Shakti dan Shinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 25 August 2017

Shinta
Dunia ini begitu indah. Begitu juga dengan hidup. Aku selalu mewarnai hidupku dengan senyuman. Aku ini termasuk gadis berkepala batu dalam urusan emosi, karena selama 19 tahun aku tidak pernah menangis. Mungkin kedengarannya aneh, tapi itulah kenyataannya. Jangankan orang lain, ibuku saja heran pada diriku. Bahkan ibuku sempat bertanya-tanya apakah aku memiliki emosi.

Aku adalah seorang gadis yang tomboy dan susah diatur. Namun, hidupku terasa berbeda saat aku mendapat tawaran memasuki dunia akting, aku menerima tawaran itu. Untuk pertama kalinya aku terjun ke dunia akting atau dunia perfilman. “Cintaku Hanya Untukmu Seorang” Itulah judul serial drama yang aku bintangi. Di sini banyak hal yang aku dapatkan, aku mendapat peran yang berbanding terbalik dari kehidupan nyata yang aku alami. Di mana aku harus memerankan sosok “Ineke”. Ineke adalah seorang gadis yang sabar, santun, dan sensitif, bahkan sering menangis. Memang agak sulit memerankannya walau seiring berjalannya waktu aku dapat melaluinya hingga beberapa episode.

Tidak disangka serial ini banyak diminati oleh penonton, bahkan serial ini menuai rating yang cukup tinggi di dunia pertelevisian. Serial ini mengajarkanku akan banyak hal, bahkan serial ini berhasil menumbuhkan emosiku, terkadang jika kesal, aku sering menangis sendiri, sesuatu hal yang sebelumnya jarang atau bahkan tidak pernah kualami. Sepertinya sosok Ineke berhasil bersemayam dalam diriku.

Dalam serial ini pula aku dipertemukan dengan seorang aktor sekaligus lawan mainku di “Cintaku Hanya Untukmu Seorang” dia bernama Shakti, berbeda denganku yang baru pertama kali masuk dunia akting karena sebelumnya aku bekerja sebagai instruktur tari, tidak pernah terbesit di pikiranku untuk menjadi seorang aktris. Shakti sudah lebih memahami dunia akting, karena dia sudah cukup lama berkecipung di dunia tersebut. Serial drama ini bukan pertama kali untuknya, wajahnya sudah malang melintang di layar kaca. Aku belajar banyak darinya. Dalam serial drama “Cintaku Hanya Untukmu Seorang”, Shakti berperan sebagai Ravi, Ravi merupakan sosok pria sukses, tampan, baik hati. Sebelum menjadi orang sukses, Ravi adalah anak seorang supir dan pembantu yang bekerja di rumah Ineke, Ravi dan Ineke bersahabat sejak kecil. Namun, di tengah persahabatan yang mereka jalani itu diam-diam Ravi memendam rasa kepada Ineke. Ravi jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Ineke. Konflik demi konflik berdatangan dalam serial itu hingga suatu saat keluarga Ineke bangkrut sedangkan Ravi menjadi orang sukses. Ravi menikah dengan Ineke, di awal pernikahan Ineke sama sekali tidak pernah mencintai Ravi, tapi seiring berjalannya waktu Ineke menyadari bahwa ia mencintai Ravi. Perjalanan mereka tidak cukup sampai di sini, berbagai ujian datang kepada mereka, walau mereka sempat berpisah namun pada akhirnya mereka bersatu kembali.

Banyak adegan di serial ini yang menantang sekaligus membuatku beberapa kali harus beradegan berdua dengan Shakti, bahkan adegannya bisa dibilang cukup mesra karena kami memerankan sosok suami istri. Tentu saja banyak adegan seperti berpelukan, cium kening, berpegangan tangan, menari mesra bersama dan sebagainya. Mungkin karena kebersamaan kami di serial inilah yang membuat para penonton beranggapan bahwa aku dan Shakti adalah pasangan yang serasi. Bahkan mereka berharap kami juga bisa menjadi suami istri di dunia nyata. Tidak sedikit pula yang menganggap bahwa aku dan Shakti memiliki hubungan spesial bahkan berpacaran. Hal ini sangat bertentangan dengan kenyataan, aku tidak mungkin menjalin hubungan dengan Shakti, bagaimana mungkin aku akan menjalin hubungan dengan pria yang sudah memiliki kekasih. Di serial ini memang kami berpasangan, namun faktanya Shakti telah berpacaran bersama seorang aktris bernama Nisha, hubungan mereka sudah terjalin selama kurang lebih 5 tahun. Dan sepertinya Nisha sangat mencintai Shakti begitu juga sebaliknya.

Kalau ditanya apakah aku dan Shakti dekat? Ya kami memang dekat, kami sering ngobrol bersama disela-sela waktu break syuting, kami juga sering menghabiskan waktu bersama di lokasi. Pertama aku melihat Shakti, aku merasa nyaman dengannya, awalnya aku tidak mengetahui bahwa Shakti sudah memiliki kekasih, oleh karena itu, aku tidak menolak saat Shakti mendekatiku. Awalnya perasaan ini hanya biasa, aku menganggap Shakti sebagai sahabat tidak lebih, tapi seiring berjalannya waktu aku merasa ada yang berbeda denganku. Pertama aku syuting, aku sama sekali tidak betah berada di lokasi karena bisa seharian penuh, bahkan aku pernah kabur dari lokasi karena merasa jenuh. Namun, sejak aku dekat dengan Shakti, aku seakan-akan keadaan menjadi berbanding terbalik, aku lebih suka menghabiskan waktuku di lokasi syuting bersama Shakti, jika aku tidak melihatnya maka ada hal aneh yang muncul di hati dan fikiranku. Saat kami berada di rumah, kami masih berhubungan lewat media sosial, sms, bahkan telepon. Aku pun pernah berangkat ke lokasi bersama Shakti. Shakti yang menjemputku dan memintaku untuk berangkat bersamanya.

Perasaan ini semakin hari semakin aneh. Hingga aku menyimpulkan bahwa aku menyukainya atau bahkan mencintainya, tapi aku tidak berani mengatakannya kepada Shakti. Hingga suatu ketika ada seorang wanita cantik yang datang ke lokasi dan bertanya padaku.

“Maaf mbak, saya mau bertanya apakah Shakti nya ada?” tanyanya.
“Ada, tapi dia sedang berada di kamar mandi, mungkin sebentar lagi datang.” Jawabku.
“Oh iya”
“Kalau boleh tau kamu siapa ya?”
“Kenalin mbk, aku Nisha pacarnya Shakti.” Jawabnya tegas sambil mengulurkan tangannya padaku.
Jawaban itu sontak membuatku kaget, dan tidak percaya “Pacar Shakti?” tanyaku dalam hati.
“Aku Shinta” Kataku sambil menjabat tangannya.
Kami pun bersalaman pertanda perkenalan kami. Nisha pun menceritakan hubungannya dengan Shakti kepadaku dengan penuh semangat, sedangkan aku hanya berdiam diri sambil menahan gejolak api di hatiku saat mendengarkan ceritanya.

Tidak lama kemudian Shakti datang dan langsung menyapa Nisha. Keduanya Nampak mesra. Aku pun langsung pergi dari hadapan mereka berdua dengan alasan perutku sakit. Padahal bukan perut yang sakit tapi hatiku sakit melihat kenyataan ini. Karena sebelumnya Shakti tidak pernah bercerita padaku kalau dia sudah memiliki kekasih. Sedangkan perasaan cinta untuk Shakti sudah tumbuh dalam hatiku. Tapi, aku juga tidak mau egois dan aku juga tidak mau merebut apa yang sudah menjadi milik orang lain. Shakti adalah milik Nisha, meski mereka belum menikah namun hubungan mereka sudah lama terjalin. Sejak saat itu aku berusaha untuk jaga jarak dengannya. Aku sadar, aku harus mengubur dalam-dalam rasa cintaku pada Shakti. Mungkin, kami tidak ditakdirkan untuk hidup bersama dalam dunia nyata.

Shakti
Hidup dimulai ketika seseorang lahir. Tapi hidupku dimulai saat pertama kali aku melihatnya. Jantungku seakan berhenti berdetak saat aku melihatnya menangis. Bagiku melihatnya tersenyum adalah hal terindah yang pernah kurasakan. Namaku Shakti, aku bekerja sebagai seorang aktor, memang tidak mudah untuk menjadi seorang aktor. Karena dengan menjadi seorang aktor maka hidup kita akan menjadi sorotan banyak orang. Sejauh ini aku masih merasa nyaman-nyaman saja dalam menjalani pofesiku sebagai aktor.

Aku memiliki seorang kekasih bernama Nisha, kami dipertemukan dalam satu judul serial drama dan kami terlibat cinta lokasi. Untuk pertama kalinya aku terlibat cinta lokasi dengan lawan mainku. Kami memutuskan untuk menjalin hubungan. Hubungan kami sudah berjalan kurang lebih 5 tahun. Banyak orang yang menanyakan kapan kami akan menikah, tapi baik aku dan Nisha masih belum berfikir ke jenjang pernikahan. Aku sangat mencintai Nisha, bahkan aku sempat berpikir bahwa aku tidak akan bisa mencintai wanita lain selain Nisha. Aku banyak bertemu wanita yang cantik dan baik, tapi itu semua tidak dapat menggoyahkan rasa cintaku pada Nisha. Meskipun aku sudah sering beradegan mesra dengan beberapa wanita di dunia perfilman.

Namun, semua itu berubah saat aku bertemu dengan seorang wanita bernama Shinta, dia adalah lawan mainku di serial drama terbaruku. Meskipun kami baru mengenal satu sama lain, tetapi rasanya aku merasa nyaman saat berada di dekatnya. Jauh lebih nyaman dibandingan saat aku bersama Nisha. Entah apa yang terjadi denganku belakangan ini, aku seperti tidak bisa berhenti untuk memikirkan Shinta. Setiap saat aku selalu ingin berada di sampingnya. Tidak heran jika aku sering terlihat bersama dengan Shinta saat di lokasi syuting. Bukan Shinta yang mendekatiku, tapi akulah yang mendekatinya, sejak aku merasa ada yang aneh saat aku bersamanya.

Sebelumnya, aku tidak pernah menceritakan hubunganku dengan Nisha pada Shinta. Karena aku tidak mau Shinta merasa risih padaku karena mengetahui bahwa aku sudah memiliki seorang kekasih. Hal tersebut berlangsung cukup lama, cukup lama aku menyembunyikan statusku kepada Shinta. Namun, tetap saja sepandai-panai tupai melompat akan terjatuh juga. Sepandai-pandai aku menyembunyikannya pasti akan ketahuan juga.

Akhirnya Shinta mengetahui bahwa aku sudah memiliki kekasih. Bukan aku yang memberitahunya, tapi Nisha. Dia datang ke lokasi dan bilang kepada Shinta bahwa dia adalah kekasihku. Oh, sungguh menyedihkan. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Jelas terlihat pada raut wajah Shinta bahwa dia sangat kecewa padaku. Sejak kejadian tersebut, Shinta seperti menjauh dariku. Padahal kalau boleh jujur aku tidak bisa jauh dari Shinta. Sungguh aneh memang karena yang menjadi kekasihku adalah Nisha bukan Shinta. Tapi, sekarang aku merasa bahwa rasa cintaku pada Nisha sudah tidak sedalam dulu, terlebih aku juga mendengar berita dari temanku bahwa Nisha sering keluar bareng dengan laki-laki lain. Nisha juga sudah tidak begitu perhatian padaku. Sebenarnya aku merasakannya sejak lama. Namun, aku hanya diam saja.

Kehadiran Shinta seolah merubah perasaanku. Lambat laun aku merasa bahwa aku mencintai Shinta. Sepertinya Shinta juga merasakan hal yang sama denganku. Dia memang tidak mengatakannya padaku, tapi aku bisa melihatnya dari sorot matanya. Aku bingung, apa yang harus kulakukan. Ini memang tidak seharusnya terjadi, tapi aku hanyalah manusia biasa yang juga mempunyai hak untuk mencintai atau bahkan dicintai. Aku ingin mengungkapkan perasaanku pada Shinta, tapi aku tidak mempunyai keberanian karena sepertinya Shinta tidak memberikan banyak kesempatan kepadaku untuk berbicara berdua dengannya. Aku hanya bisa berdekatan dengannya saat memerankan sosok Ravi dan Ineke, selebihnya aku merasa jauh dari Shinta.

Hingga suatu saat aku mendengar kabar dari sutradara bahwa Shinta mengundurkan diri menjadi pemain di sinetron tersebut karena dia ada pekerjaan lain di luar negeri. Hal ini membuatku semakin terpuruk, bukan hanya karena Shinta pergi ke luar negeri, tapi juga karena dia sama sekali tidak memberitau hal tersebut padaku, bahkan aku juga tidak bisa menghubunggi nomor teleponnya. Kelihatannya dia benar-benar ingin menjauhiku.

Cerpen Karangan: Nurus Sa’adah
Facebook: Nurus Sa’adah

Cerpen Shakti dan Shinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


When I Love Someone

Oleh:
Mengungkapkan perasaan ke orang yang disukai itu bukan semudah membalikkan telapak tangan. Mulut terkunci, langkah terhenti, dan tubuh membeku. Itulah yang kualami sekarang ini, untuk mengatakan tiga kata “I

Pengorbanan Cinta

Oleh:
Secarik kertas putih di hadapanku, kugerakan tanganku, mulai menggoreskan tintaku dan merangkai kata. Seulas senyum dan semburat merah jambu menghiasi wajahku. Saat ini, aku tengah menulis surat cinta, iya..

Tak Memihak

Oleh:
Satu tahun, ya selama satu tahun aku menunggu dia. Menunggu cinta yang tak pasti, cinta palsu dan kepalsuan yang membawa aku seakan sangat mencintai dia selama satu tahun itu.

Dimana Letak Hatimu

Oleh:
Brugkk..! Kujatuhkan diriku di tempat tidur, diikuti dengan air mata yang dari tadi tidak mau berhenti. Galau rasanya kalau cuma dikasih harapan palsu sama orang yang kita sayang. PHP

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *