Si Tampan Tapi Pembohong

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 1 March 2016

Akhirnya singleku berakhir dan menemui kekasih yang tampan, berkulit putih, mata yang sipit, pipi yang kempot. Ia bernama Rizal, yang menjadi kekasih baruku dan dia sekarang kelas XII. Rizal menerima kekuranganku karena aku ini pendek, kulit gak putih-putih amat, dan sikapku juga terkadang kekanak-kanakan. Namaku Aqila. Aku baru duduk di bangku kelas XI. Kini hubunganku sudah berjalan 3 bulan, selama ini kami tidak pernah ada konflik. Rizal selalu membuatku tersenyum apa lagi saat dia berjanji gak akan selingkuh karena dia butuh cinta yang tulus bukan modal kecantikan, dan dia juga janji akan menjaga mata dan hati untuk tidak melirik cewek lain, karena dia bilang kalau dia udah punya sosok bidadari di hatinya yaitu aku.
Hari demi hari kebahagiaan mulai lengkap dengan adanya Rizal.

Sore ini aku ada janji sama teman mau kerja kelompok saat sedang mengendarai motor, aku melihat Rizal sama cewek lain. Melihat pemandangan tadi membuatku menangis saat sedang mengendarai motor. Sesampai di rumah teman karena mau kerja kelompok, aku langsung menghubungi Rizal tapi non-aktif nomor hp-nya berkali-kali aku hubungi gak bisa. Air mataku terus mengalir layaknya air di sungai. Dan temanku selalu bertanya kenapa aku menangis tapi aku gak sanggup menceritakannya. Malam telah tiba Rizal masih belum menghubungiku. Setiap menit, ditik aku selalu membuka hp tapi masih belum ada pesan dari Rizal. Beberapa jam kemudian hp-ku bergetar dan ternyata Rizal.

“Sayang, maaf hp tadi non-aktif. Soalnya tadi hp dipake kakak dan kartunya di non-aktif,”
Dengan penjelasan yang diberi Rizal membuatku tidak percaya.
“Iya gak apa-apa kok sayang, terus tadi siang kamu ke luar rumah gak?”
“Gak kok, aku di rumah aja,”
“Tapi kok aku lihat kamu pakai jaket kesukaan kamu ke arah taman?”

“Bener sayang aku gak ke luar hari ini lagian motornya dipake Ayah kerja.”
“Oh gitu, iya udah gak usah dibahas.”
“Kamu kenapa yang, kok curiga gitu sama aku?”
“Maaf Rizal kalau aku udah curiga sama kamu, tapi aku berusaha belajar percaya kok sama kamu.”
“Makasih yang. Aku janji bakalan setia sama kamu. Oh iya besok kan weekend kita jalan yuk?”
“Iya sama-sama yang. Tapi aku mau weekend bareng teman-teman.”
“Iya udah aku ikut. Sekalian ketemuanlah yang,”
“Oke deh.”

Udah jam 07:00. pagi ini harus bersih-bersih rumah dan mandi lalu makan. Jarum jam sudah menuju 10:00 aku langsung bergegas pergi dari rumah dan ternyata Rizal sudah menunggu di gang rumahku. Saat sampai taman hanya aku yang berpasangan dan temanku selalu bilang kalau hubunganku membuat mereka iri. Di sana Rizal selalu bersikap romantis dan baik, wajar saja mereka iri padaku apa lagi Rizal itu tampan. Kini hubunganku sudah berjalan 7 bulan dan mulai ada kecurigaanku terhadap sikap Rizal saat ini.

“Selamat pagi sayang, semoga di hubungan ini makin romantis iya jangan ada kebohongan di antara kita,” Doaku saat anniversary yang ketujuh bulan.
“Iya sayang,” tumben Rizal membalas pesanku sangat singkat sekali.
“Kamu kenapa? udah gak sayang lagi?”
“Aku selalu sayang sama kamu selamanya Aqila, jangan pernah berpikiran negatif iya sayang karena aku mencintaimu selamanya.”
“Iya, maafin aku deh,”
“Iya sayang, sayang maaf nanti siang aku gak megang hp jadi gak bisa hubungin kamu.”
“Iya gak apa-apa.”

Udah siang bete nih gak ke mana-mana masa weekend di rumah aja. Aku langsung menghampiri motorku dan pergi menuju rumah temanku untuk OTW bersamaku. Saat di perjalanan temanku melihat Rizal bersama cewek lain, aku langsung mengikutinya dari belakang saat Rizal berhenti aku langsung menghampirinya dan menampar pipinya.
“Tampan kok pembohong!”
“Siapa ini yang, kok nampar kamu? eh, lo siapa datang-datang nampar cowok orang!!”
Nada yang lembut saat bicara dengan Rizal tapi saat denganku nada suaranya berubah.
“Maaf urusan gue bukan ke lo, oh iya Rizal aku mau putus!!” lagi dan lagi aku menampar Rizal dan Rizal hanya bisa terdiam saat ketahuan selingkuh.

Kejadian itu Rizal terus memohon untuk meminta balikan lagi, tapi aku menolaknya karena Rizal hanya membuat janji lalu ingkar janjinya dengan terus-menerus. Dan kata-kata rayuan, gombalan manis itu dibalas dengan kebohongan dan kata-kata manis menjadi pahit. Saat itu pula aku mulai menjahui Rizal si tampan tapi pembohong itu.

Cerpen Karangan: Sugih Prayi Aprillia Dewi
Facebook: Sugih Prayi Aprillia Dewi

Cerpen Si Tampan Tapi Pembohong merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hujan Dan Air Mata (Part 1)

Oleh:
Aku suka jika hujan turun. Karena aku selalu ingat, ketika hujan turun aku bisa menghabiskan waktu hingga dua jam hanya berdua denganmu saja. Aku ingat, ketika hujan turun, kau

Intuisi

Oleh:
“Mug kok kamu motret terus sih?” “Ge, dunia ini terlalu indah untuk hanya kamu lihat sekali” “Terus apa harus motret ke tempat yang jauh?” “Di tempat yang jauh aku

Kehadiran Sosok Mu

Oleh:
Semenjak kehadiranmu di sekolahku. Aku mulai merasa ada sesuatu yang ada dalam diriku tapi aku tidak tahu entah itu perasaan benci atau apa. Pertama ku lihat sosok dirimu saat

Pengagum Si Tukang Curhat

Oleh:
Seiring matahari terbit, meskipun hari ini aku tidak punya jadwal kuliah pagi, aku ingin segera berangkat ke kampus. Aku pun bergegas menyelasaikan sarapan dan langsung pergi berpamitan. Kuhidupkan motor

Di Pantai

Oleh:
Bandung, 12 September 2001 Buat Tika. Hai, kamu masih ingat ketika kita dekat pertama kali? Bukan, bukan di Gereja. Kita memang sudah kenal di Gereja, tapi bukan itu. Maksudku,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *