When I Love Someone

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 25 September 2016

Mengungkapkan perasaan ke orang yang disukai itu bukan semudah membalikkan telapak tangan. Mulut terkunci, langkah terhenti, dan tubuh membeku. Itulah yang kualami sekarang ini, untuk mengatakan tiga kata “I Love You” saja tak sanggup di hadapannya.
“Kamu kenapa Man?” tanya Zahra disaat kami sedang duduk berdua.
“Aku tak mengapa kok.” jawabku dengang tubuh dan nada suara gemetar.
Tatapan matanya seolah menyihirku sehingga aku tak bisa melakukan apa-apa.

Zahra adalah teman semejaku dari kelas satu sampai sekarang ini. Sejak kelas satu aku memang menyukainya. Lama sudah, tapi aku rasa aku belum sanggup untuk mengungkapkan ini semua kepada Zahra. Alasannya ialah “takut ditolak”, alasan klasik penghambat keinginanku. Kekagumanku kepada dirinya bukan sekedar parasnya yang cantik, dia juga cerdas dan soleha. Lelaki mana yang tak ingin menjadi pendampingnya kelak.

Hujan pagi ini seolah mencerminkan perasaanku sekarang ini, nelangsa mencintai Zahra tanpa ada titik temu untuk mengeluarkan semuanya. Senyumnya pagi ini mengusir mendung penghuni hatiku.
“Selamat pagi Roman, kamu uda siap pr fisika?” sapanya saat aku datang.
“Sudah kok Zahra.” jawabku.
Kami memang akrab sekali di kelas, tapi itu semua cuma sebatas sahabat saja, tak lebih. Kami sering belajar dan berdiskusi bersama di kelas juga curhat-curhatan.

“Zar, aku mau curhat nih sama kamu boleh gak?”
“Ya udah ceritalah, biarku dengerin.” jawabnya.
“Aku lagi suka sama seseorang nih Zar, tapi aku gak berani ngungkapin ke dia.”
“Kenapa gak berani Roman? Ntar keburu diambil orang lho.”
“Aku gak berani ngomong langsung ke dia Zar, takutnya ditolak.”
“Hahaha, kamu ini gimana sih, gak gentle kamu Man, pake surat aja kalo gak berani langsung.”
Seketika aku terdiam mendengar perkataanya, perkataan Zahra ada benernya juga. Sebelum dia direbut orang lain, lebih baik aku ungkapin aja ke dia, tapi melalui surat. (Khayalku)

“Woi Man, kok bengong sih. Aku juga mau curhat nih Man.”
“Ya udah lanjut lah.” Ujarku penasaran.
“Aku juga lagi dideketin dua cowok nih Man.”
“Hah? Siapa?” aku terkaget.
“Chiko sama Bryan anak kelas sebelah Man. Aku bingung kalo sekiranya milih dari mereka berdua. Siapa yang ngungkapin perasaanya ke aku duluan itu akan aku jadiin pacar deh Man, gimana? Kamu setuju?”
“Oh iya-iya.” jawabku.
Sontak mendung di hatiku muncul lagi setelah mendengar bahwa dia deket sama dua orang cowok. Aku cuma terdiam dan lirih mendengar perkataaannya, hatiku seperti diiris-iris pisau sanking sakitnya.

Malam ini aku berencana menulis surat cinta dan akan kuberikan esok hari sebelum Chiko sama Bryan mendahuluiku.

“Dear Zahra…”
“Aku berharap kamu tidak terkejut membaca suratku ini, tapi ada yang perlu kamu tahu. Sekian tahun memendam rasa itu bukan gampang, terlebih perasaan untuk sahabatku sendiri yaitu kamu. Kamu tahu? Kamu lah yang selama ini aku suka. Tak banyak yang dapat kuungkapkan, dengan tiga kata ini semua uneg-uneg yang kupendam selama ini tercurahkan olehnya.
“I LOVE YOU”
“Dari Sahabatmu: Roman”

Itulah isi suratku yang akan kuberikan besok ke dia.

Modal nekad, pagi ini kuusahakan agar datang lebih cepat dari dia.
“Selamat pagi Roman.” ucapnya sambil masuk kekelas dengan keadaan senang.
“Pagi Zar.”
“Kamu kok tumben datang cepat?” ujarnya sambil duduk disampingku.
“Aku mau cerita sesuatu ke kamu.”
“Apaan tuh Man? Tapi tunggu dulu, kamu harus dengerin cerita aku dulu. Man, kamu liat kan aku senang banget hari ini. Aku baru jadian sama Bryan, kemarin malam dia nembak aku.”
“Apa? Kamu jadian sama dia?”
“Iya Man. Oiya mana yang mau kamu kasih ke aku?”
“Duh mana ya… kurasa tinggal di rumah Zar. Maaf ya.” Ujarku sambil pura-pura memeriksa saku, padahal surat itu ada di tasku.
Aku berpura-pura lupa, padahal aku tak lagi ingin memberikan surat itu ke Zahra saat ia mengatakan jadian ke Bryan.
Dan kini aku terpuruk dengan belenngu cinta Zahra yang tak akan pernah lepas. Hari-hariku kian murung dan mendung melihat mereka sering jalan berdua di sekolah. Ini akan menjadi pelajaran berharga bagiku bahwa ketika kita mencintai seseorang, aku harus mengungkapkannya dengan segera agar tak menjadi beban di hatiku.

Cerpen Karangan: Rayi Dwi Muhreza Sinaga
Blog: http://rayisinaga.blogspot.com
Rayi Dwi Muhreza Sinaga, kelahiran Pematangsiantar, Sumatera Utara.Follow my ig : @rayisinaga

Cerpen When I Love Someone merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sendal Reno

Oleh:
Aku bersama Reno dan Budi berjalan menuju mesjid seperti biasa. Ku pakai sarung hitam motif kotak-kotak kesayanganku lengkap dengan peci hitamnya. Tinggal beberapa meter lagi sampai di serambi mesjid,

Masihkah Kita Teman?

Oleh:
“Wah, luar biasa ya penampilan tadi, Souma!” kataku. “Yah, betul juga. Gak sia-sia latihan kita” balas Souma. Aku dan Souma adalah teman masa kecil, sejak kecil kami sering bersama,

Kamu yang Mampir Sebentar

Oleh:
Banyak cinta yang datang seolah benar-benar memberikan keyakinan hati. Tapi pada hakikatnya cinta tersebut hanya mampir sebentar, memastikan untuk kemungkinan masuk ke hatimu. Hanya saja kamu harus pintar mengolah

Karan Dan Karina

Oleh:
Seperti biasa, aku selalu ke taman dekat rumahku tiap sore. Selain untuk mencari ketenangan, ada hal lain yang membuatku tertarik untuk selalu datang ke taman ini. Alasannya karena dia.

Cinta Yang Singkat

Oleh:
Cinta mungkin bisa dikatakan ilusi tapi nyata dan berbentuk, yang berawal dari kenyamanan dan kelembutan. Hari pertamaku dipertemukan denganmu, hari pertamaku mengenalmu, mengenalmu dalam diam, mengenalmu dari kejauhan dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “When I Love Someone”

  1. Angkonan says:

    Cerpen yang sangat sempurna, dan juga bisa di jadiin pelajaran. Sebenernya kalo mau di samain mah emang sama dengan yang saya alami sekarang.. Hingga sekarang sang Juliet saya masih sendiri juga.. Tapi tetep saja nggak bisa nyatakan kepadanya.. Hufftt.. Mungkin hanaya akan terpendam di hati yang terdalam..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *