Hikmah dari Usaha yang Sungguh

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pendidikan, Cerpen Perjuangan
Lolos moderasi pada: 17 April 2023

“Arrgghhhh”, ucapnya dalam keheningan kamar. Sandhing terbangun dengan problematika yang tak kunjung lepas di kepala. Pusing, pening, hancur, rapuh dan tak tau lagi aku harus menggambarkan seperti apa. Mataku sudah tak sanggup membendung lautan emosi yang berhari hari tak kunjung mengekspresi.

Sandhing kembali menggerutu dengan lesu, “Kenapa disaat-saat seperti ini, justru masalah makin bermunculan, bukannya malah berkurang. Tugas kuliah yang ribet, lamaran kerja yang belum ada panggilan. Rasanya Lelah sekali ingin menjadi orang hebat dan sukses, tapi terhalang karena biaya ekonomi.”

Lalu Sandhing menenangkan dirinya dan berfikir, apa yang bisa dilakukannya agar bisa tetap lanjut dalam proses kuliah tanpa harus menyusahkan orangtuanya.

Pada akhirnya Sandhing memilih menggelar sajadah dan meminta jawaban, Sandhing berteriak sekencang mungkin didalam hati, menghela nafas, mengucapkan dengan lemah bahwa, “Aku lelah, yaa sangat lelah Tuhan. Apa yang harus bisa kulakukan?, ibuku di rumah pasti juga sudah kebingungan mengatur biaya listrik dan makan. Jangan sampai dia terbebani karena keberadaanku yang ingin melanjutkan studi di kampus impianku ini.”

Usai sholat dan berdoa, sandhing membuka aplikasi Instagram di gawai yang sudah hampir tak layak pakai itu. Tiba-tiba muncul informasi beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu. Tentunya Sandhing sangat terkejut dan antusias. “Wah ada beasiswa nih, sepertinya aku harus coba. Siapa tau Tuhan memberikan jalanku disana.” Ucap Sandhing pada dirinya sendiri.

Lalu dia pun membaca informasi lebih lengkap terkait beasiswa itu. Satu demi satu Sandhing mulai menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkannya. Tak lupa Sandhing juga meminta restu pada orangtuanya agar dipermudah dalam proses pengajuan beasiswa ini.

Keesokan harinya, bertepatan pada hari senin Sandhing berangkat kuliah dan pergi ke akademik untuk mengurus berkas berkasnya. Berjalan sambil berkata dalam hati, “memang agak sedikit ribet sih, tapi bismillah aku bisa lolos.”

Setelah mengurus segala persyaratan beasiswa, Sandhing pun menjalani kehidupan seperti biasanya. Tidak ada yang spesial, hanya saja dia saat ini sudah mendapatkan pekerjaan paruh waktu untuk membantu ekonominya sambil menunggu pengumuman beasiswa yang sudah diurusnya.

2 bulan berjalan, seleksi demi seleksi sudah dilewati dan saat ini adalah hari dimana akan diumumkan siapa saja penerima beasiswa. Sanding pun sangat tidak sabar, dia langsung mengecek hp, “Waaaaaaa, Alhamdulillah akhirnya aku lolos. Trimakasih Tuhan… dengan begini aku ga perlu menyusahkan orangtuaku lagi. Wah ibu harus tau ini.” Ucap Sandhing dengan girang. Tidak menyangka bahwa usahanya tidak sia-sia.

Kini Sandhing sudah bisa menjalani proses di bangku kuliah dengan tenang.

ADVERTISEMENT

Cerpen Karangan: Annisa Ilma Zulfa Sabila

Cerpen Hikmah dari Usaha yang Sungguh merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta dan Ambisi (Part 1)

Oleh:
Setiap insan selalu memiliki inti hati, yang mana jika titik itu tersentuh oleh dzat lain maka hancurlah pikiranya retaklah jiwanya hilanglah kesadaranya. Semata karena terbuai dalam cinta. Pada sebuah

Senja di Tepi Pantai

Oleh:
“Aku menyayangimu seperti halnya, aku menyayangi saudaraku, Ku tak kan Biarkan waktu dan Usia memisahkan persahabatan kita. Ku kan teriakan pada dunia bahwa kau adalah sahabat terbaikku” Aku masih

Bersaing Di Piala Walikota

Oleh:
Pagi itu aku bangun dikala adzan subuh berkumandang. Hal yang selalu aku lakukan tiap bangun tidur adalah minum segelas air yang segar. Bagiku meminum air itu selalu membuat pikiranku

Varamedic

Oleh:
Pagi dirumah sakit varamedic. Rumah sakit swasta yang terletak di pusat kota. Linkungannya yang bersih dengan tata bangunan yang rapi. Apalagi lihat perawat wanita dengan senyum manisnya, aduhai tergoda

Asa Di Balik Koran Shania

Oleh:
Di sebuah kota yang sangat padat penduduknya, tinggalah seorang gadis yang duduk di bangku SMP terfavorit di kotanya. Dia tahu kewajiban setiap umat Islam bagi perempuan, sehingga ketika di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *