Untuk Pertama Kalinya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 16 March 2016

Namaku Khumairoh. Aku anak pertama dari 4 bersaudara. Saat ini aku duduk di bangku kls 2 SMA. Ya hanya menunggu satu tahun lagi untuk lulus dan meracang masa depanku. Umurku sekarang mungkin bisa kalian tebak, gadis yang duduk di bangku kls 2 SMA mungkin ada pada angka 17 atau 18 tahun. Ya, aku berbeda dengan yang lainnya, umurku saat ini baru menginjak 16 tahun, bahkan aku adalah si bungsu di kelasku. Meskipun nyatanya aku si sulung di keluargaku. Mungkin memang benar, anak-anak seumurku sedang menikmati masa-masa yang berbau percintaan. Ya kalau tidak sedang kasmaran, pasti sedang sakit hati, memang hal yang lumrah untuk remaja-remaja seumurku.

‘Kriiing… Kriiing’ alarm membangunkanku untuk salat subuh, seperti biasa aku salat, membereskan kamar, sarapan, dan akhirnya berangkat ke sekolah.. “Aku berangkat ya Bu, assalamualaikum.” pamitku pada ibuku.
“Hati-hati Kak, waalaikumsalam.” Jawabnya singkat.
Jarak rumahku ke sekolah lumayan jauh, memakan waktu sekitar seper empat jam.

Hari ini hari senin, hari yang amat membosankan untukku. Dengan jadwal mata pelajaran yang menjenuhkan ditambah saat upacara yang membuatku malas. Tapi ada satu hal yang membuatku sangat semangat untuk pergi ke sekolah. Siapa lagi kalau bukan Iden, hehe dia teman sekelasku sejak kelas 10. Kami dulu pernah menjalin hubungan, cinta monyetlah, namun tak bertahan lama, bahkan tak sampai satu bulan. Dan tanggal 6 april kemarin, Iden kembali mengajakku untuk menjadi kekasihnya, untuk menemani harinya, dengan kata-kata gombal yang membuatku seakan terbang meskipun aku tak memiliki sayap.

Hari-hariku terasa berwarna, tatkala dia yang nakal berjanji kepadaku untuk merubah sikapnya demi aku. Hmm mungkin bisa terbayangkan betapa bahagianya aku menjadi seseorang yang bisa membuatnya berubah menjadi lebih baik. Tepat sekarang monthsarryku dengan Iden, ya 6 mei, satu bulan berjalan hubungan kami. Memang aku merasa ada yang berubah dengannya, perhatiannya sedikit bertambah dibandingkan dulu pertama pacaran, mungkin dia mulai dewasa pikirku. Tapi sayang, dalam sebulan ini kami sering bertengkar, pertengkaran yang aku anggap tidak penting. Dia kadang marah-marah tanpa sebab padaku.

Alasannya aku yang telat membalas chatnya-lah, aku yang cuek, aku yang ini itu, seakan aku yang terus salah, tapi tak apalah, aku sudah biasa dengan sikapnya yang seperti itu. Biarkan saja semua ku lakukan demi ‘cinta’ yang terkadang membuatku sesak dan mengeluarkan air mata. Semakin hari Iden semakin berubah, padahal satu bulan kemarin dia terasa hangat meski dengan sikapnya yang sering marah-marah. Bahkan minggu ini sudah 3 hari dia tak mengabariku, di kelas pun dia seolah orang yang tidak mengenaliku. Ada apaaaa? Benakku bertanya-tanya! Bosankah dia padaku? Sebenarnya aku salah apa? Mungkinkah ada hal yang aku lakukan dan membuatnya membenciku? Ah sudahlah, ini sangat mengganggu pikiranku.

Beberapa hari lagi monthsarryku yang kedua dengannya, aku menunggu untuk tanggal itu, 6 tanggal indah saat dia memintaku untuk kembali hadir dalam kehidupannya, tetapi kenapa sikapnya malah menyakitiku. Sekarang tanggal 29, tanggal 6 sudah di depan mata, tetapi sikap Iden semakin dingin, dia yang tak ada kabar, dia yang tak menyapa, dia yang sekarang seolah masa bodo terhadapku, padahal aku ini ‘kekasihnya’. Aku mulai risih dengan omongan anak-anak yang bilang bahwa Iden bermain gila di belakangku, dia menjalin hubungan dengan adik kelasku. Tapi tak ku hiraukan, aku percaya dengan Iden, aku percaya dengan kekasihku, kekasih sekelasku yang sering aku temui setiap hari.

Tapi aku salah, aku terlalu percaya, aku terlalu sayang, aku terlalu tertipu dengan kelakuannya. Tadi pagi aku sangat bahagia dengan kelakuannya, dia kembali menyapaku, dia kembali mengajakku bercanda tapi apa? Ketika dia pergi ke kantin, aku aku sengaja meminjam handphone-nya, ku buka akun facebooknya, aku penasaran dengan perkataan anak-anak. Aku mengumpulkan keberanianku untuk membuka pesan facebooknya, dan ternyata apa? Satu pesan aku masih kuat, 2 pesan, 3 pesan, hatiku hancuuuuur, dia benar-benar mengecewakanku.

Bukan hanya satu atau dua wanita yang ia goda. Tetapi bahkan benar perkataan anak-anak tentang kelakuan Iden yang tak aku ketahui. Tangisku pecah, ini pertama kalinya aku menangis kencang di pelukan sahabatku Aisyah, aku histeris, tak bisa ku tahan sakit ini Tuhan, orang yang aku percaya, yang aku banggakan. Sia-siakah pengorbananku membuatnya menjadi anak yang baik, aku salaaah, aku benar-benar salaaaah mempercayainya. Aku harus apa? Nasi sudah menjadi bubur. Aku terlanjur mencintainya. Aku terlanjur takut kehilangannya. Tapi sekarang apa yang bisa ku lakukan? Jika sudah ku tahui bahwa orang yang aku anggap mutiara kini membuatku terluka.

Iden pun datang seolah tak punya salah atau apa. Aku yang sedang menangis pun tak ia tanya kenapa, tak khawatirkah dia padaku? Bahkan dia memasang wajah datar setelah salah satu temanku memakinyaa. Tapi apa responnya? Dia hanya tersenyum dan tak ada kata maaf sama sekali. Hatiku semakin sakit, aku semakin lemah, sebenarnya kurang apa aku selama ini padanya? Aku sudah cukup sabar menghadapi sikapnya, aku sudah cukup kuat dengan kelakuannya. Tapi apa balasannya padaku? Segila inikah laki-laki yang ku sayang? Setidak peduli itukah dia?

Aisyah menguatkanku, dia membuatku tegar, dia menginginkan aku menjauhi Iden untuk beberapa saat ini. Bahkan lebih baik aku memutuskannya. Sejak itulah ku putuskan untuk berhenti menjadi kekasih Iden, aku lelah jika harus menahan sakit terus menerus. Padahal, ini pertama kali aku mempunyai pacar satu kelas, ini pertama kali aku benar-benar jatuh cinta pada laki-laki. Ini pertama kalinya aku terlalu percaya hingga aku menangis di dalam kelas. Ini pertama kalinya aku merasakan sakit yang sesakit-sakitnya. Ya ini pertama kalinya

Cerpen Karangan: Yusrini Nur Kulsum
Facebook: Yusrini Nur Kulsum

Cerpen Untuk Pertama Kalinya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bayang Bayang Semu

Oleh:
Namanya pernah aku tulis dalam lembaran-lembaran diaryku, ingin sekali aku bercerita pada dunia, bahwa hadirnya pernah mengisi hari-hariku, aku tau kehadirannya begitu singkat dan sederhana, tapi semua meninggalkan cerita,

Cinta Dalam Diam

Oleh:
Masa SMA merupakan masa masa terindah bagiku. Masa masa dimana aku tertarik dengan lawan jenis. Bukan berarti aku belum tertarik dengan lawan jenis ketika SMP, aku sudah tertarik akan

Kasih Tak Sampai

Oleh:
“Cinta adalah sahabat, kasih sayang dalam persahabatan sama halnya dengan kekasih. Jika kekasih bisa jadi sahabat maka cinta akan lebih mengesankan, tapi jika hanya mampu jadi teman tidak akan

Angga

Oleh:
Dia adalah Angga, anak sekolah yang sering tidur di kelas. Bahkan, teman-temannya sering memanggilnya tumor -tukang molor. Suatu ketika dia ketiduran hingga jam pelajaran usai, untungnya Niwi segera membangunkan

Cinta Ku Kau Terlantarkan

Oleh:
“Ham, aku sayang sama kamu. Aku.. Aku cinta sama kamu…” kata-kata gadis cantik itu masih terlintas di pikiran seorang pemuda ini. Ya pemuda itu adalah Ilham. Ucapan dari sang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *