Ternyata

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 4 February 2018

Hidup itu indah jika kita bisa merelakan seseorang yang kita sayangi. Walaupun yang kita sayangi itu bersama dengan teman sendiri. Beginilah kehidupan yang sedang dijalani oleh seorang Bobby yang ditinggalkan istrinya tanpa ada satu kata yang terucap sebelumnya. Tak pernah disangka sebelumnya cerita sinetron yang ada di tv tv itu nyata adanya. Beginilah awal cerita cinta menunggu kepastian yang sedang diajalani oleh Bobby.

Bobby adalah seorang yang ganteng cool dan menawan. Dia bersekolah di kampus terkenal di Semarang. Di sinilah pertemuan pertama dengan istri si Bobby tersebut sebut saja namanya Irma. Tak lama pertemuan dan hubungan mereka berlanjut sampai akhirnya mereka memutuskan untuk melaksanakan ikatan pernikahan. Dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun mereka dikarunia seorang anak laki laki yang mereka beri nama Nanda.

Ketika Nanda berumur 5 tahun Nanda ditinggalkan seorang diri di rumah. Ketika si Bobby melihat Nanda seorang diri di rumah ia pun mencari cari ke mana ibunya pergi. Dengan sedikit emosi Bobby menelepon Irma namun tak ada jawaban darinya. Bobby pun binggung ada apa dengan istrinya tersebut tidak seperti biasanya begini. Tak pernah ada pertengakaran di antara keluarga mereka sedikitpun. Bobby juga sudah menghubungi pihak keluarga Irma juga namun mereka juga tak tahu ke mana anak mereka pergi. Dan Akhirnya Bobby harus merawat anaknya itu seorang diri tanpa adanya seorang ibu yang mendampingi anaknya tersebut. Untung saja orangtua Bobby sukarela membantu merawat cucu mereka itu.

Tak terasa 6 tahun sudah berlalu tiba tiba ada kabar dari seorang temannya yang berada di Semarang kalau dia melihat istrinya di sana.
“Hei, Bro kamu kok pindah ke semarang ndak bilang bilang sih? Aku tadi lihat istrimu di dekat mall” kata temannya.

Ketika Bobby mendapat kabar itu ia pun langsung bersiap siap pergi ke semarang sesuai dengan apa kata temannya ketika dia melihat istrinya berada di situ. Bobby pun menunggu dan terus menunggu akhirnya ia pun menemukan sosok istrinya yang dulu. Boby membuntuti Irma itu menuju ke rumahnya. Sesampainya di sana Bobby pun memberanikan diri untuk menemui istrinya tersebut.

“Tok tok tok…”
Pintupun terbuka dilihatnya istri yang dulu mendampinginya dan melahirkan buah hati yang mereka cintai kini telah bersama dengan orang lain dan ternyata orang lain itu adalah temannya sendiri. Bobby pun dipersilahkan masuk ke dalam rumah tersebut. Suasana kurang nyaman pun tercipta.

Akhirnya Bobby angkat bicara. “Selamat ya Irma sekarang kamu sudah bahagia, terima kasih karena dulu telah hadir dalam hidup saya dan anak saya. Cukup tahu dan akhirnya aku bisa memberikan kepastian kepada diri sendiri anak dan juga orangtuaku”.
Setelah itu Bobby akhirnya pergi dan hidup dengan anaknya tersebut.
Kini anaknya tersebut sudah SMA berumur 19 tahun.

Cerpen Karangan: Triyanti
Facebook: Yantitri97[-at-]yahoo.co.id

Cerpen Ternyata merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kapten Mentariku

Oleh:
1..2..3.. “hore, aku jumpa dia.” Kali ini dia tersenyum lebih manis dibanding yang kemarin kemarin. Hari ini aku sangat senang. ya beginilah kegiatan ku setiap pagi menunggu seseorang buatku

Aku Bukan Layang Layang

Oleh:
“Maaf Dany, hubungan kita sepertinya sampai di sini saja!” “Kenapa Nisa? Bukannya beberapa hari lalu kamu sudah berjanji untuk terus bersamaku, bahkan hingga kita menikah nanti?” “Maaf, aku minta

Khayalan Dalam Mimpi

Oleh:
Aku masih ingat jelas saat aku pertama bertemu dengannya. Tatapannya masih terekam jelas di memoriku, senyumnya mengalihkan dunia. Edo, iya dia hanya adik kelas yang bisa membuatku jatuh dan

Janji Hujan

Oleh:
Sore menjelang, hampir memuncak menjadi senja. Hujan menetes dari langit-langit cakrawala tanpa henti-hentinya. Sepatu beserta seragamku sudah basah dibuatnya, tak dapat menghindar dari serangan ganas percikan air hujan. Sudah

Haruskah Aku Mati Karenamu

Oleh:
Aku melempar selimut yang masih menutup badanku dari bahu hingga kaki dengan malas, sangat malas. Karena, hari ini aku harus bersekolah di sekolah baru, harus beradaptasi lagi, harus berkenalan,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *