When You Are Dreaming With A Broken Heart, The Waking Up Is The Hardest Part

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 22 August 2017

Ponorogo, 25 September 2016 8:20 pm.
Malam ini hujan terlihat malu, ia enggan muncul setelah beberapa hari yang lalu terus muncul seperti benalu. Derasnya yang muncul tanpa aba-aba, derasnya yang muncul tanpa menyapa, derasnya yang datang ketika kau mulai terlihat pilu. Hujan tak lagi membuatmu tertawa girang seperti bocah-bocah seragam putih-merah yang berlari tanpa alas kaki, hujan tak lagi menggiringmu untuk menengadahkan tangan merasakan tetesan hujan yang turun dari sela-sela ujung genteng warung yang telah tutup ketika kau berteduh. Kali ini hujan dengan nakal menambah masa-masa surammu, masa berkabung dengan apa yang telah datang padamu.

Sangat jarang sekali bibirmu melempar senyum, binar-binar matamu mulai pudar, kau berlalu seperti punggungku beberapa tahun yang lalu, kaku. Mungkin aku pernah merasakan apa yang ada dalam perasaanmu, tapi aku tidak pernah tahu betapa sakitnya dirimu, yang aku tahu bahasa tulisan apapun tak sanggup mewakili perasaan sakitmu.

Perpisahan memang seperti itu, tak pernah direncanakan, dan hanya datang membawa pilu. Kesedihan, itu pasti, Tangis, mungkin itu perlu, Bergerak maju, satu cara yang memang perlu.

Aku mungkin akan mengatakan seperti orang lain katakan padamu: “Masih ada orang sekitarmu yang akan menguatkanmu” atau “Masih ada orang yang lebih hebat dibandingkan dengan yang dulu”.

Aku tak seperti itu, bergerak maju tak semudah itu, aku tahu itu. Kau hanya perlu menikmati itu, hingga kau merasa bosan dengan hal-hal seperti itu, yang membuatmu sendu ketika tetesan hujan mengalir di jendelamu, bukan lagi yang membuatmu rindu dengan aroma tanah basah setelah hujan yang turun menghampirimu.

Lakukanlah apa yang menurutmu mampu menghiburmu, yang mampu melupakan luka yang membebani hatimu, meskipun akan kembali datang ketika selesai menghiburmu, yang akan muncul ketika lampu kamarmu mati sebelum tidurmu, yang tanpa paksaan hadir ke dalam lelapmu, memaksamu untuk mengingat hal-hal yang telah lalu. Berdoalah agar diberikan yang terbaik bagi dirimu, hingga kau melewatkan masa masa kelammu. Hingga senyummu hadir melegakan hari-harimu.

Cerpen Karangan: A.R. Hudiyawan
Blog: hudiyawan.id
Hidup adalah berbagi, media cerpen ini pun adalah tempat untuk berbagi, kepada mereka yang ingin mengetahui isi hati, kepada mereka yang ingin mengingat kembali, kepada mereka yang ingin memanggil memori, kepada mereka … yang gagal bermimpi.

Cerpen When You Are Dreaming With A Broken Heart, The Waking Up Is The Hardest Part merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Coretan Tinta

Oleh:
Rangkaian kata indah penuh makna berjejer penuhi selembar kertas putih. Bukan sebagai noda melainkan cerita indah. Gundah gulana dan suka ria bertumpah ruah di dalamnya. Dengan telaten, tangan menulis

Cinta Yang Hilang

Oleh:
Banyak orang bilang masa SMA adalah masa-masa indah yang tidak akan pernah terlupakan. Salah satunya adalah dimana kalian mulai menyukai seseorang. Apa kalian juga merasakan hal yang sama? Menyukai

Stupid R

Oleh:
Tap… tap… tap… Sreekk… Seseorang mengibaskan kain yang menutupi pandangan dan jalannya. “Hehh…!!”, seseorang tersebut menghela nafas melihat keadaan di sekitarnya. Di sebuah rumah kecil yang terletak di ujung

Remuknya Hati

Oleh:
Aku merasa hatiku seperti dihantam oleh batuan besar, sungguh aku sudah tidak kuat lagi. Wajah itu setiap hari mengganggu pikiranku, aku selalu ingin membunuhnya! Tapi.. tapi aku sangat mencintainya..

My Life But Actually Not

Oleh:
Tak bisa dipungkiri bahwa semua orang mengharapkan sebuah ending bahagia dalam kehidupannya. Setiap orang adalah pemeran utama dalam hidupnya masing-masing. Seseorang tidak menjadi pemeran utama dalam kehidupan orang yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *