Tentangnya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 17 January 2018

Tentangnya. Tidak sesingkat itu. Aku ingin menuliskan banyak lagi tentangnya. Meski dia tidak melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan untuknya. Tapi aku punya cara tersendiri untuk mengekspresikan apapun yang menarik perhatianku.

Aku suka menulis. Sama seperti aku menyukainya. Karena menulis adalah satu-satunya cara yang pantas dilakukan di saat semua hal yang dilisankan tak mampu dicerna jelas, di saat sebuah rasa lewat kata-kata tak terbalas, di saat semua aksi tak mampu merebut perhatiannya, dan di saat apapun yang kita inginkan tak berpihak pada kita. Karena.. menulis telah mengaliri sebagian dari jiwaku.

Aku menyukai semua hal yang ada pada dirinya. Meski dia bukanlah sesosok yang istimewa, tapi aku begitu menyukainya. Dia sungguh berbeda. Ada hal unik yang tersirat dalam dirinya yang sederhana. Dan aku.. mengaguminya dengan cara pandang yang berbeda.

Sering kali aku mencari alasan yang tepat mengapa seseorang sepertinya mampu membuatku jatuh hati. Namun, sejauh aku aku mencari jawaban, hanya malah makin memperumit keadaan yang ada.

Apakah kau hanyalah suatu ilusi optik? Yang pernah menatapku dengan cara yang tak biasa. Yang pernah memberiku sebuah senyuman yang tak pernah kumengerti. Kau pernah, memberiku harapan bahwa kupikir kau juga menyimpan rasa untukku. Apa maksudmu? Memperlakukan itu semua kepadaku, lalu membiarkanku jatuh begitu saja? Apakah hanya sebuah perlakuan sok manis yang kau tujukan untuk seorang adik dari teman baikmu? Memang berat rasanya, saat kutemukan diriku jatuh untuk seorang sahabat dari kakak laki-lakiku.

Kau, seseorang yang pandai bergaul, menciptakan tawa teman-temanmu, penendang bola terhebat di mataku. Setiap orang menyebut namamu, ingin menyaingi dan mengalahkan skil-mu. Dan aku hanya tersenyum tipis saat teman-temanku membicarakanmu.

Aku tak pernah mengira bahwa aku akan jatuh hati padamu. Kau yang dulunya hanyalah kukenal sebagai seorang teman baik abangku. Kini telah menjelma sebagai sesosok yang tak biasa bagiku. Namun, entah sejak kapan rasa itu hadir dengan sendirinya. Apakah karena letak kelas kita satu lantai, sehingga mengharuskan aku untuk lebih sering bertemu denganmu setahun terakhir ini? Memang benar kata orang, cinta muncul karena terbiasa bersama dan bertemu.

Aku suka memandangi langkahmu saat melewati kelasku. Meski terkadang hal itu agaknya sedikit melunturkan bahagiaku saat bertemu denganmu. Kau tak sendiri, kau bersamanya. Bisa kurasakan itu, ada hasrat yang membara antara kau dan dia. Tawamu saat sedang bersamanya. Aku benci itu. Namun, walaupun begitu aku masih suka memandang tawamu, meski bukan diperuntukkan untukku.

Kau tahu, aku menyukaimu. Tapi, aku ingin lebih dari itu. Aku ingin kau mengerti, bukan sekedar tahu. Aku ingin kau memaknai, bukan sekedar membaca. Apakah sebuah surat dariku beberapa waktu lalu tak cukup bagimu? Ataukah itu terlalu berlebihan? Baiklah, mungkin memang iya. Entah itu kecerobohan ataupun keberanianku sehingga rasaku tersampai dengan jelas. Walau tidak cukup sepenuhnya. Namun langsung pada poinnya.

Oh ya, satu lagi. Ada hal yang tak bisa kulupakan tentangmu. Saat melihat aksi spontanmu menendang bola nyasar yang dimainkan anak-anak sekolah dasar. Hampir saja bola itu mengenaiku. Padahal aku juga ingin menendang bola itu. Hanya untuk sekedar merebut perhatianmu, boleh kan?

Apakah cinta memang diciptakan hanya untuk menciptakan luka? Itulah jawaban yang masih belum kutemukan sampai saat ini. Lalu, apalagi? Jika memang iya, aku akan berhenti mencintaimu. Semampuku, sebisaku.

Ketika mengagumimu hanya menciptakan luka.. haruskah aku bertahan pada rasa yang tak ada ujungnya ini? Menyukaimu secara berlebihan adalah hal terbodoh yang pernah kulakukan.

Sebersit rasa ini tumbuh begitu saja. Sampai waktu membawa kita ke ujung perpisahan.

Segalanya akan kuhapus, rasa sakit yang pernah kau berikan.

Ini untuk terakhir kalinya, aku menulis tentangmu.

Grazie per tutto di te..

Cerpen Karangan: Rembaflow

Cerpen Tentangnya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Oh Ternyata

Oleh:
Aku bersahabat dengan Dinar semenjak kami duduk di bangku SMP. Aku sudah sangat mengenalnya, hapal dengan tingkah lakunya yang kadang-kadang sedikit berlebihan dan kurang peka terhadap perasaan orang lain.

Hujan Dan Air Mata (Part 2)

Oleh:
Sore itu aku jadi tahu, apa alasanmu mempertahankan kesendirianmu dan menolak banyak Royal Prince yang berusaha untuk memilikimu. Aku biarkan kau diam. Ya… ya, dan akhirnya lagu Jamrud itu

Saat Hati Telah Luka

Oleh:
Burung kutilang berkicau dengan merdunya di dahan tertinggi pohon jambu biji yang tumbuh tinggi di samping sebuah rumah berlantai dua. Tepat di samping burung kutilang beretngger, sebuah jendela berdaun

Laki Laki Puisi dan Gadis Bunga

Oleh:
Aku benci laki-laki itu. Memang sudah sepantasnya aku membenci dia. Dia datang lalu pergi begitu saja. Begitukah cara laki-laki memperlakukan seorang wanita? Laki-laki yang ku sebut dengan laki-laki puisi.

Ketika Cinta Harus Move On

Oleh:
“Sya, sebenarnya aku… aku suka sama kamu, aku sayang sama kamu!!!” DEGGG seketika aku terkaget mendengar perkataannya. jantungku pun mulai berdetak tak karuan. Lucaz, cowok yang selama ini dekat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *