Untukmu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Janji di Pelabuhan

Oleh:
Sore itu ia duduk di teras rumah, bertemankan kopi yang sekali-dua diseruput dengan mata tetap tertuju pada deretan abjad dari sebuah novel. Tiba-tiba pandangannya berkhianat pada sosok perempuan muda

Her (Last) Encounter

Oleh:
Udara pagi cukup dingin di kota itu, walaupun matahari cukup hangat menyinari. Headset merah yang dikenakan Adena tidak menganggu pendengarannya terhadap bunyi klakson mobil dan langkah kaki. Lagu-lagu yang

Ku Merindukannya (Part 2)

Oleh:
Waktu semakin berlanjut dengan cepat pula, tak terasa air mataku meneteskannya saat ku membaca sosmed mantanku itu, tak terasa dia sudah berganti pasangan yang lebih baik dariku. Ia sering

Malam Minggu Yang Menyakitkan

Oleh:
Tepat pada malam minggu dengan gemerciknya suara hujan Ulo dan Mabi seperti biasa selalu sms-an. Ditengah kedamaian tersebut, Ulo ingin membicarakan sesuatu dan disitu pun perasaan mabi sudah tidak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *