Pecahan Labirin

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pendidikan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 19 February 2023

Di sebuah sekolah terdapat dua orang sahabat yang hendak keluar kelas untuk pergi ke kantin membeli kue dan minuman. Disaat mereka berjalan untuk pergi ke kantin mereka berdua melihat banyak siswa yang berkumpul dipapan pengumuman.

“Eh Leo ada pengumuman apa hari ini?” Tanya Karissa.
“Ada pengumuman lomba,” Jawab Leo.
“Ada lomba apa aja?”
“Enggak tau,”
“Jihan ayo kita lihat lomba apa aja disana!” Ajak Karissa kepada sahabatnya.
“Ayo,” Jawab Jihan.

Sesampainya di balkon pengumuman, ternyata ada bermacam-macam lomba. Seperti OSN matematika, IPA kimia, IPA biologi, IPA fisika, IPS sosiologi, IPS geografis, IPS ekonomi, IPS sejarah, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris.

“Karissa kamu mau lomba apa?” Tanya Jihan.
“Emm… aku ingin lomba matematika, kalau kamu?” Jawab Karissa.
“Aku ingin lomba Bahasa Indonesia,” Jawab Jihan.
“Udah aku tebak, karna kan kamu suka baca buku,” Bilang Karissa.
“Hehehe, ayo ke kantin,” Ajak Jihan.
Di kantin mereka berdua membeli makanan dan minuman sesuka hati.

Bel pun berbunyi dan waktunya masuk kelas.
Setelah mereka mengikuti pelajaran, mereka hendak pergi ke Bu Dewi untuk mendaftarkan diri ikut lomba.
“Assalammualaikum Bu,” Salam Jihan dan Karissa.
“Waalaikumsalam,” Jawab Bu Dewi.
“Bu ini saya sama Jihan ingin mendaftarkan diri ikut lomba,” Bilang Karissa.
“Oh iya, mau ikut lomba apa?” Tanya Bu Dewi.
“Kalau saya matematika, kalau jihan Bahasa Indonesia,” Jawab Karissa.
“Mulai kapan Bu pembinaannya?” Tanya jihan.
“Insyaallah di mulai besok pulang sekolah,” Jawab Bu Dewi.
“Yaudah Bu kami pulang dulu,” Bilang Jihan dan Karissa sambil menyalami Bu Dewi.

Karissa telah sampai di lokasi rumahnya. Ia langsung meletakkan tasnya dan mengganti pakaiannya. Tak lupa pula ia melaksanakan sholat dhuhur. Karissa bersiap-siap untuk tidur di tempat tidurnya, namun sebelum itu Karissa berpikir bahwasannya ia harus menang dalam lomba ini dan Karissa kan juga pintar. Kalau ikut lomba pasti menang. Akhirnya Karissa pun tertidur.

Ashar pun tiba. Karissa bangun untuk melaksanakan Sholat ashar dan ia membersihkan rumah.
“Karissa, bantu Bunda masak,” Bilang Bunda sambil menu dapur.
“Iya, Bunda,” Jawab Karissa.

Setelah Bunda dan Karissa selesai masak, Bunda menyiapkan makanannya di tempat makan dan Karissa memanggil Ayah dan Adiknya. Waktu berlalu begitu cepat sehingga Karissa sudah menyelesaikan semua aktivitasnya dan sekarang Karissa menuju kamarnya untuk tidur.

KRING…
Bunyi bel sekolah pun terdengar begitu keras sehingga membuat Karissa dan Jihan harus berlari ke kelasnya agar tidak telat masuk. Jam pelajaran pun dimulai, Bu Rina yang mengajar mata pelajaran fisika telah datang.

“Assalammualaikum anak-anak,” Salam Bu Rina sambil meletakkan buku-bukunya diatas meja.
“Waalaikumsalam Bu,” Jawab serentak semua murid.
“Ayo kita lanjutkan materi pelajaran sebelumnya.”
“Iya Bu.”

ADVERTISEMENT

Jam istirahat telah tiba semua siswa berlarian pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang kosong. Begitu pula dengan Karissa dan Jihan yang juga pergi ke kantin untuk membeli makanan dan minuman seperti biasa. Karena banyaknya siswa yang sekolah disini sampai akhirnya Karissa dan Jihan tidak menemukan tempat duduk, Jihan pun berpikir untuk mengajak Karissa pergi ke kelas dan memakan makanan yang tadi dibeli di kantin.

Seperti yang dikatakan oleh Bu Dewi kemarin bahwasannya siswa yang ikut lomba diseleksi terlebih dahulu. Dan hasilnya Karissa dan Jihan lolos dalam seleksi ini dan sekarang pun masing-masing dari mereka pembinaan sendiri-sendiri sesuai lomba yang diambil mereka bersama guru mata pelajaran masing-masing.

Karissa sampai di rumahnya pada sore hari, ia langsung shalat ashar, membersihkan rumah dan membatu Bundanya memasak. Sehingga malam hari pun tiba Karissa biasanya belajar terlebih dahulu tetapi hari ini tidak, justru Karissa menonton tv dan memainkan hp sampai ia ketiduran. Karena Karissa berpikir kalau sudah ada pembinaan dan dirinya sudah merasa sudah pintar dan tidak ingin belajar matematika dan ia berpikir disetiap lomba yang Karissa ikuti pasti menang.

“Karissa antar Icha ke sekolah ya,” Kata Bunda.
“Loh kan biasanya diantar sama Ayah,” Protes Karissa.
“Karena ada rapat dadakan jadi Ayah berangkat duluan ke kantor dan enggak bisa ngantar Icha dulu hari ini,” Jelas Bunda.
“Ya udah, ayo berangkat,” Ajak Karissa kepada Adiknya.

“Oh iya Bun, aku minggu depan lomba OSN matematika,” Kata Karissa sambil mengambil tasnya hendak mengantarkan Adiknya dan pergi ke sekolah.
“Dimana lombanya,” Tanya Bunda.
“Sepertinya di SMA 6,” Jawab Karissa.
“Ohh, yaudah sana berangkat nanti keburu telat,”

Di dalam kelas sudah banyak siswa yang berdatangan hari ini, termasuk Jihan yang setia menunggu kedatangan Karissa.
“Tumben baru datang jam segini?” Tanya Jihan.
“Tadi masih nganterin adekku ke sekolahannya dulu, karena ayahku udah berangkat ke kantor duluan, ada rapat dadakan,” Jelas Karissa sambil meletakkan tasnya dan duduk disebelah Jihan.
“Oalah ya… ya,” Kata Jihan.

“Assalammualaikum,” Salam Bu Indra guru IPS Sosiologi.
Dengan kedatangan Bu Indra di kelas para siswa pun langsung duduk di tempatnya masing-masing.
“Waalaikumsalam,” Jawab para siswa serempak.
“Kita lanjutkan materi sebelumnya, setelah itu, latihan soal,” Kata Bu Indra.
“Loh bu kan ujiannya masih lama, kok sekarang udah Latihan soal aja,” Ujar Farel.
“Kamu itu, emangnya Latihan soal harus dekat dengan ujian,” Kata Bu Indra sambil menuliskan materi di papan tulis.
“Huuu…” Jawab murid-murid serempak.

Sesampainya Karissa di rumah, ia langsung ganti baju, mandi, dan shalat ashar. Karissa hendak keluar kamar untuk membantu Bundanya memasak, tetapi Bundanya ingin keluar ke supermarket untuk membeli kebutuhan pokok. Akhirnya Bunda mengajak Karissa untuk pergi ke supermarket.

“Bunda kita ke supermarketnya naik apa?” Tanya Karissa.
“Nanti sepeda motor aja biar cepat sampai. Kamu ya yang nyetir,” Ujar Bunda sambil mengambil kunci sepeda motornya.
“Oke bunda, ayo Bun,” Kata Karissa.

Sesampainya di supermarket.
“Bunda butuh apa aja?” Tanya Karissa sambil mendorong keranjangnya.
“Bunda butuh beras, minyak, gula, garam, Masako, teh, dan sunlight. Udah itu aja, bantu Bunda cari yaaa,” Kata Bunda sambil melihat catatan di hpnya.
“Okee Bunda”

Beberapa menit kemudian Karissa dan Bundanya sudah menemukan semua kebutuhan yang diperlukan.
“Bunda mau beli pudding juga yaa,” Kata Karissa.
“Iyaa, ambil sana sendiri” Jawab Bunda.
Setelah itu mereka menuju kasir untuk membayar semua barang yang sudah dibeli. Setelah itu mereka pulang.

Karissa dan Bundanya sampai di rumah menjelang malam hari. Karissa memakirkan sepeda motornya di garasi rumahnya, sedangkan Bundanya masuk rumah sembari membawa sebagian barang yang dibelinya tadi di supermarket dan sebagian barang dibawa Karissa. Bunda memasak makanan di dapur, sedangkan Karissa pergi ke kamar untuk ganti baju. Tak lama kemudian Bunda selesai masak dan Bunda memanggil Ayah, Adik dan Karissa untuk makan bersama di ruang makan. Setelah makan, Karissa langsung beranjak ke kamarnya untuk tidur.

“Karissa besok lomba, udah enggak sabar ni,” Ujar Jihan sambil menghampiri Karissa yang baru sampai di sekolah.
“Ih kayak enggak pernah lomba aja,” Kata Karissa sambil memukul lengan Jihan.
“Ih Karissa…” Jihan hendak membalas Karissa tetapi Karissa langsung berlari menuju ke kelasnya.
Jam pelajaran pertama dimulai, Karissa dan Jihan mengikuti pelajaran hari ini dengan baik. Sehingga jam pulang pun tiba, Karissa dan Jihan langsung ke ruangannya masing-masing untuk melaksanakan pembinaan.

“Besok siap, kan lombanya Karissa?” Tanya bu Intan selaku guru pembina matematika.
“Siap Bu,” Jawab Karissa dengan percaya diri.

Ada tiga orang yang mengikuti lomba OSN matematika dan juga ada lima orang yang mengikuti lomba OSN Bahasa Indonesia. Karissa dan Jihan termasuk mengikuti lomba OSN didalam tersebut.

Hari lomba pun tiba. Karissa bersiap di pagi hari dengan semangat.
“Bunda Karissa berangkat dulu ya. Minta doanya ya Bun,” Kata Karissa sambil menyalimi Bundanya.
“Iyaa, hati-hati yaa berangkatnya. Semangat,” Kata Bunda sambil mengepalkan tangannya pertanda bahwa Bunda menyemangati Karissa.
“Ayah, Karissa berangkat dulu ya. Minta doanya yaa yah,” Kata Karissa sambil menyalami Ayahnya juga.
“Iyaa, semangat yaa,” Kata Ayahnya sambil mencium kening Karissa.
“Semangat kakak,” Kata Icha.
“Makasih, kamu juga semangat sekolahnya dek,” Kata Karissa.
“Assalammualaikum,” Salam Karissa kepada keluarganya.
“Waalaikumsalam,” Jawab Ayah, Bunda, dan Adiknya.

Semua siswa maupun siswi yang ikut lomba hari ini sudah bersiap untuk berangkat ke lokasi lombanya. Sesampainya disana mereka diharuskan memasuki ruangan sesuai mata pelajaran masing-masing. Karissa dan Jihan berpisah karena mereka berbeda mata pelajaran yang mereka ambil di lomba tersebut.

Karissa langsung mengambil soal disaat bel berbunyi, begitupun dengan Jihan. Waktu berjalan sangat cepat, sehingga para peserta lomba diharuskan mengumpulkan soal yang sudah dikerjakan. Setelah itu peserta lomba di istirahatkan terlebih dahulu dengan menunggu pengumuman selanjutnya. Karissa dan Jihan memakan konsumsi yang telah disediakan oleh panitia lomba.

Guru Kinan selaku juri dalam lomba OSN hari ini telah mengumumkan siapa pemenang dalam lomba OSN ini. Karissa dan Jihan mendengarkan pengumuman dengan seksama. Pada akhirnya Jihan memenangkan lomba OSN Bahasa Indonesia dan mendapatkan juara 2, sedangkan Karissa tidak menang dalam lomba OSN ini. Baru kali ini Karissa mengikuti lomba OSN dan dia tidak mendapatkan juara. Mungkin karena Karissa kali ini tidak berusaha secara maksimal dan juga ia tidak memanfaatkan waktunya dengan baik untuk belajar, ia hanya berpikir pasti aku menang. Hingga akhirnya, Karissa tidak juara dalam lomba kali ini. Beda lagi dengan Jihan yang setiap malam hari belajar dan memanfaatkan waktunya dengan baik. Karissa menangis di saat sudah mendengar pengumuman tersebut.

“Udah Karissa jangan nangis lagi. Anggap aja kali ini buat pelajaran. Kamu harus lebih berusaha lagi,” Ucap Jihan menyemangati, sambil mengelus Pundak Karissa pertanda Jihan menguatkan Karissa.
“Iyaa Jihan. Makasih ya dan selamat ya buat kamu,” Kata Karissa sambil memeluk Jihan.
“Ayo semuanya berkumpul kita akan segera kembali ke sekolah,” Ujar Bu Intan.

Sesampainya di sekolah. Karissa langsung pulang ke rumah, dan sekarang Karissa menangis didalam kamarnya. Ayah dan Bunda Karissa tidak masalah jika Karissa tidak memenangkan lomba ini, sedangkan Karissa menangis karena ia menyesal tidak belajar disaat malam hari dia merasa tidak memanfaatkan waktunya dengan baik, dia juga kecewa dengan sikap sebelumnya yang tidak berusaha semaksimal mungkin dan akhirnya ia sadar bahwa semua ini sudah takdir dari Tuhan semesta alam.

“Karissa, udah enggak usah nangis lagi. Nanti kalau ada lomba lagi Karissa harus berusaha, belajar semaksimal mungkin,” Ucap Ayah dengan perhatian.
“Oh iya, Ayah punya kata mutiara agar kamu bisa semangat lagi,” Sambung Ayah
“Apa yah?” Tanya Karissa.
“(barangsiapa yang bersungguh-sungguh dia pasti berhasil) semangat terus yaa nak,” Ucap Ayah sambil mengecup kening Karissa.
“Makasih Ayah,” Jawab Karissa sambil memeluk ayahnya.

1 BULAN KEMUDIAN.
Karissa diminta untuk mengikuti lomba matematika lagi, walaupun lomba kemarin Karissa tidak juara, tapi kalau di dalam kelas Karissa lah ahli matematikanya. Begitu pula dengan Jihan, ia juga mengikuti lomba Bahasa Indonesia. Kali ini Karissa tidak akan menyia-nyiakan waktunya, ia akan berusaha dan bersungguh-sungguh dalam belajarnya.

Hari lomba pun tiba Karissa berangkat dari rumahnya ke sekolahnya dengan penuh semangat. Hari ini lombanya di SMA Wijaya. Para siswa yang mengikuti lomba dipersilahkan untuk mengambil soal dan dikerjakan sampai bel berbunyi. Waktu berjalan dengan cepat, sehingga bel berbunyi dan waktunya para siswa untuk mengumpulkan soal tersebut.

Guru Lathif selaku juri dalam lomba ini telah mengumumkan siapa pemenang lomba hari ini. Hasilnya, Karissa dan Jihan memenangkan lomba ini. Mereka berdua begitu sangat bersyukur kepada Allah dan juga ini hasil mereka berdua karena telah memanfaatkan waktunya dengan sebaik mungkin.

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

Cerpen Karangan: Marsyanda Aliyah Rafidatuz Zahro’
@rfdz.nda

Cerpen Pecahan Labirin merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Usahaku Membuatku Tersenyum

Oleh:
Krek… Pagi pun menemuiku dengan senyumannya, entah kenapa pagi ini rasanya lelah, letih dan tak bersemangat seakan ada yang akan terjadi. “Bangun… Bangun nak”, suara ibu pun terdengar jelas

Cinta Segitiga

Oleh:
Di suatu sekolah terdapat 2 seorang sahabat karib yang selalu menjalani hari dengan bersama sama, sebut saja namanya Cilla dan Stella, Cilla itu seseorang yang penuh tanggung jawab, selalu

Just For Comfortable

Oleh:
Banyak orang bilang, jika kita terlalu sering melakukan sesuatu dengan seseorang, pas di dekatnya kita merasa nyaman. Karena hal itu rasa cinta pada seseorang sering berubah-ubah dan cinta juga

Pelangi Arka dan Rain (Part 3)

Oleh:
Tiba-tiba pintu terbuka dan terdengar suara letupan. Ray menutup mata karena terkejut. Namun, ketika ia membuka mata, ia telah di hujani kertas warna warni dari konveti. Ketika ia melihat

True Love (Part 1)

Oleh:
Cuaca pagi yang cerah menghiasi taman sekolah SMK itu, terlihat seorang gadis yang tengah membaca buku di Taman sekolah. Gadis itu bernama Rere, tidak jauh dari tempat Rere membaca

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *