Tetanggaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 17 August 2015

Seperti biasa, sore itu Afira dan temannya Tanti jualan Jus di depan rumah Tanti untuk berbuka puasa, setelah lama menunggu gak ada juga yang beli, tiba-tiba datang seorang cowok dengan badan kurus tinggi, warna kulitnya sawo matang dan ganteng menghampiri mereka berdua, ternyata cowok itu mau membeli Jus mereka.

“Mau beli Jus nya dong” Kata cowok tadi.
“Iya, mau rasa apa?” Jawab Afira.
“Hhmm, rasa melon aja, harganya berapa?” Tanya cowok tersebut.
“Cuma 5 ribu aja” Jawab Afira lagi.

Setelah Afira dan Tanti selesai membuat Jus untuk cowok tadi, lalu cowok tadi membayarnya dan langsung pergi. Dalam hati Afira bertanya-tanya “cowok tadi siapa yaa? ganteng juga” Afira tersenyum sendiri.

Waktu buka puasa mulai masuk Afira buru-buru pulang ke rumahnya, belum sampai di rumah Afira bertemu lagi dengan cowok tadi yang membeli Jusnya, tapi cowok tersebut cuma diam dan langsung pergi. Hati Afira mulai penasaran dengan cowok tersebut, rasanya dia ingin bicara-bicara dengan cowok tersebut, tapi cowok tersebut cuek dan susah untuk diajak komunikasi.

Keesokannya, Afira pergi main ke rumah teman dekatnya yaitu Andin, Afira curhat pada Andin tentang cowok yang dia temui.

“Ndin, kemarin aku ketemu cowok, dia ganteng dan aku penasaran siapa itu cowok, tinggal di mana?”
Andin menjawab. “Oh iya.. Ciri-cirinya gimana? Aku juga naksir sama cowok ra, dia baru tinggal di sini.”

Ditengah perbincangan mereka berdua, lalu cowok tersebut lewat dan berjalan menuju rumahnya, Afira heran.

“Jadi cowok itu tetangga kita ndin?”

Andin menjawab, “Iya ra, memangnya kamu belum tahu? cowok itu yang aku taksir ra, namanya Andra, dia kuliah di Yogyakarta, sekarang sudah semester 6, ganteng kan ra?”

Seketika itu Afira terdiam, Andin yang dari tadi bercerita-cerita tentang cowok tersebut juga mulai terdiam dan heran melihat Afira diam saja, Andin mencoba memulai percakapan.

“Afira, kenapa kamu diam aja? ada ucapanku yang salah?”
“Gak ndin. Aku gak apa-apa” Jawab Afira kesal.
“Kalau aku salah aku minta maaf ra” Kata Andin.
Dengan nada sayu Afira berkata “Sebenarnya cowok yang aku taksir itu yang mau aku ceritakan sama kamu yaitu Andra, cowok dekat rumah kita, tetangga kita yang baru itu ndin.”
“Berarti cowok yang kita naksir sama ra?” Jawab Andin. Afira mengangguk dan mereka sama-sama terdiam.

Esoknya, pada saat Afira keluar rumahnya, tanpa sengaja dia melihat Andra dengan seorang cewek di sampingnya dan tanpa sengaja juga dia mendengar percakapan mereka berdua, ternyata Andra dan cewek tersebut sudah bertunangan dan cewek tersebut adalah pacar Andra. Di situlah hati Afira makin hancur, padahal dia berharap Andra menjadi pacarnya, orang yang dia impikan selama ini. Melihat itu semua, Afira menceritakan semuanya kepada Andin dan Andin juga terkejut mendengarnya.

“Berarti Andra bukan orang yang tepat buat kita ra, lagian masih banyak cowok yang lain” Kata Andin, lalu Afira menjawab dengan tersenyum dan semangat.
“Iya ndin, betul banget, lupakan dia mulai detik ini,”
“Nah.. gitu dong, kita jadi sahabatan lagi, masih banyak yang lain lagi buat kita” Kata Andin menyambung.

Ternyata hari itu Andra dan tunangannya akan balik ke Yogyakarta dan pada saat itu Afira dan Andin mengucapkan selamat jalan kepada Andra dan pasangannya. Andra tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada mereka berdua. Walau sebenarnya hati Afira berat melepaskan kepergian Andra ke Yogyakarta, tapi dia mencoba bersabar dan mengikhlaskan semuanya, bahwa sesuatu yang kita inginkan belum tentu mungkin akan terwujud dan Allah SWT pasti punya maksud dan tujuan tertentu kedepannya.

Cerpen Karangan: Rahmi Intan
Facebook: @Rahmi Intan (MarVanita)

Cerpen Tetanggaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


When I Love Someone

Oleh:
Mengungkapkan perasaan ke orang yang disukai itu bukan semudah membalikkan telapak tangan. Mulut terkunci, langkah terhenti, dan tubuh membeku. Itulah yang kualami sekarang ini, untuk mengatakan tiga kata “I

Nindia and Twin Prince

Oleh:
Nindia adalah mahasiswi semester pertama salah satu Universitas di Jakarta, cewek ini sih asli Yogyakarta tapi dia memilih jalan hidup yang berbeda. Dia rela meninggalkan Keluarga dan semua kemewahan

Ujian Praktik Berenang

Oleh:
Ujian Nasional merupakan suatu kegiatan yang sangat mendebarkan bagiku. Saat itu aku kelas 3 SMA di salah satu sekolah negeri di kota Banyuwangi. 3 hari aku menempuh ujian tersebut.

Hanya Terlukis Pedih

Oleh:
Berawal dari tempat kerja, kami memulai komunikasi ini, komunikasi awal yang masih jelas tersimpan dalam ingatanku adalah saat dia meminta tolong padaku untuk menemaninya pergi merujuk pasien ke rumah

Fredella dan Retorik (Part 2)

Oleh:
Sesudah itu, aku sudah sangat senang sekali karena itu biaya kuliahku tidak memberatkan lagi orangtuaku yang sangat aku sayangi. Akhirnya terjerembablah semua usaha Adara yang selalu berusaha menjatuhkanku, walaupun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *