Generasi Kartini

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Inspiratif, Cerpen Pendidikan
Lolos moderasi pada: 24 January 2018

Di sebuah desa kecil, di bawah kaki bukit, hiduplah 1 keluarga yang kurang mampu. Sang ayah bekerja sebagai Petani, sang ibu hanya penjual makanan di pasar yang terletak jauh dari desa. Mereka memiliki 3 anak. Si sulung bernama Bella, dia putus sekolah karena ingin membantu ibu menjaga kedua adiknya. Si tengah bernama Kayla, dia bersekolah jauh dari desa. Dan si bungsu bernama Sania, Sania masih belum sekolah.

Suara ayam membangunkan si sulung. Dia segera mandi lalu shalat subuh. Dia membantu ibu memasak makanan untuk kedua adiknya dan ayah yang akan berdegas pergi ke sawah.

“ibu, ada yang bisa aku bantu?” tanya Bella
“tidak usah sayang… kamu bangunkan adikmu dan menyuruh Kayla mandi saja” balas ibu
“baik bu” jawab Bella singkat

Bella berlari ke kamar Kayla, dia membangunkan Kayla.
“kay! Bangun! Ayo dong, sekarang hari pertama kamu sekolah” teriak Bella mengoyang tubuh Kayla
“uhmmm… apa sih kak? Masih jam segini kali” bantah Kayla
“Kayla, jarak rumah ke sekolah itu jauh, sudahlah nanti kakak antar kamu mengunakan sepeda saja. Cepat mandi!” suruh Bella

Setelah membangunkan Kayla. Bella membantu ibu menyiapkan sarapan dan bekal untuk Kayla dan ayah. Setelah sarapan pagi, ayah dan ibu berangkat bekerja, ayah mengantar ibu ke pasar mengunakan motor, lalu ayah berdegas ke ladang. bella pun segera mengambil sepeda dan membonceng adiknya ke sekolah, di desa seberang. Di perjalanan, Bella bercerita tentang R.A Kartini, pahlawan wanita yang memperjuangkan nasib wanita, hingga dapat bersekolah seperti adiknya sekarang ini.

“Kay! Harusnya kamu bersyukur bisa sekolah dengan mudah. Biaya ditangung pemerintah, tiada perang perang. Jadi… kamu harus rajin ya di sekolah” ucap Bella
“memangnya? Saat zaman peperangan tidak ada sekolah kak?” tanya Kayla
“bukannya tidak ada, tapi wanita seperti kita tidak diperbolehkan bersekolah. Bersekolah yah Cuma sampai kelas 6 SD, setelah kelas 6 para wanita dipingit. Akhirnya Kartini bertanya kepada ayahnya, namun sang ayah hanya diam. Dan Kartini pun membuat sekolah gratis untung rakyat Indonesia. Kartini pun sering membuat buku buku novel yang memotivitas rakyat Indonesia” cerita Bella panjang lebar

“lalu apa hubungannya sama Kayla?” tanya Kayla
“harusnya kamu bersyukur bisa bersekolah. Kartini bersekolah SD saja membayar dengan biaya mahal, kamu sekolah sekarang kan ditangung pemerintah. Sedangkan kakak yang ingin bersekolah malah tidak bisa. Ya sudah, sudah sampai di sekolahmu, belajar yang rajin ya Kay! Nanti kakak jemput jam 12 siang ya!” teriak Bella melambaikan tangan ke adiknya
“byee kak!” teriak Kayla balik

Setelah sampai di rumah, Bella mengelar tikar di depan rumahnya. Bella pun mengajar anak anak yang tak mampu bersekolah, dia membuat sekolah kecil kecilan, sedangkan Sania dititipkan ke tetangga Bella

“kak Bella, mari belajar. Sudah tak sabar nih” teriak salah satu anak laki laki
“iya iya, semua duduk dengan tertib ya! Kakak akan mengajari kalian menghitung” teriak Bella menenangkan anak anak yang berlari sana sini
“asikkk!!!” teriak semua anak

“Aldo, coba kamu hitung. Misalnya, kak Bella memberi kamu 20 permen, lalu adikmu memintanya 5, lalu kakak memberimu 10 permen lagi, jadinya?” tanya Bella kepada Aldo
“saya menjawabnya… terima kasih kak Bella, hehehe” canda Aldo. Semua murid pun tertawa, Bella hanya bisa tersenyum ke Aldo, “okey okey, tadi kan ada 20 – 5 + 10 jadinya 25 kak Bel” jawab Aldo dengan tersenyum malu. Bella bangga akan anak anak itu. Mereka yang kurang mampu saja mau belajar, sedangkan adiknya sendiri yang cukup mampu malas malasan sekolah. Sekolah ini dipulangkan pukul 10.

Jam menunjukan pukul 11.00. Saatnya Bella menjemput Kayla dari sekolahnya, dan mengantarkan bekal untuk kedua orangtuanya yang bekerja. Bella pun mengambil 2 rantang makanan yang telah disiapkannya tadi. Bella mengambil sepedanya dan segera mengayuh sepedanya ke ladang ayah, lalu ke pasar ibu, setelah itu, barulah Bella menjemput adiknya.

“kak Bella, sekolahku tadi asik lo kak! Aku perkenalan ke depan, lalu aku diceritain kehidupan Kartini dimasa lalu. Ceritanya mirip banget sama cerita kakak! Kak, aku meminjam buku ‘Kehidupan Kartini’ di perpustakaan sekolah, aku janji, aku bakal rajin sekolah” kata Kayla bersemangat. Bella hanya menangapi dengan senyuman manisnya.

Jadi… Kartini adalah pahlawan yang memperjuangkan pendidikan wanita. Dahulu memang Belanda melarang wanita bersekolah. Setelah melalui pendidikan SD, Kartini dipingit, dia hanya terdiam di kamar sambil membaca buku pendidikan. Akhirnya dia membuat sekolah kecil kecilan, untuk membantu Rakyat indonesia menjadi maju dan pandai.
Jasa Kartini masih dikenang hingga sekarang, novel novelnya pun masih ada. Dia juga sering dijadikan nama jalan, dan… setiap hari kelahirannya, dirayakan sebagai hari Kartini.

Cerpen Karangan: Syafira Rengganis

hay teman teman, nama aku Syafira Rengganis
aku kelas 7 SMPN 29 SURABAYA
ini adalah cerpen pertamaku… semoga kalian suka ya! maaf jika ada salah kata, sekian ya… kalo mau kenal dekat tentang aku, Follow Instagramku saja, nanti DM aku, pasti bakal aku jawab @syafirar_12

Cerpen Generasi Kartini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rahasia Bintang Kelas

Oleh:
“Duh, dapat enam lagi!” seru Heru kesal ketika Pak Dodi membagikan hasil ulangan IPA-nya. “Kamu pasti dapat sepuluh!” katanya pada teman sebangkunya, Fajar. “Ah, cuma dapet sembilan, kok” kata

Misteri Kue Keju

Oleh:
“Kue keju Eyang hilang, Nur! Hari ini tak ada kue keju buatmu.” DUARRR!!!! Rasanya seperti tersambar petir ketika mendengar Eyang Ayu mengatakan itu. Hilang? Tak ada kue keju? Aduh,

Diary Terakhirku

Oleh:
Alunan waktu terus berputar. Jarum merah terpanjang telah melewati 00.00. Kupandangi jam dindingku tanpa henti. Sesekali dinginnya angin malam masuk melalui celah angin-angin yang menusuk pori-poriku. Suasana hening terasa

Perkemahan Yang Menyenangkan

Oleh:
“Eh, ada pengumuman apaan itu, Mul, Zhar?” tunjuk Fretha, sahabatku ke arah manding sekolah. Anak-anak berdesak melihat Manding. “Nggak tau, Tha,” ucap Zharina, sahabatku. “Lihat, yuk!” ajakku. Kami langsung

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *