Who Is He

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 28 July 2018

Dikala hujan sore itu. Aku menunggu sahabat lamaku Amelda namanya, dia gadis periang yang kukenal 3 tahun yang lalu.
Aku duduk di cafe usang pinggiran Kota sebari membaca Majalah.

“Mau pesan apa nona?”
Sontak aku terkejut, terlihat pelayan tampan dengan sorot mata yang meneduhkan sedang berdiri di hadapanku, aku pun luluh karenanya.

“Nona?”
“Oh maaf aku melamun, Royal hot chocolate dua ya”

5 menit kemudian pesananku datang
“Btw, mbak lagi nunggu siapa? pacarnya ya?” tanya pelayan itu
“Hahaha. pacar apa? punya juga kagak!”
“Mbaknya cantik masa’ belum punya, yaudah saya permisi dulu”
Aku hanya terkekeh

Kreeeettt. pintu usang terbuka telihat gadis muda tengah berdiri di sana dengan drees corak bunga dipadukan pita merah yang membuatnya terlihat anggun. Ya dia Amelda
“Vanessa” dia berlari kecil kearahku
“Aku kangen kamu” Amelda memelukku
“Sama da, hehehe. Sini duduk tadi aku udah pesenin minumannya”
“Makasih lo ya van. gimana kamu udah punya pacar?” godanya
“Ish kamu ini da, baru datang langsung nanya pacar” Gerutuku
“Gimana dengan Frendi?”
“Gak usah bahas si brengsek itu”
“Hahaha. kamu itu! Kamu kan cantik kenapa gak cari?” tanyanya
“Gak ada yang cocok. Btw gimana kuliahmu di Seoul? Lancar?”
“Ya syukurlah. Oiya ini oleh oleh untukmu van” Ucapnya sambil memberikan papper bag
“Makasih Amelda”

Setelah berbincang cukup lama kami pun pulang. Aku pun masuk ke mobilku. Malam ini jalanan sepi, mungkin gara gara hujan ini yang tak henti reda. Cuma satu dua orang yang berlalu lalang, segera kutancap gas.
Di perjalanan aku memikirkan pelayan itu “Vanessa bodoh! kenapa tadi lupa nanya siapa namanya” aku berbicara dengan diriku sendiri.

Mama dan Papaku dinas di luar Kota selama seminggu, mau tidak mau aku di rumah sendiran. Entah perasaan bahagia atau sedih yang aku rasakan? Tapi aku senang aku bisa bebas selama seminggu ini.
Aku lapar seharian belum makan, perutku hanya terisi minuman cafe tadi.
“Uh sial. tak ada makanan sedikit pun. Oh mungkin di kulkas ada sisa roti” seperti biasa aku bicara sendiri.
Wah, tidak ada makanan apapun! bisa bisa aku mati kelaparan. Mau keluar cuaca buruk dinginnya minta ampun.
“Belanja besok aja, hari ini gak papa kelaparan”

Krriinngg. Suara alarm membangunkanku, kubuka ponsel dan coba untuk mengajak Amelda jalan membeli makan “Halo da! yuk keluar anterin aku beli makan” cerocosku di telepon
“Eh maaf Van, aku gak bisa saudara aku pada datang. Nanti malam aku kirim makan ke situ, sudah dulu ya”
Tut Tut Tut
Dimatikan! Fiuhh

Sebaiknya aku ke cafe kemarin, siapa tau bisa kenalan sama cowok itu, segera aku mandi dan berdandan rapi. Dan langsung tancap gas.

Kreettt. suara pintu berbunyi segera kumasuki cafe itu dan duduk di tempatku kemarin, sama persis seperti kemarin hujan turun. Aku hanya memandangi hujan entah itu konyol atau tidak? tapi itu mengaksikan

“Hemm. nona mau pesan apa?”
Aku menoleh, ya pelayan itu.
“Seperti kemarin plus kentang goreng”

Setelah peasananku siap segera kunikmati. Kreet.. pintu kembali terbuka terlihat gadis muda berkemeja merah dengan rambut digerai cantik benar benar cantik.
“Sayang, nanti jalan ya”
Sayang? siapa yang dia panggil sayang di sini cuma ada aku, pelayan, dan gadis itu
“Iya nanti ya” suara itu milik pelayan tampan, ternyata dia sudah mempunyai kekasih. Entah mengapa aku begitu hancur mendengarnya.

Segera ku berdiri dan membayar pesananku. Aku pun berlari di tengah hujan menuju ke mobilku. Kenapa ini? Aku pun tak mengenalnya? Kenapa aku bisa cemburu mendengarnya?
Ini gila? atau aku yang gila?
Siapa dia? Aku tak mengenalnya aku tak tau dan tak ingin tau

Cerpen Karangan: Amara Linara
Blog / Facebook: Amara Lintang

Cerpen Who Is He merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tanpa Sebab Aku Mencintaimu

Oleh:
Malam mulai menjelang, sang surya yang siang tadi benderang terganti oleh redupnya sang rembulan, di teras rumah di kursi reot hasil bikinanku tiga tahun yang lalu aku duduk termenung,

Terlalu Percaya

Oleh:
Dia adalah orang pertama membuat mataku menjadi teduh, awal kala aku mengenal bangku kuliah, dia yang membuatku menikmati masa-masa yang sangat asing bagiku. Aku mengenalnya dengan caraku sendiri, memperhatikannya

Takdir Hati

Oleh:
Tidak harus ia mengerti! Cukup aku saja. Aku akan terus dalam posisiku, tak akan mencoba merubah segalanya. Karena aku memang tidak bisa mendahului takdir tuhan untuk masalah ini: hati.

Mencintaimu Dalam Doa

Oleh:
Disetiap aku mengangkat kedua tanganku setelah selesai bersujud, aku mendoakan orang orang yang aku sayangi selain kedua orangtuaku dan keluarga kecilku. Aku juga mendoakan seseorang yang aku sayangi yaitu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *