Matematika? Siapa Takut!

Judul Cerpen Matematika? Siapa Takut!
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Motivasi, Cerpen Pendidikan
Lolos moderasi pada: 13 March 2013

Dag… dig… dug, terdengar suara detak jantungku saat namaku dipanggil ibu guru untuk maju ke depan kelas menyelesaikan salah satu soal matematika. Dalam hatiku aku berkata “sial, kenapa aku sih yang disuruh maju?” omelku dalam hati. Akupun beranjak dari mejaku menuju papan.

Kuterdiam. Beberapa saat suasana di dalam kelas hening. Kuberpikir bagaimana cara menyelesaikan soal yang menurutku sulitnya minta ampun ini. Teman-temanku yang mendapat giliran untuk maju kedepan datang silih berganti menyelesaikan soal yang diberi Ibu guru.

Hingga, beberapa menitpun berlalu dengan cepatnya. Tapi tak setitik angkapun tertulis. “aduh susah benget sih soalnya!” , bisikku dalam hati. Sambil terus berpikir aku terus berdoa “ya Tuhan, bantulah aku menyelesaikan soal ini dengan cara apapun. Aku janji akan belajar lebih giat Tuhan”

Karena di depan terlalu lama aku jadi malu pada teman-temanku. Sampai-sampai keringat dingin ku pun keluar.
Tak lama kemudian “Tet…Tet…”. Bel pulang berbunyi. “Huff…” desahku. Akhirnya aku pulang sambil terus bersyukur pada Tuhan.

Setelah makan siang aku langsung tertidur saking lelahnya. Tiba-tiba aku terjaga dari tidurku. Aku segera beranjak dari tempat tidurku menuju ke kamar mandi membasuh mukaku. Kemudian saat aku keluar kulihat beberapa buku berserakan di atas tempat tidurku. Dengan segera kurapikan buku-buku tersebut ke tempat semula. Melihat buku-buku itu aku jadi mengingat kejadian menyeramkan di sekolah tadi.

Kuambil beberapa contoh soal-soal matematika, kupelajari dan kemudian mulai kujawab. Saat kujawab soal tersebut ternyata tidaklah sulit. “Luar biasa!” seruku. Saking gembiranya aku meloncat-loncat di atas tempat tidurku, terus meloncat dan terus meloncat hingga… “BRUUK”. Aku terjatuh dan ternyata itu semua hanyalah mimpi.

Hampir saja aku putus asa. Tapi aku tidak mau hanya bisa dalam mimpi. Aku ingin semua jadi kenyataan. Tiba-tiba teringat nilai matematikaku yang di bawah rata-rata. Maka, segera kuambil salah satu buku. Kupelajari dan kuhafalkan soal-soal dengan rumusnya.

Tepat pukul 07.00 aku makan malam. Kemudian kembali ke meja belajar. Dan perlahan namun pasti aku mulai mencoba mengerjakan satu soal yang kemudian disusul oleh soal-soal yang lain. Tentunya dengan rumus yang sudah sebagian kuhafalkan dan ku pelajari tadi. Walaupun tidak sepenuhnya bisa tapi setidaknya ada kemajuan.

Keesokan harinya ibu guruku memanggilku. Di ruangannya ia berkata bahwa sebentar lagi ujian akan di laksanakan. Jika aku tidak rajin belajar kemungkinannya aku tidak bisa lulus. Karena pelajaran yang paling sulit nanti ialah matematika, lagi pula nilai pelajaran tersebutlah yang paling dipertimbangkan. Hari demi hari kulalui sambil terus berusaha belajar, menghafal, menjawab, menghafal, menjawab begitu seterusnya.

Akhirnya waktu ujianpun tiba. Mata ujian pertama adalah matemika pelajaran yang paling kusegani. “Tapi…, tidak!” ucapku dalam hati, “Aku harus buktikan pada semua bahwa aku bisa!” seruku kemudian.
Ujianpun dimulai “huff..” kumenghela nafas. Lembar ujian telah dibagikan. Kini saatnya mengerjakan. Meski sedikit sulit tapi aku bersyukur karena aku bisa menjawab semua soal tanpa ada yang kosong tepat pada waktunya. Ujian-ujian berikutnyapun kulalui dengan mudahnya.

Hingga satu minggu telah berlalu saatnya ujian dibagikan. B.inggris, Pkn, IPA, Bahasa indonesia, IPS dan pelajaran yang lainnya. “Ye..” kataku dalam hati. Karena semua nilai pelajaran tersebut di atas rata-rata. Hingga saatnya lembaran ujian yang terakhir “Matematika”.

Ketika namaku disebut untuk maju ke depan mengambil lembaran ujianku jantungku mulai berdebar makin lama makin kencang dug.. dag.. dug. Kuambil secarik kertas dari tangan ibuguru dengan gemetar. Saat kulihat wajah Ibu guru, Ibu guru tersenyum padaku. Aku yang awalnya takut melihat hasil ujian tersebut langsung melihat dan, “Yeah… aku berhasil”, teriakku saat itu juga. Nilaiku 8, kata bu guru nilaiku tidak begitu buruk.

Saat pembagian rapor tiba, kulihat raporku sambil gemetar dan ternyata aku lulus dengan nilai yang memuaskan. Betapa senang hatiku. Dari dalam hati aku berkata “ Alhamdulillah, ternyata jika berusaha dengan sungguh-sungguh, apapun yang kita inginkan pasti akan tercapai!”. Akupun pulang dengan langkah yang pasti.

Cerpen Karangan: Fitri Rosadela
Blog: http://mywordsworld.blogspot.com/
Facebook: Fitri Rosadela II

Cerita Matematika? Siapa Takut! merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Disangka

Oleh:
Di sebuah kota besar yang berada di antara benua asia dan Australia,pada pagi hari seperti biasa seorang pekerja serabutan berangkat dengan gesit langsung memenuhi kewajibanya sebagai seorang kepala keluarga

Meja Dan Kursi

Oleh:
Aku melihat tempat belajar anak-anak usia dini di Kampung Cileuksa Desa Bandung sangatlah prihatin. Anak-anak belajar di kantor balai desa secara lesehan. Tidak mempunyai meja dan kursi. Mereka melaksanakan

Menebus Mimpi

Oleh:
Nay, itulah nama panggilanku. Kini aku duduk di bangku kuliah semester enam. Aktivitasku di kampus penuh dengan kegiatan organisasi serta menjadi relawan kegiatan sosial. Memang awalnya terasa berat, tapi

Guru Ku Motivasi Hidup Ku

Oleh:
Tidak terasa sebentar lagi tanggal 25 November. Dimana semua siswa Indonesia akan memperingati hari guru. Jika aku melihat jasa para guru, itu sangat berjasa sekali bagiku. Guru tidak pernah

Transportasi Plastik Bapak

Oleh:
Suara ayam berkokok terdengar begitu nyaring menembus lubang-lubang bilik kamarku. suara tumbukan halu yang beradu dengan lisung membangunkan aku dari lelapku yang nyenyak. Segera ku tersadar dan mengingat bahwa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Matematika? Siapa Takut!”

  1. pera juliana says:

    tapi matematika itu sulittt

Leave a Reply