Waktu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 14 September 2019

Aku ingin menyampaikan rindu ini kepadamu, rindu yang telah kupendam lama. Rindu akan hadirmu di setiap subuhku, rindu akan hadirmu di setiap malamku sebelum aku terbuai alam mimpi. Aku masih ingin kau berada di sini, melanjutkan kisah kita yang tertunda. Menepati semua janji yang terlupakan, aku masih menunggumu.

Kau ceritakan pengalaman-pengalaman menggebirakanmu di setiap malamku, kau berikan petuah-petuah di setiap subuhku. Aku dengan setia selalu mendengarkanmu. Bahkan ketika kita berjalan bersama aku tetap berusaha biasa-biasa saja walau sebenarnya jantung ini ingin melompat keluar. Kau juga seorang pendengar yang baik, kau mendengarkan semua kisah hidupku yang bisa dibilang pahit. Kupikir kau akan menjauhiku ketika aku menceritakan tentang keluargaku. Ternyata tidak, kau masih tetap setia di sampingku, sampai waktu dimana…

Hari itu seolah menjadi yang terakhir untukku melihatmu. Mendengar suaramu, dan merasakan dirimu dekat denganku. Sang waktu menakdirkan kita bertemu sampai di sini. Namun sang waktu tidak mengizinkanku melupakanmu dengan begitu mudah. Entah mengapa setelah kita dipisahkan oleh jarak yang lumayan jauh, aku selalu ingin bernostalgia di tempat-tempat yang pernah kita datangi bersama. Secara tak sadar aku berusaha melewati semua jalanan yang pernah kita lewati. Mengapa?

Seolah aku merasakan kau ada di sampingku ketika aku berjalan di tempat itu. Aku berusaha menyinggahi rumahmu walau aku tau, kau sedang tidak ada di rumahmu. Aku ingin waktu itu segera tiba, waktu dimana aku dapat melihatmu lagi. Melihatmu secara nyata, bukan di malam-malamku, bukan di nostalgiaku.

Cepatlah pulang, aku masih menunggumu. Menunggu kedatanganmu di hari-hariku kembali. Aku menunggumu membawakan kembali tawa dan senyumanku. Aku merindukanmu OE-ku

Cerpen Karangan: Fakhita Nur Syifa
Blog / Facebook: Fakhita Nur Syifa

Cerpen Waktu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sepenggal Kisah Itu

Oleh:
Langkah kakiku menapaki koridor kelas XI dengan hati lega, selega siswa-siswi setelah mendengar bel istirahat berbunyi. Di kanan-kiriku, berlalu lalang remaja yang notabene sudah berumur tujuh belas tahun. Raut

Jemput Aku Pukul 13:45

Oleh:
“Yank nanti tolong jemput aku jam 13:45” bunyi isi pesan singkat yang Via kirim kepada Gio. Gio dan Via adalah sepasang kekasih, mereka pertama kali bertemu 6 bulan yang

The Last Destination (Part 2)

Oleh:
Setelah kunjungan tante Nindy ke rumahku 2 minggu lalu, aku masih belum bisa bertemu dengan Justin. Entah apa yang salah, tapi aku merasa Justin seperti menghindariku. “Justin, we need

Karena Hujan

Oleh:
Hujan turun lagi membasahi langit langit rumahku. Kali ini hujanya deras. Jalanan terlihat sepi. Hanya percikan percikan air yang kini dapat kulihat. Awalnya hujan sangat menyebalkan bagiku. Tidak bisa

LDR

Oleh:
LDR? aku tak tau LDR itu singkatan dari apa, setidaknya aku tau bahwa maksud LDR itu hubungan jarak jauh. Ya, saat ini aku memang sedang menjalani LDR. LDR tidak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *