Perpustakaan Desa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Pendidikan
Lolos moderasi pada: 16 October 2018

Desa di tempat Annisa tinggal merupakan desa yang terpencil. Di sana, tempatnya masih alami. Anak anak di sana tidak bersekolah, termasuk Annisa.

“Aku ingin membaca buku” kata Annisa pada sahabatnya, Imel.
“Aku juga, malah aku ingin bersekolah” jawab Imel.

“Pa, papa tau gak desa terpencil? Anak anaknya gak berpendidikan. Mereka pengen banget sekolah. Meli sedih banget” kata Meli pada papa nya.
“Iya Meli, bagaimana jika penerus generasi bangsa Indonesia tidak mengenal pendidikan? Kita harus membangun perpustakaan desa di sana agar mereka gemar membaca” ujar papa Meli bijaksana.

Akhirnya, papa Meli bersama dengan kantornya membangun perpustakaan desa di desa Annisa.

“Waahhh sekarang ada perpustakaan desa. Kita bisa baca baca buku nih!” Annisa dan teman temannya sangat senang.
Sejak saat itu, perpustakaan desa selalu ramai oleh orang orang desa. Mereka membaca banyak hal di sana. Sehingga, mereka mempunyai ilmu pengetahuan yang luas.

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Blog / Facebook: santi artha

Cerpen Perpustakaan Desa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Juicy and Friends

Oleh:
“Juicy!” panggil Twisty, sahabat Juicy. “Ada apa Twisty?” tanya Juicy. “Temani aku dong, aku sendirian di rumah. Please!” pinta Twisty. “Ok, nanti aku ke rumahmu. Dahh..” pamit Juicy. “Dahh…,”

Kemah Perjusa

Oleh:
Aku Ririn. Sekarang aku duduk di kelas empat sekolah dasar. Pagi ini aku masuk sekolah setelah beberapa lama liburan. Aku pergi ke sekolah menaiki bus sekolah. Ketika di perjalanan

Malapetaka

Oleh:
“Sucy ayo bangun,” Teriak Ibu dari lantai bawa. “Iya Bu.” sahut Sucy dia langsung membereskan tempat tidurnya. Dan langsung menyambar handuk lalu bergegas menuju kamar mandi. Setelah selesai, Sucy

Lestari

Oleh:
Masa kecil adalah masa yang menyenangkan, berbeda dengan diriku yang hidup di sebuah desa yang dikelilingi hamparan sawah yang luas. Saat aku terlahir di dunia, sanak keluargaku sangat bahagia.

Teman… Tolong!

Oleh:
Ketika kamu berhasil, teman-temanmu tau siapa kamu ketika kamu gagal, kamu tau siapa teman-temanmu. Hari itu seperti biasa aku pergi ke TPA untuk mengaji. Disana teman-temanku sudah menunggu di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *