Surat Cinta Untuk Fika

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 22 February 2016

Sewaktu masih duduk di bangku SMP, Rinto adalah anak yang rajin. Datang sekolah tepat waktu, tak pernah bolos dan santun dalam bersikap. Rinto tidak suka pada pelajaran eksakta, karena buat Rinto dunia tidak punya waktu untuk berhitung. Rinto lebih suka pada pelajaran sastra karena menurutnya, sastra adalah keindahan dalam kehidupan. Rinto sering menghabiskan waktu di perpustakaan, membaca karya Chairil Anwar, WS Rendra, dan Anton Chekov. Jika guru matematika mengajar, Rinto akan menulis puisi bahkan Rinto pernah dihukum oleh guru fisika, karena tidak memperhatikan apa yang sedang dijelaskan. Akhirnya, Rinto dihukum berlari keliling lapangan hingga jam pelajaran usai.

Segala hukuman yang diterimanya, tidak membuat dia jera. Sampai semuanya berubah saat Rinto bertemu dengan Fika. Fika adalah gadis cantik di kelas IPA. Dia memiliki paras seperti artis korea, sedangkan Rinto memiliki paras seperti beruang korea. Banyak anak cowok yang ingin mendapat cintanya Fika. Persaingan ini, otomatis membuat langkah Rinto terhambat, tapi Rinto tidak menyerah. Rinto melakukan berbagai upaya seperti datang lebih awal, lalu menunggu Fika lewat di depan kelasnya. Ya, jatuh cinta bisa membuat orang menjadi rajin. Rinto punya teman bernama Aldi, yang juga sekelas dengan Fika. Di kantin, Rinto akan menanyakan tentang Fika pada Aldi.

“Aldi, Fika ada di kelas gak?” tanya Rinto.
“Ada kok, tadi kita abis diskusi bareng! Emang kenapa?”
“Gak cuma nanya aja,”
“Oh.. Aku pikir kamu suka sama Fika!” cetus Aldi.
“Loh.. kamu tahu dari mana?” Rinto mulai panik.
“Dari gerak-gerik kamu selama ini.” Rinto yang sedang mengunyah bakwan, tersedak mendengar jawaban Aldi.
“Tenang aja! Aku gak akan bilang ke orang lain.” Aldi terkekeh sambil mengelus pundak Rinto.

Rasa takut akan ketahuan, menyebar di otak Rinto. Tapi demi cintanya pada Fika, Rinto mengabaikan perasaan itu. Sebelum masuk di kelas, Rinto meminta Aldi menyampaikan salam pada Fika. Di rumah, sebelum tidur Rinto akan memikirkan tentang Fika hingga ketiduran. Tiap bangun pagi, Rinto akan membuka jendela dan melihat ke arah matahari sambil berkata, “Selamat pagi Fika,” bagi Rinto, Fika adalah matahari yang memberinya semangat di setiap harinya. Di sekolah, tiap berpapasan dengan Fika Rinto akan membuang muka, saat Fika sudah melewatinya Rinto akan berbalik dan mengaguminya dari kejauhan. Romantis sekali.

Seminggu berlalu, Rinto mengajak Aldi, untuk mengatur strategi di kantin.
“Mending kamu datangi Fika, terus bilang kamu suka sama dia,” kata Aldi.
“Tapi aku gak berani!” jawab Rinto. “Ingat Rinto, cinta itu butuh keberanian!”
“Emang kalau kita suka sama seseorang kita harus berani?”
“Ya iyalah! berani berterus terang. Jangan dipendam nanti sakit loh!” jawaban Aldi membuat Rinto mencari cara untuk membereskan masalah asmara ini.

Seperti terbawa angin, ide mendarat di otaknya Aldi saat melihat sekelompok anak cewek saling tukar kertas binder. “Mending kamu tulis surat, pake kata romantis kamu. Pasti dia suka,” kata Aldi ke Rinto. Segaris senyum mengembang di wajah Rinto, lalu Rinto menjawab, “Oke. Tapi kamu yang kasih ya!”
“Oke..” jawab Aldi dengan mantap. Pulang sekolah, Aldi segera menulis surat di kertas pink bergambar pikachu, tokoh utama di film pokemon. Karena informasi yang diperoleh dari Aldi, Fika suka warna pink dan pikachu. Ibarat sebuah mantera, surat yang ditulis Rinto punya daya magis tersendiri.

Esoknya di jam istirahat, Rinto dan Aldi bertemu di taman. “Fika mana?” tanya Rinto. “Tuh sama teman-teman. Suratnya mana?” kata Aldi. Rinto melamun melihat Fika yang sedang tertawa dengan teman-temannya. Keceriaan di wajah Fika, meyakinkan Rinto bahwa Fika adalah salah satu keajaiban dunia. “SURATNYA MANA Rinto?” desakan Aldi, membuyarkan lamunan Rinto. Tanpa membuang waktu, Aldi segera memberi surat itu pada Fika. Belum sampai semenit, raut wajah Fika berubah drastis. Dari ceria menjadi suram, ibarat langit yang tadinya cerah mendadak hujan. Fika lalu melihat ke arah Rinto, dengan sekali helaan napas Fika berteriak.

“Rinto KAMU GAK LEVEL SAMA AKU!” suara Fika menggelegar seperti petir yang menyambar Rinto di siang hari. Kalimat yang ke luar dari mulut Fika membuat Rinto seolah menjadi patung. Derai tawa datang dari segala arah, dunia serasa berhenti berputar. Hatinya Rinto remuk, seiring dengan Fika yang meremukkan surat cintanya Rinto. Aldi terkejut, dia segera membawa Rinto ke kantin dan menenangkannya.

“Sabar Rinto, kayaknya ini bukan waktu yang pas buat jatuh cinta! Lagian kalau kita sudah sukses pasti banyak yang mau sama kita,” ucap Aldi.
“Iya, kamu benar. Ini bukan waktu yang pas buat jatuh cinta. Tapi setidaknya aku tahu, arti dari sebuah penolakan sakitnya beda tipis dari cinta yang tidak tersampaikan.” jawab Rinto sambil tersenyum. Kini, Aldi dan Rinto mengambil hikmah dari kejadian tersebut. Mereka pun berjanji tidak berpacaran sampai mereka meraih kesuksesan masing-masing.

Cerpen Karangan: Rizal
Blog: rizalistis.blogspot.com

Cerpen Surat Cinta Untuk Fika merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cowok Biasa

Oleh:
Gue Raga, cowok biasa. Satu sekolah cuma kenal gue sebagai kapten futsal SMA Garuda. Selebihnya gue siswa. Di kelas gue cuma bisa raih peringkat tiga. Untuk jadi yang pertama

Budaya Yang Terhina

Oleh:
Saat itu sang surya masih sanggup memancarkan sinarnya dari ufuk timur, Sekar adalah remaja yang berasal dari Palembang. Sekar adalah remaja yang cerdas, baik, rajin, telaten, cantik, dan juga

Kekinian Lipstick Matte

Oleh:
Jujur, gue terlahir sebagai selebriti yang kerjaannya tiap hari ada di dalam layar. Seperti Rina Nose gitu, bedanya gue sama dia tuh tipis sih, kalau Rina Nose di layar

Cemburu Tanda (Terlalu) Cinta?

Oleh:
Keadaan ruangan itu gelap dan remang-remang, saat sepasang muda-mudi mencari suatu barang. Ialah Fay, lelaki bertubuh atletis itu, masuk menemani Yuna kekasihnya, gadis penakut yang bawel. Mereka berdua berniat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *