Meluruskan Niat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pendidikan, Cerpen Slice Of Life
Lolos moderasi pada: 23 June 2020

Kala itu kita sedang menunggu hujan reda, di masjid tepatnya. Jam menunjukkan pukul 18.30 WIB, jika kita tidak pergi berarti kita menggagalkan pertemuan kita dengan adik-adik panti asuhan an-nur, mencoba sabar menanti hujan, akhirnya kita berencana untuk tetap pergi apapun halangannya.

Kami ini dari salah satu komunitas relawan yang bergerak di bidang divisi pendidikan, apapun bentuknya relawan tetaplah relawan, hatinya harus selalu dipenuhi dengan rasa keikhlasan. Kami pergi hanya 7 orang, 1 laki-laki dan 6 perempuan.

“Mas yakin nih jadi pergi?” Gumamku.
“Jadi Vi, kalo ga jadi nanti anak-anak kecewa, apapun yang terjadi kita serahkan sama Allah” jawab Mas Wasis.

Akhirnya, kami memang benar-benar memutuskan untuk berangkat. Kami pergi hanya berbekal Google-Maps, yang tahu lokasi hanya Mas wasis, kami berenam sama sekali tidak tahu.

Kami kira perjalanan hanya 30 menitan, ternyata 1 jam lebih dan hampir nyasar, karena Mas Wasis lupa, jadi kita berteduh terlebih dahulu di emperan.

“Mas masih jauh gak sih?” tanya Vani.
“Iya e Mas, kok jauh banget.” gumam Nila.
“tau gini mending dibatalin aja Mas” gumam Sindi.
“Loh kok kalian pada ngeluh, sabar toh ini aku lagi berusaha mengingat-ngingat, lagi cari di Google-Maps juga, lagipula kita itu relawan, kalo emang niat kita bener dari awal, udah diniatin lillahita’la harusnya kita gak boleh putus asa gitu.” Jawab Mas Wasis.
“Sudah-sudah jangan berdebat, mungkin saja Allah ingin menguji keikhlasan kita lewat ini” Nanda berucap bijak.

Setelah itu kamipun sadar, bahwa kepergian kami untuk tujuan baik, mengajar anak-anak panti di desa pelosok. jadi apapun yang terjadi harus dihadapi, luruskan niat yang baik di segala apa yang kami lakukan.

Cerpen Karangan: Rizki Oktaviani
Blog / Facebook: Rizki Oktaviani
Mahasiswi Fakultas Tarbiyah semester 3 UIN Jogja, yang hidupnya suka membaca dan mengembara.

Cerpen Meluruskan Niat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jujur Tidak Ajur

Oleh:
Laki-laki itu kini berusia 17 tahun. Ia dilahirkan dari pasangan Kolman dan Fatimah. Ia hidup dalam kesederhanaan bersama 2 kakak kandung dan 1 kakak ipar. Ia adalah seorang siswa

Usahaku Membuatku Tersenyum

Oleh:
Krek… Pagi pun menemuiku dengan senyumannya, entah kenapa pagi ini rasanya lelah, letih dan tak bersemangat seakan ada yang akan terjadi. “Bangun… Bangun nak”, suara ibu pun terdengar jelas

120 Detik

Oleh:
Azan magrib baru saja selesai berkumandang, tapi aku masih harus menunggu lampu merah ini, “arghh sial gara-gara bajai itu lama jalannya jadi kena lampu merah, padahal masih sempet” gerutuku

Bukan Kisah Insomnia Biasa

Oleh:
Ini kisahku, aku adalah seseorang yang akhir-akhir ini merasa tidak enak dengan diri ini karena menderita sebuah gangguan kesehatan. Ahh, mungkin gangguan kesehatan ini bukanlah separah penderita kanker, penderita

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *