Tak Sekedar Guru Matematika

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pendidikan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 19 June 2017

Miss. Nur namanya. Salah satu guru yang memiliki banyak pengaruh terhadapku. Mungkin teman-teman hanya mengenalnya sebagai guru mapel, tetapi tidak bagiku, aku mendapatkan banyak pelajaran darinya. “selalu menghargai guru yang mengajar ya, keep istiqomah”. Kata-kata itu sering keluar dari bibir manisnya, dan tak lelah ia ucapkan padaku. Aku pun tersenyum mengiyakan.

Suatu hari saat ia mengajar di kelas, aku mendengar sendiri temanku berbicara tidak enak padanya. Di hatiku, timbul perasaan tidak terima guruku diperlakukan seperti itu. Tetapi ia hanya membalas dengan senyum di wajahnya. Seusai pelajaran, aku menemuinya dan bertanya, “miss, kok tadi miss malah senyum aja nggak negur waktu dia ngomong gitu ke miss??”.
“hehehe… Suatu saat dia akan sadar sendiri kalau digituin itu nggak enak”. Jawabnya sambil tersenyum lagi, aku pun terdiam sejenak mendengar kata-katanya. Dari situ aku mendapat pelajaran untuk “Sabar”.

Tak hanya itu, saat mengajar pun terkadang teman-teman sibuk berbicara sendiri tanpa memperhatikannya, bahkan terkadang membahas pembicaraan yang tidak penting. Sering kali ia mengingatkan dengan halus tetapi yang ia dapatkan lagi-lagi jawaban yang menyakitkan. “miss, rasanya nggak dihargai itu gimana sih?” tanyaku penasaran setelah melihat kondisi kelas saat ia mengajar, karena aku juga belum pernah merasakan menjadi guru. “Mmm.. Gimana ya, rasanya itu nggak enak.. sakitt”, jawabnya begitu. “Maaf ya miss kalo aku sering nggak menghargai miss”, kataku dengan menyesal. “iyaa, nggak kok” kata miss. nur sambil tersenyum. Aku pun mengerti betapa “pentingnya menghargai”.

Terkadang saat bel istirahat berdering, yang menandakan waktu pelajaran telah selesai, aku pun duduk dan mengobrol bersamanya. Berbagi cerita juga pengalaman, dan banyak nasehat-nasehat, serta motivasi keluar dari mulutnya. Aku merasa nyaman saja saat dekat dengannya, karena ia adalah guru yang enak diajak ngobrol juga bisa menjadi pendengar yang baik. Sesekali aku juga bercerita dan meminta saran padanya, ia pun memberikan saran dan menjaga kepercayaanku. Dari kejadian itu aku akan selalu berusaha untuk selalu menjaga “kepercayaan”.

Di akhir tahun di kelas delapan, aku mendapatkan pelajaran yang sangat luar biasa. Saat itu, kelasku mengadakan acara ‘Lazkam Mengajar’ yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 8 yang dibagi menjadi 3 kelompok untuk mengajar 3 Tk yang berbeda. Hanya dengan waktu 2 jam saja merasakan menjadi ‘guru’ untuk anak Tk saja lelahnya bukan main. Aku langsung berpikir, ‘wow… Sungguh beruntung memiliki guru-guru yang luar biasa’, mereka tak lelah mengajari dan membimbing kami dari pagi hingga siang hari bahkan sore hari. “Betapa berarti jasa guru bagi murid-murid di seluruh dunia, bagai penerang dikala gelap, penghibur dikala penat, dan penyelamat dikala sulit”. “terima kasih untuk segala pelajaran yang pernah engkau ajarkan padaku”, itulah kata-kata yang mampu kuucapkan setelah mendapat pelajaran darinya.

Cerpen Karangan: Fatimah Mutia
Facebook: Mutia Fatimah
Nama: Fatimah Mutia
Tempat, tanggal lahir: Surakarta, 7 Agustus 2001

Cerpen Tak Sekedar Guru Matematika merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menanti Hadirmu Kembali

Oleh:
Setiap sore aku ngaji, aku mempunyai teman cowok paling rusuh, namanya Ahmad, dia beda angkatan untuk sekolah walau sekolah kita beda tapi ngaji kita satu angkatan dan dia yang

Cinta Koin

Oleh:
Lagi-lagi aku dihukum, aku disuruh hormat bendera hanya ditemani sekeping koin yang berada di samping kaki ku, terlihat sangat bening, tapi di sisi lainnya kotor sekali, aku rasa itu

Sebuah Cake

Oleh:
Menjadi kuat itu tak semudah bayangan, tak seindah keinginan, tapi seperti membuat sebuah cake yang hasilnya manis atau mungkin gosong dan bisa saja tetap menjadi bahan dasar. Filosofi manusia

I Miss You So Bad

Oleh:
Pagi yang indah ini, kutelusuri setiap jalanan kota untuk menuju ke sekolah. Namaku Daniel, aku adalah tipe laki-laki yang tak suka dengan keramaian dan cenderung tertutup pada orang lain.

Sesosok Matahari

Oleh:
Matahari mulai meninggi. Namun sorak-sorai penonton masih menggema di lapangan. Semua sibuk menyoraki dan mendukung tim basket yang sedang bertanding. Aku berdiri menyandarkan badanku pada tiang penyangga di lantai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *