Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Kebohongan Yang Indah

Ketika pagi akan menjelang, rerumputan masih terbasahi embun yang memaksa mendinginkan udara pagi di kaki bukit Gunung Slamet. Embun pula yang meneteskan air di dedaunan pohon-pohon hijau. Ayam-ayam berkokok saling bersahutan...

Disana Aku Berada

Ponorogo, 12 Juni 2000 Suara dentuman keras benda itu begitu menggelegar, alunan melodinya sangat dahsyat ternyata itu adalah suara lonceng alat peringatan di setiap melakukan aktifitas agar lebih teratur dan gak ngawur kalau...

Yogyakarta 13 September 2008

“Eh Tia kok sendirian aja?“ Sapaku. “Iya nih, biasa lagi buat penelitian. Gak penting banget gila!” Jelasnya “Lo gak boleh gitu lah, itu kan syarat kelulusan juga. Gue temenin ya?” “Yaahh.. Jangan cuma nemenin,...

Platinum

Air mataku menetes. Aku masih memandang foto itu. Tidak terasa, dua tahun sudah kakakku, Malik pergi. Sebenarnya bukan untuk meninggalkanku, hanya menjagaku dari suatu tempat di atas sana. Aku ingin menceritakan semua hal...

Akulah Sahabatmu

Namaku Zahara Lily Tiara, bisa di panggil Rara. Aku adalah seorang gadis yang berumur 16 tahun. Aku di kenal sebagai gadis yang ceria dan tak pernah mengeluh akan apapun. Aku rasa memang begitu! Aku yakin diriku berbeda dengan...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Nenek ku Pahlawanku

  1. lizha 11 April, 2013 at 7:37 am | | Reply

    nopelnya tdk lenkapp!!!!!!!!!!!

Leave a Reply