Kecut dan Telur Mata Sapi Rupanya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pendidikan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 28 April 2014

Lembar putih berisi soal-soal yang membuat aku geram rasanya ingin aku robek menjadi potongan-potongan kecil dan ku buang ke bak sampah dan berharap agar potongan kertas yang ku buang segera dibawa ke tempat pembakaran sampah. Yap! aku tak tau menahu mengapa aku bisa sebenci ini dengan Mapel Matematika? mungkin bagiku matematika itu pelajaran yang Horror dan meMATIKAn. Tak kusangka serumit inilah angka-angka yang berhamburan di kertas ulangan ini. Rumus?.. aku hafal rumus-rumus itu tapi.. kenapa guru killer itu menyelipkan soal-soal yang memutarbalikan rumus awal? Aku sebal kenapa soal ini tidak sejalan dengan rumus yang aku hafalkan semalam. Ini UH ke -2 Mtk soal itu dicantumkan dengan segelintir Essay sebanyak 5 soal tanpa pilihan ganda. Intinya sekarang aku baru mengisi pertanyaan nomor 1, 3 dan 4. Dan yang paling menjijikan adalah soal nomor 2 dan 5 berkaitan dengan volume gabungan bangun ruang. Sedangkan jarum jam sudah mulai mendekati angka 09.00. Jam di kulit pergelangan tanganku terus berdetak, sesekali kulirik jarum jam ini dan berharap jarumnya mundur kembali ke angka 08.30. Sungguh bodoh!. Aku melirik ke pojok belakang tepat dimana Lucy sahabatku duduk, rupanya dia juga terpotar-patir dengan dengan soal. Aku tak tega melihat wajahnya yang kusam letih. Tapi terpaksa aku memanggilya.

“Lucy… No 2 dan 5 gimana jawabannya?” dengan suara setengah berbisik untunglah dia mendengar dan sedikit menoleh kecil ke arahku dengan wajahnya yang penuh arti.

“No 2 caranya volume 1/2 bola ditambah volume tabung tanpa alas. kalau yang no 5..” terhentilah pembicaraan aku dengan lucy karena tampaknya bu Rano si guru killer beralis runcing itu memperhatikan mimik mulut kita berdua.

Ku goreskan penaku di atas lembar jawaban no 2 dengan sedikit gemetar dan masih ragu. Terjawab sudah no 2 dengan rumus dan jawaban yang 80% masih belum meyakinkan.

Dan rupanya si guru killer itu mengucapkan kata-kata yang membuat perutku terasa sembelit akut.

“Anak-anak.. 10 menit lagi waktu yang tersisa” ujar bu Rano.

Bodohnya aku ini, gimana nasib no 5? Ya Allah..

Dengan sok percaya diri aku kembali menggoreskan penaku di atas lembar jawaban no 5, Penaku terasa licin dipegang oleh telapak tanganku yang mulai membasah oleh keringat sejak tadi. apalah ini? aku memutar 360 derajat otakku agar bisa connect kembali (sebenarnya tidak diputar). Sedikit titik cerah terbersit setelah aku berulang-ulang membaca basmalah. Akhirnya wahyu ini datang membuat aku lebih percaya dengan jawaban ini. Alhamdulillah selesai juga.

“Waktunya habis anak-anak 1 cepat kumpulkan tidak ada toleransi lagi dari ibu” ujar bu Rano.

Sekelas pun segera menyerahkan lembar jawaban mereka masing-masing termasuk aku.

Istirahat pun datang tepat pada pukul 09.30. Entah apa, aku da lucy membeli coklat silver queen untuk cemilan di waktu itu. menurut lucy sih, coklat dapat menurunkan depresi dan kelelahan. Loh? bisa dibilang sih aku depresi akibat UH matematika tadi, jadi untuk me-refresh kembali gitu.

Keesokan harinya guru itu dan Mapel itu datang kembali mengawali pelajaran hari itu. Perutku benar-benar sembelit dan sepertinya membuncit disaat Guru itu akan menyebutkan satu per satu nilai hasil UH.

Absen 1-9 tampaknya nilainya memuaskan dan inilah absenku yang ke-10 subhanallah..

“Absen 10 meraih nilai tertinggi dengan score 100” ujar bu Rano.

Tepuk tangan seisi kelas khusus untukku. Tak kusangka, tapi.. ada sedikit yang belum sempurna dimana no 2 aku meminta bantuan kepada lucy untuk menanyakan rumus.

Jadi…? aku merasa belum sepenuhnya bisaaa…

Cerpen Karangan: Annisa Fitriani Burhan
Blog: http://annisafitrianiburhanwriter.blogspot.com
Facebook: Annisa Fitriani Burhan

Cerpen Kecut dan Telur Mata Sapi Rupanya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Twice

Oleh:
Cinta… Dulu itu merupakan suatu kata yang sangat pahit bagiku, tapi tidak untuk saat ini. Karena orang yang sangat kucintai, saat ini sedang bersamaku, kita melangkah tanpa beban sedikitpun

Emas Yang Berharga Di Nusa Tenggara Timur

Oleh:
Rissa Permata namanya, dia biasa dipanggil Rissa. Dia adalah pemenang lomba Duta Lingkungan di tingkat Provinsi Jawa Timur. Dia dipilih untuk mewakili Provinsi Jawa Timur untuk mengikuti pemilihan Duta

Yang Ku Nanti

Oleh:
“Aku mulai mengaguminya ketika pertama kali aku melihatnya, tetapi aku hanya melihat, mengaguminya dari jauh, dan menyukainya dalam diam.” Veilina Ryvana adalah nama panjangku. Aku adalah salah satu siswi

Cinta Yang Tersakiti

Oleh:
“Teettt…” bel istirahat berbunyi semua siswa berhamburan ke luar kelas termasuk aku. Tiba-tiba ada seseorang yang menarik tanganku dan ternyata itu Angga. “Angga kamu ngagetin aja sih.” Kataku sedikit

Perjalanan Cinta Singkat

Oleh:
Hari ini, mungkin hari pertamaku sekolah di Jakarta setelah perpindahanku dari Bandung. Meski aku sebenarnya tak berniat untuk pindah sekolah, namun semua ini terpaksa karena urusan kerja OrangTuaku. Ya..

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *