Tak Sepenuhnya Rapuh

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 10 October 2018

Hill, begitulah Andra memanggilku. Perlu kalian tau kalau Andra adalah kekasihku. Hubungan kami sudah berjalan kurang lebih sekitar 3 bulanan. Aku dan Andra begitu bahagia dengan hubungan kami. Setiap akhir pekan Andra selalu ke rumah. Terkadang mengajakku jalan terkadang juga hanya sekedar ngapel saja.

Tapi sejak 2 minggu ini Andra tidak lagi ke rumah. Bahkan akhir-akhir ini ia juga jarang menghubungiku. Yang bisa aku lakukan hanya berpikir positif. Biasanya jika ia tidak ke rumah dan tidak menghubungiku aku hanya berpikir mungkin Andra sedang sibuk dan banyak tugas.

Hingga suatu hari aku mendapatkan pesan dari Reon, teman sekelas Andra. Di pesan itu ia bertanya apakah aku masih berpacaran dengan Andra dan jawabanku adalah Iya.

Tak lama kemudian ia kembali mengirimi pesan padaku dan mengatakan bahwa Andra kini sedang berselingkuh dengan perempuan dari sekolah lain.

Menurut kalian bagaimana ekspresiku? Tentu saja aku sangat terkejut. Kekasih mana yang tidak terkejut bila mendengar pasangannya berselingkuh.

Aku memutuskan bertanya lebih lanjut pada Reon. Aku sempat berharap Reon memiliki bukti dan dia memang memiliki bukti. Ia mengirimiku gambar ketika Andra dan perempuan selingkuhannya berjalan bersama dengan mesra.

Oh tuhan, rasanya mataku panas. Tanpa sadar air mataku mengalir membasahi pipiku. Rasanya aku tak percaya tapi melihat foto barusan membuatku benar-benar harus percaya pada kenyataan itu.

Besoknya di sekolah aku mengajak Andra bertemu di taman sekolah.

“Aku minta putus.” sekuat tenaga aku mengucapkan kata-kata yang sebenarnya tidak ingin kukatakan pada Andra.
“Kamu baik-baik aja kan? Kenapa tiba-tiba minta putus? Udah bosen sama aku atau udah ada yang baru?” ia menghujamiku dengan berbagai pertanyaan yang membuatku bingung bagaimana menjawabnya.
“Kamu kali ada yang baru, aku sih setia.” ketusku.

Aku melihat Andra kebingungan dengan perkataanku barusan.
“Maksud kamu apa?” tanya Andra.

Aku menunjukkan foto yang dikirim oleh Reon kemarin.

Di waktu bersamaan ponsel Andra berdering. Ia melihat layar ponselnya yang menunjukkan sebuah panggilan masuk. Ia terlihat ragu sesaat, dengan segera aku mengambil ponsel Andra dan melihat siapa yang menelepon.

My girlfriend.

Hatiku rasanya mencelos melihat siapa yang menelepon Andra.

“Kita putus, kamu ga perlu minta alasan ke aku karena kamu udah tunjukkin alasan kenapa aku minta putus!” aku berlari ke kamar mandi sambil menahan tangis.

Di depan kamar mandi aku tidak sengaja menabrak Reon.

“Lo nangis?” tanya Reon.

Tanpa menjawab aku langsung memeluk Reon dan menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan Reon. Untungnya Reon tidak keberatan sama sekali justru ia mengusap punggungku pelan sambil menenangkan aku. Aku tak lagi peduli dengan tatapan orang lain.

Setelah puas menangis aku masuk ke kamar mandi dan mencuci muka. Kulihat bayanganku di cermin. Mataku terlihat merah khas seperti orang yang habis menangis. Kemudian aku keluar dari kamar mandi dan segera menuju ke kelas.

1 bulan kemudian…
Kini aku dan Reon sedang berada di taman kota. Jika kalian bertanya kenapa aku bersama Reon maka jawabannya adalah kami memang sedang dekat. Sejak kejadian di kamar mandi itu aku dan Reon menjadi semakin dekat sampai sekarang. Karena Reom juga aku bisa melupakan Andra yang pernah menyakitiku. Bersama dengan Reon menurutku jauh lebih baik.

“Hilda.” panggil nya dan aku hanya berdehem pelan.
“Gue suka sama lo.” ungkap Reon sontak aku langsung menoleh.
“Iya, gue suka sama lo.” ucap Reon memperjelas ucapannya barusan.
“Gue masih belum siap buat pacaran lagi Reon, maaf.” jawabku.
“Gue tau, lagian gue juga cuma bilang kalau gue suka sama lo dan gue juga nggak minta lo langsung suka ke gue kok.” jelasnya.
“Maaf.”
“Gue bakalan tunggu lo sampai lo benar-benar siap untuk pacaran lagi.” ucap Reon dan aku hanya mengangguk pelan.

Detik selanjutnya Reon memelukku dengan sangat erat seperti ketika ia memelukku di depan kamar mandi 1 bulan yang lalu.

Cerpen Karangan: Natasyahbella
Blog / Facebook: Tasya Bella

Cerpen Tak Sepenuhnya Rapuh merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Terlalu Berharap Padamu

Oleh:
Entah harus mulai dari mana aku menceritakannya, ketika memulai membuka hati dengan orang yang menurutku pantas dan menarik untuk menjadi pengisi hatiku itu. Berbagai cara ku mencoba untuk memberikan

Pemilih Dan Pilihannya

Oleh:
Malam hanya datang bersama rasa pahit yang masih mendera keceriaanku. Ya, saat dimana aku harus bungkam dalam kesunyian dan kerinduan yang tak beralasan. Sebelum memejamkan mata ini yang telah

Bunga Terakhir

Oleh:
Sekarang kebahagiaanku sudah sangat terasa lengkap. Hal pertama! Aku mempunyai kedua orangtua yang sangat baik dan pengertian, hal kedua! Aku mempunyai dua sahabat yang sangat sejati, mereka humoris selalu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *