Kayu Bakar Ajaib

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pendidikan
Lolos moderasi pada: 28 November 2013

Waktu itu, aku sedang duduk di dalam metromini. Aku mengutak-atik laptopku untuk membuat skripsi. Aku duduk di samping seorang ibu yang penampilannya sungguh tak layak, ia sedaritadi hanya memperhatikanku. Aku tak nyaman jika dilihat, karena aku malu.

“Maaf bu, ada yang bisa saya bantu? Mengapa ibu dari tadi melihat saya?” tanyaku pada ibu itu.
“Eh.. oh.. Gini nak ibu dari tadi memerhatikanmu karena ibu mau tanya, berapa harga lektok itu?” tanya ibu itu. “Lektok? Apa itu bu?” tanyaku heran. “Yang sedang kamu pakai, berapa harganya?” tanya ibu itu lagi. “Oh ini, ini bukan lektok bu tapi laptop. Harganya paling murah Rp.5.000.000. Memang kenapa bu?” tanyaku. “HAH!! Apa tidak ada yang harganya Rp. 100.000?. Kalau segitu harus kerja 10 tahun” kata ibu itu shock. “Ibu, memang kenapa?” tanyaku semakin penasaran. “Gini nak, anak ibu sekarang kuliah dia perlu laptop untuk buat stipsi” jelas ibu itu. “Bukan stipsi bu, skripsi” kataku membenarkan. “Ya kayak gitulah, dia minta dibeliin laptop tapi, ibu gak punya uang” katanya pasrah.

“Memang apa pekerjaan ibu?” tanyaku. “Ibu tukang cari kayu bakar” jawab ibu itu. “Sehari berapa bu penghasilannya?” kataku layaknya wartawan. “Gak tentu nak” jawab ibu itu yang sepertinya kewalahan menjawab pertanyaanku. “Wah hebat, padahal ibu hanya bekerja sebagai pencari kayu bakar, namun semangat ibu sangat besar untuk menyekolahkan anak ibu” kataku kagum. “Anak ibu kuliah ambil jurusan apa?” tanyaku yang tak ada habis-habisnya. “Arsitektur, dimana ya bisa dapat laptop yang murah?” tanya ibu itu. “Wah bagus ya, tapi arsitektur mahal biayanya. Oh, kalau ibu gak mampu beli laptop, ibu suruh saja anak ibu ke rental komputer, Rp.3000 sudah bisa main 1 jam” jawabku.

“Wah murah sekali, nanti ibu suruh anak ibu ke rental kolputer. Makasih ya nak” kata ibu itu senang. “Bukan kolputer bu, tapi komputer. Iya sama-sama bu” kata sambil tersenyum. “Kolputer komputer sama aja kali” katanya. “Beda bu. Hahahaha” kataku tertawa.

Lalu kami turun di terminal. Kini aku tidak bersama ibu itu, ia melanjutkan perjalanannya ke jurusan metromini lain.

Kini aku mendapat pelajaran, tidak mesti orang kaya saja yang sekolah, namun orang miskin juga bisa. Buktinya ibu itu, walaupun dia hanya pencari kayu bakar, namun dia dapat menyekolahkan anaknya sampai jenjang yang paling tinggi.

Selesai

Cerpen Karangan: Dita Zafira Tarmizi
Facebook: Dita Zafira
Hy aku dita. Masih kenal sama aku kan?

Cerpen Kayu Bakar Ajaib merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Akhirnya Aku Bisa Merasakan

Oleh:
Adit, itulah nama panggilanku. Aku memiliki saudara kembar yaitu adib. Dia sangat cerdas dan tanggap dalam menyelesaikan masalah. Sedangkan aku, aku adalah kebalikan dari adib. Sering kali aku disbanding-bandingkan

Mengejar Cita

Oleh:
Pagi itu Dani ingin sekali bersekolah, tapi dengan kondisi keuangan yang tidak mencukupi. Dani sementara tidak bisa melanjutkan sekolah. Ibunya sehari-hari mencari nafkah sebagai penjual nasi. “Bu, kapan aku

Indonesia Baru (Part 1)

Oleh:
“Beginilah nasib tanah subur itu. Daerah yang berkembang akan menjadi maju, dan daerah yang tertinggal akan menjadi melarat.” ucap Pak Aleo, guru baru kami. Beberapa kali ia menatap papan

Pak Guru Oh Pak Guru

Oleh:
Di sebuah kampung nelayan, seorang Bapak Guru Muda yang baru datang dari kota sangat bersemangat menjadikan murid-muridnya terpelajar dan berdisiplin tinggi. Pada awal tatap muka, Sang Guru Muda mulai

Rapor Merah Cambuk Si Toni

Oleh:
Toni namanya duduk di kelas IV SD dan hari itu Toni menerima rapor semester pertama, parasaannya penuh bimbang, takut, cemas dan bercampur aduk hal itu karena nilai rapor yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *