Pangeran Angin

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 25 November 2018

Aku sendiri, sendiri duduk di sini, menatap langit penuh dengan bintang, asyik sendiri dengan hp dan earphone di telinga yang terputar berbagai lagu sendu. Sampai pikiranku dibuat melayang karena sebuah lagu yang judulnya
Ran – dekat di hati.

Aku begitu menikmati lagu ini sampai membawaku ke sebuah mimpi. Di mimpi itu aku duduk sendiri, di sebuah taman bunga dan pepohonan yang sungguh sejuk. Aku hanya memegang sebuah buku bersampul putih. Dan tiba-tiba aku melihat seseorang, seseorang yang belum pernah kutemui, kami saling tatap, lalu dia tersenyum kepadaku. Aku pun membalas senyumannya. Kami hanya terpaku saat itu. Tapi aku langsung melepas pandanganku darinya. Kubuka bukuku lalu kubaca, saat asyik membaca buku, seketika dia berdiri di samping bangku putih yang sedang aku duduki, dia bertanya

“bolehkah aku duduk” katanya
“silahkan” kataku
“terima kasih”
“sama-sama”

Aku sungguh terpaku melihat sosoknya, aku hanya memperhatikannya dan tidak mengajaknya bicara, aku tidak mengenalnya, tapi mengapa aku merasa tidak asing saat di dekatnya. Dan tiba-tiba dia berdiri dari tempat dia duduk. Dan dia menyapa

“hey pesek, aku pergi dulu ya” aku kaget dan menatapnya.
Katanya lagi “lupa sama aku ya, aku Rezka”
“Rezka?”
“iya yang dulu sering kamu panggil kaka”
“kaka?” panggilku
“akhirnya kamu ingat samaku pesek”
“ga mungkin aku lupa, senang banget bisa bertemu dengan kaka”
“aku juga senang bertemu nini, aku pergi dulu ya pesek, tunggu aku, suatu saat nanti aku akan datang untukmu”
Dia pun pergi, aku berusaha memanggilnya tapi ia tak menoleh. Dia seperti angin yang berhembus begitu saja.

Aku sungguh ingin menantikan saat yang ia janjikan, ia kembali dan menemuiku. Pangeran anginku seseorang pertama yang menjadi temanku dulu, bukan hanya sekedar teman, tapi seorang sahabat yang selalu menghiburku. Dulu kita sama-sama pendiam, walau dulu sering diejekin masih kecil udah pacaran tapi kita sama-sama ga peduli. Sampai suatu saat kusadari dia tiba-tiba menghilang seperti tertiup angin tanpa pamit. Aku sungguh kehilangannya saat itu. Tapi aku percaya suatu saat nanti kita berdua akan dipertemukan kembali, dan aku akan selalu menantinya. Pangeran angin.

Akhirnya aku sadar lagunya berhenti. Rupanya baterai hpnya lowbatt. Dan hari pun sudah pagi. Aku bangun kesiangan, aku terus mandi dan bersiap-siap pergi ke sekolah.

Cerpen Karangan: Nur Syafni
Blog / Facebook: Nur Syafni

Cerpen Pangeran Angin merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Penantian Yang Tak Berujung

Oleh:
“Penantianku selama kurang lebih 7 bulan tidaklah sia-sia, dia yang aku tunggu kini telah kembali.” Dia adalah seorang pria yang merupakan kakak tingkat di kampusku, aku mengenalnya sejak pertama

Teman Dalam Sepekan (Part 1)

Oleh:
Setengah hari ku habiskan waktu untuk terdiam, memandang langit yang terlihat mendung pertanda hujan akan turun. Terlintas di pikiranku tentang ingatan cerita mulanya aku menjalani kehidupan di alam semesta

Pelabuhan Tempatku Menanti

Oleh:
Namaku Aldio. Aku ini anak dari keluarga kaya. Aku ini anak tampan yang dikejar beberapa macam gadis. Aku ini anak SMA yang katanya ‘sempurna’. Tapi setidaknya aku tau satu

Cinta Dalam Takdir-Nya

Oleh:
“Aisyah..” panggil seseorang yang suranya sudah tak asing lagi bagiku. Akupun menoleh ke belakang dengan senyuman hangat yang ku persembahkan hanya untuknya. “Kamu kapan kembali lagi kesini?” tanya lelaki

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *