Sialnya Buah Siwalan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 3 October 2020

Sungai Serayu tampak mengalir tenang. Tidak ada gemuruh riaknya. Nampak jauh di sana, Gunung Slamet jongkok dengan gagahnya.

Enam bulan sejak diasingkan orangtuaku di kota Tirta Kencana. Aku berkenalan dengan seorang gadis kota ini.
Aku biasa memanggilnya Ye. Ye gadis hitam manis pendiam. Ada sedikit jerawat di wajahnya. Aha, tapi tidak menutupi kecantikannya.
Walaupun pendiam, tapi Ye penyuka olahraga sama sepertiku. Menyukai dan memiliki hobby yang sama, akhirnya Ye dan aku saling suka.

Embun muncul dipagi hari, bintang bersinar dimalam gelap. Getar cinta tak disangka kapan datangnya. Sejak saat itu aku dan Ye terus menjalin cinta.

Hari berganti bulan, hingga tiba masa libur sekolah. Aku harus pulang ke kotaku. Aku tinggalkan Ye, aku percaya Gunung Slamet yang perkasa akan menjaga cintaku.
Sebelum berpisah, kugenggam tangan Ye. Aku tawarkan Ye untuk mengajukan permintaan. Ye minta aku bawakan buah asal daerahku yang belum pernah Ye lihat. Demi cinta, aku sanggupi permintaan Ye.

Sepanjang perjalanan ke kotaku yang berjarak 12 jam, aku berpikir keras. Buah apa kira kira yang belum pernah Ye lihat.
Entah aku yang bloon, atau otakku yang ketinggalan di pinggir kali Serayu. 12 jam belum menemukan nama buah yang akan kupersembahkan buat Ye.
Gara-gara cinta, aku juara kelas terbodoh. Hingga hari ketiga di kotaku. Bahkan hingga waktu liburan berakhir, aku masih belum menemukan buah yang kuinginkan. Goblok kan?

Ah Ye pasti kecewa. Aku bingung mesti ngomong apa. Dalam bus yang membawaku kembali ke kota Ye, aku melamun dengan tatapan kosong. Hingga tanpa sengaja aku melihat seorang pedang buah dipinggir jalan. Aku tidak tahu buah apa yang dia jual.

Akhirnya aku minta kondektur bus untuk berhenti. Aku melompat berlari menuju penjual buah.

“Pak buah apa ini?” Aku tak peduli penjual buah sedang melayani pembeli lain.
“Pak pak …”
“Buah apa ini?”
Aku terus bertanya.
“Buah Siwalan, mas”
Akhirnya aku beli 2 tanpa menawar.

Aku hanya berpikir ini buah yang Ye belum pernah lihat. Aku saja baru denger namanya.
Bergegas aku mencegat bus tujuan kota Ye. Aku lega telah menemukan sesuatu untuk cintaku. Pasti Ye suka, pasti Ye senang.

Setibanya di kota Ye. Ternyata Gunung Slamet yang perkasa, Kali Serayu yang bagaikan Naga. Telah gagal menjaga cintaku.
Cincin lambang cinta telah melingkar di jari manis Ye. Aku mundur 3 langkah, berpaling dan pergi.

Sepasang Buah Siwalan lambang cintaku, aku lemparkan ke Kali Serayu. Hanyut dalam sekejap, sesingkat layunya cintaku.

Cerpen Karangan: Anan Sukanan
Facebook: facebook.com/skennanda

Cerpen Sialnya Buah Siwalan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Let Me Be The One

Oleh:
Aku masih tertawa sambil menatapnya. Menatap sosok yang akhir-akhir ini mewarnai hariku. Sebenarnya aku merasa malas untuk menghadiri latihan ini. Namun karena kehadirannya, aku rela pulang malam hanya untuk

Tidak Mudah Untuk Mengerti

Oleh:
“Kadang semua itu bukan untuk didengar, bukan untuk dijawab, tapi untuk dimengerti oleh pihak yang bersangkutan”. Aku ingat sekali kata-kata itu. Bahkan kata-kata itu selalu menjadi penguat ku, ketika

Mengagumi Tanpa Dicintai

Oleh:
Huhh, hari ini hari pertama aku di mos rasanya cape pegell dan seru juga haha, banyak loh yang bilang kalau aku cantik kirain aku cuma di SD doang aku

Musuh Terindah

Oleh:
Hai musuhku, bagaimana kabarmu saat ini. Nampaknya aku melihat senyum yang lain di wajahmu. Senyum yang selama empat tahun belum pernah aku lihat. Senyum yang selama empat tahun yang

Dan Akhirnya

Oleh:
Mungkin tidak hanya aku yang berpikir bahwa hadirnya sebuah kabar itu adalah suatu hal yang penting dan tidak boleh disepelekan. Kabar terkini ataupun kabar terbaru itu sangat aku hargai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *