Penyesalan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Pendidikan, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 19 June 2013

Pagi itu, ku terbangun dari tidur karena hari sudah menunjukan pukul 6 pagi. Ku buka korden kamarku, dan cahaya matahari pagi menyinari kamarku yang indah ini. Aku berjalan menuju kamar mandi, setelah itu aku sarapan bersama keluarga. Hu… hari yang sama seperti biasa tak ada yang berubah.
“gimana Mel, sekolah kamu lancar kan”, tanya Mama.
“iya ma”, jawabku malas.
“dasar putri tidur”, ejek Kak Doni, ya itulah kakakku. Kakak yang selalu aku sayang dan kadang juga selalu membuat orang jengkel.
“apaan sih kak…” gerutuku mendengar ocean kakakku.
“sudah-sudah kalian ini kayak tikus sama kucing aja”, kata Mama sabar.

Setelah itu, aku sampai di sekolahku. Aku menuju kelasku yang paling ujung di lantai 2.
“kenapa kamu Mel”, tanya Dinda Sahabatku.
“biasa”, Dinda mengangguk.

Hari ini seperti biasa, keadaan kelas yang tenang dan disiplin. Bu Mirna menerangkan pelajaran Fisika, teman-temanku sangat serius dalam belajar karena sebentar lagi mendekati Ulangan Kenaikan Kelas. Bu Mirna menengok ke belakang dan melihat Andi teman sekelasku yang paling jail ketiduran.
“Andi, bangun”, teriak Bu Mirna. Karena dia kesal, Bu Mirna melempari Andi dengan penghapus.
“ada penjajah tolong”, teriak Andi dan seluruh siswa tertawa melihat tingkah kocak Andi.
“Andi sudah berapa kali ibu bilang jangan tidur di kelas”, gerutu Bu Mirna.
“maaf bu, soalnya gantuk”, pinta Andi
“sudah sekarang kamu bersihkan kamar mandi… cepat”, perintah Bu Mirna. Dan suasana kelas menjadi hening kembali.

Setelah pelajaran pertama selesai, aku mengajak Dinda ke kantin. “eh Mel… si Andi tuh emang raja jail ya”, kata Dinda.
“iya sih tapi… aku juga kasian”, bisik Amel.
“orang kaya gitu dikasiani”, kata Dinda
“bukan Andinya tapi orang tuanya”
“kenapa” sambil memakan Snack kesukaanya
“ya orang tuanya sudah susah payah nyekolahin eh dianya bandel”, kataku

Ulangan Kenaikan kelas semakin dekat, aku semakin giat belajar. Untuk memperbaiki nilaiku yang jelek, dan di sekolahku pun aku lebih suka membaca. Tiba-tiba,
“eh kutu buku”, teriak Andi
“apaan sih Di… dari pada kamu otak kok di taruh di dengkul”, gerutuku
“apa…” Andi marah sampai ke ubun-ubun
“udah Di… nanti kalau kamu masuk BK lagi”,
Akhirnya dia gak jadi memarahiku.

Dan hari itu tiba juga, setelah kita menghadapi UKK akhirnya pengumuman kenaikan siswa. Tertulis di papan pengumuman bahwa, aku mendapat juara satu di kelasku. Dan yang membuat aku kaget, Andi tidak naik kelas tahun ini.
“apa… Andi gak naik kelas” kataku kaget.
“apa…” teriak Andi, tiba- tiba Bu Reni datang. “iya karena kamu Andi, kamu mendapat nilai jelek dan mulai hari ini sifat buruk kamu harus di hilangkan.”
“baik bu… saya nyesel”.

Cerpen Karangan: Dini Aprilia Purnamasari
Facebook: Dini Aprilia

Cerpen Penyesalan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pacarku Daun Muda (Part 2)

Oleh:
Aku menggandeng erat lengan Rico, ketika memasuki sebuah café dimana tempat pesta itu diadakan. Hatiku masih merasa tidak tenang, Ya Tuhan mengapa aku harus terjebak di dalam situasi seperti

Lingkaran

Oleh:
“Kenapa loe pengen jadi astronot?” tanya kira. “Karena, aku suka bulan. Itulah kenapa aku ingin menjadi astronot. Aku ingin berkunjung ke bulan. Hahaha…” jawab Kenta. “Trus, kenapa loe suka

Chocolate Lovers

Oleh:
Sore hari yang cukup indah. Angin berhembus menerpa jilbab unguku. Hari ini aku sedang bermain bersama teman temanku. “hai Fasya!” sapa Jhane. Dia sahabatku. oh, hai Jhane!” balasku. Saat

Salah Paham

Oleh:
Sebuah kata cinta terpampang besar di depan pintu kamarku. Sebuah ungkapan yang ku simpan selama ini kepada seseorang. Ungkapan yang pertama dan penuh perasaan yang telah ku buat tapi

Aku Kehilangan Radarku

Oleh:
Malam lalu aku tak dapat memejamkan kedua mata sipitku ini. Jarum jam yang menggantung di tembok unguku menunjukan pukul 2 dini hari. “Sial, mau jadi apa aku esok bila

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *