Dilarang Mencontek

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pendidikan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 13 December 2017

Mentari bersinar kekuningan. Kicau burung perlahan menghilang bersama mengeringnya embun. Suasana di dalam ruang kelas terasa tenang dan sunyi. Murid-murid asyik menatap lembaran kertas soal di tiap meja mereka. Ya, mereka siap untuk berperang. Tetapi bukan perang seperti zaman sejarah. Melainkan perang fikiran dan konsentrasi demi mendapatkan nilai terbaik sebagai seorang siswa.

Sesekali bunyi pintu berdecit mencoba untuk memecah keheningan. Tetapi mereka asyik tenggelam dalam fikiran mereka masing-masing. Berulang kali Mita menatap jam yang menempel pada dinding dan guru pengawas secara bergantian. Mencari tahu berapa banyak waktu yang tersisa.

“Jangan mencontek ataupun bekerja sama. jika diantara kalian diketahui melakukan kecurangan, maka nilai kalian akan ibu anggap nol. kalian mengerti?” ucap sang guru memperingatkan. Semua terdiam. Tanpa ada yang berani menyahut. Mereka memilih sibuk mengerjakan soal ujian mereka.

Diam-diam Mita memergoki Dera mengambil kertas contekan dari sakunya.
“Jangan mencontek..” bisik Mita menasehati. Tetapi Dera menatap Mita sinis. Tak menghiraukan kata-katanya.

Ujian berikutnya Dera masih melakukan hal yang sama. lagi-lagi dirinya mencontek.
“Dera, kita dilarang mencontek. jika guru tahu kau mencontek, nilaimu nanti akan nol” nasihat Mita lagi. Sayang, Dera begitu keras kepala. Bukannya menurut, Dera malah mengajak Mita berdebat.
“Jika nilaiku kecil, memang kau mau bertanggung jawab?” Ketus Dera.
“Tapi kan kita seharusnya belajar sebelum ujian..” ujar Dera.
“Diam saja. jika nanti aku tertangkap, berarti itu adalah salahmu!”
Mita akhirnya menyerah dan menutup mulutnya rapat. Dia mencoba untuk tak lagi peduli pada Dera.

“Dera!” panggil ibu guru pengawas. Dera mendongak terkejut dengan panggilan sang guru. apa dia ketahuan? pikirnya. “Ibu perhatikan, sedari tadi kau dan Mita terus saja berbicara. kalian bekerja sama?”
“Ti.. tidak bu..” elaknya.
Ibu guru menghampiri mereka. Dera yang saat itu masih menggengam kertas com temannya, ketakutan. Kertas itu tanpa sengaja terjatuh dan ibu guru memungutnya.

“kalian mencontek?” seru sang guru. Mita dan Dera saling pandang.
“Tidak bu. Mita yang mencontek” tuduh Dera akhirnya. Alangkah jahatnya gadis ini. Hanya karena ingin menutupi perbuatannya, Dera berani menfitnah Mita.
“Apa benar kau mencontek Mita?”
“Tidak bu..” jawab Mita jujur. Mita menatap Dera sedih. Dera mencoba membuatnya bersalah.
“Bohong bu.. Aku tadi melihatnya” ucap Dera tanpa ampun.

“Dera yang mencontek bu bukan mita.. Aku tadi melihatnya” seru sebuah suara. Tampak wawan mencoba membelanya.
“Benar, kau yang mencontek Dera?”
“Ti.. tidak bu..”
“Ayo ikut ibu ke kantor”

Dera keluar kelas dengan wajah tertunduk malu. seharusnya dia menuruti nasihat Mita untuk tidak mencontek. Akhirnya Dera mendapatkan balasan akibat perbuatannya sendiri.

Cerpen Karangan: Angela Yuni

Cerpen Dilarang Mencontek merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pacaran Jangan Di Jalan

Oleh:
Angin bertiup begitu kencang di sebuah sore, walaupun gue tahu itu awalan paragraph yang klise, tapi akhirnya gue pakai juga karena udah gak ada ide lagi, tak terasa gue

Penggila Hati

Oleh:
Kesalahan terbodoh yang pernah kutemui, ialah kita melihat sebuah realita, dan kita tidak memercayainya. Namanya, Ana. Sahabatku sejak kelas dua SMP. Dia satu-satunya orang yang bisa mengerti apa yang

The Stranger (Part 1)

Oleh:
Kamis, 08 Oktober 1998 adalah hari dimana anak tertampan dari kedua orangtuaku dilahirkan. Ya, itu aku. Kenapa disebut tertampan? karena aku adalah anak laki-laki satu-satunya. Aku terlahir di Kalianda,

Kamu! Titik!

Oleh:
“Kenapa sih ngeliatin aku begitu banget”, tanya Putra dengan wajah yang malu-malu dan senyuman mautnya yang menurutku itu sangatlah indah dan selalu membuatku terpaku jika melihatnya. Sedikit terkejut, “hah,

Jomblo

Oleh:
Jomblo buat gue itu adalah suatu masalah besar, masalah yang susah buat di atasin, dan masalah yang bakal jadi penghalang gue buat nikmatin masa muda, so! sebisa mugkin gue

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *