Kartu ATM

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Pendidikan
Lolos moderasi pada: 30 June 2016

“Sekarang pakai kartu ATM kalian!”, perintah Bu Nisa, guru Agama kami.

ATM itu singkatan dari Aku Tidak Menyontek. Untuk mendapat kartu itu kita harus mematuhi sebuah peraturan, yaitu tidak menyontek. Kartu ATM dipakai saat ulangan dan saat latihan. Tapi, aku tidak mempunyai kartu ATM, karena aku orangnya tidak pintar dan malas belajar.

Akhirnya, ulangan pun dimulai. Aku mengerjakan soal-soal itu. Tapi, nomor 1, 3, 4, 7 dan 9, aku kesulitan. Kulihat ke sampingku untuk bertanya. Sayangnya ia memakai kartu ATM. Kulihat ke arah lain. Mereka juga memakai kartu ATM. Bu Nisa tersenyum melihatku. Akhirnya, aku pun bertanya ke Varia dengan mengancam kalau tidak jawab, ia tidak akan boleh pulang denganku. Tapi, ia menunjukkan kartu ATMnya. Aku mulai merasa kesal. Aku pun menjawab soal itu dengan asal-asal.

Saat Pulang…
Aku langsung berlari ke mobil Ayah. Aku biarkan Varia mencariku. Biarin aja dia mencariku. Siapa suruh ia tidak memberiku jawaban. Aku pun memasuki mobil Ayah. Kak Fani, kakak perempuanku, sudah berada di dalam mobil.

“Varia mana, Len?”, tanya Ayah. “Mana aku tahu”, ucapku sambil melihat ke arah Ayah. “Kita tunggu aja, ya”, kata Ayah.

Aku benci mendengar Ayah berkata begitu. Kulihat Varia membuka pintu mobil dengan muka pucat dan penuh dengan keringat.

“Kamu kenapa tinggalin aku, Len?”, tanya Varia. “Siapa suruh tadi kamu begitu”, ucapku dengan suara sedikit kasar. “Varia, kamu pakai kartu ATM juga?”, tanya Kak Fani. “Iya, Kak”, jawab Varia. “Kakak juga ada”, kata Kak Fani sambil menunjukkan kartu ATMnya. “Kartu ATM itu apa?”, tanya Ayah.

Kak Fani dan Varia menjelaskan kartu ATM kepada Ayah. Aku hanya terduduk diam memandangi jendela. Setelah selesai menjelaskan, Ayah pun mengerti.

“Wah… Helen ada?”, tanya Ayah. “Nggak ada, Yah”, jawabku menundukkan kepalaku. “Kamu tahu, gak, Len? Kalau ikut ATM, kita akan dapat kelebihan, loh”, kata Varia sambil menyodorkan sebuah kertas. “Wah… Aku mau ikut, Var. Besok aku daftar, deh sama Pak Stanlius. Kamu temeni aku, ya, Var”, ucapku tersenyum setelah membaca kertas itu. “Ok”, kata Varia.

SELESAI

Cerpen Karangan: Cindy Flowencya
Facebook: Lyssa Tjhangela
Hello!
Namaku Cindy Flowencya.
Aku membuat cerita ini dengan imajinasiku dan bantuan dari Kakak sepupuku.

Cerpen Kartu ATM merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bad Memory

Oleh:
Anna, Gadis Remaja dari keluarga kaya raya. Bagaimana tidak? Ayahnya seorang Walikota plus pemilik Perusahaan terkenal. Sedangkan Ibunya seorang Artis dan Desaigner. Kakaknya juga seorang penyanyi yang sering mengadakan

Piala Untuk Riska

Oleh:
Aku mempunyai saudara kembar. Namanya Riska. Wajah kami sama. Dan, hobi kami juga sama, yaitu bermain basket. Sore hari, kami sedang bermain basket. Tiba tiba bola basket yang aku

My Family

Oleh:
Namaku Mita Rauna. Panggil, aja aku Mita. Aku juga mempunyai kakak perempuan namanya, Shilla Rauna. Panggillannya, Shilla. Pada suatu hari… “Shilla, Mita ayo makan!” Seru, mama dari dapur. “Iya,

Penyesalan Seorang Kakak

Oleh:
Suatu hari, hiduplah seorang sepasang suami istri yang kaya raya. Meskipun kaya, mereka tidak sombong. Mereka dikaruniai dua orang putri yang cantik jelita. Sifat mereka sangat bertolak belakang. Anak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Kartu ATM”

  1. rana dakka says:

    Aduh sayang sekali,ceritanya kurang panjang,padahal pemilihan kata-katanya sudah bagus.
    Terus berkarya yaaa

  2. Eko Prasetyo says:

    Apa tema Dari Cerpen Kartu ATM….???
    Amanat Apa Yang di berikan…??

Leave a Reply to rana dakka Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *