Usahaku Membuatku Tersenyum

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pendidikan, Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 23 May 2020

Krek…
Pagi pun menemuiku dengan senyumannya, entah kenapa pagi ini rasanya lelah, letih dan tak bersemangat seakan ada yang akan terjadi. “Bangun… Bangun nak”, suara ibu pun terdengar jelas di telingaku aku pun segera mencari handuk dan bersiap-siap untuk menuju sekolah, entahlah aku pun tak napsu tuk sarapan. Setiba di sekolah aku pun langsung masuk kelas dan menyimpan si hitam ranselku, tak beberapa lama bel masuk pun berbunyi keras seolah hatiku pun berontak tak ikhlas, biasa lah malasku hari ini membuat batinku menggolak hehehe..

Tiba-tiba datang sesosok laki-laki berbaju garis-garis ternyata itu adalah guru it ku hmmm gak biasanya dia datang ke ruang kelasku, pikiranku pun melayang risau, ternyata hari ini adalah hari pendaftaran snmptn hari yang mana kutunggu dan kunanti. Tiba tiba kumasukan data diriku dan mencoba daftar … Trek tiba tiba tulisan “Maaf silahkan anda mengikuti sbmptn 2017”. Dan disitulah pupus sudah harapanku yang selama ini aku mencoba mempertahankan prestasiku terasa sia-sia sedangkan teman-teman di bawahku kedaftar heummm air mata kesedihan menyelimutiku…

Teman-temanku dan guruku tak percaya dengan hasil yang aku dapat, “Ah gak papa kok mungkin bukan rezekiku” sambil tersenyum sedih.

Tok… Begitu lirihnya suara pintu rumahku ketuk “Assalamualaikum… Hah”
Aku pun langsung menuju kamarku dan bergegas membuku diaryku yang kusam ditutupi debu-debu. Coretan rencana kecewa pun kutanggalkan semangat fat masih ada 3 jalur yang kamu belum coba.

Semangat itu pun berkobar lagi, dari kegagalan itu pun aku mencoba merenung apakah aku kurang berdoa kepadamu ya allah, ataukah kau telah merencanakan yang lebih indah dari itu

2 bulan berlalu disitulah pendaftaran spanptkin dimulai “Hah aku dah pesimis mungkin gak akan bisa daftar…”
Ternyata allah berkehendak lain aku bisa daftar, aku mendaftar di UIN sultan maulana hasannudin banten sebagai pilihan pertama dengan jurusan (HES dan PAI). Yang kedua aku pilih IAIN purwakerto (PAI dan Konseling).

Dan setiba di rumah aku minta saran orangtua aku dan minta doanya tapi ibuku gak ikhlas aku kuliah di luar daerah apa lagi bapakku yang sudah punya pandangan jelek anak perempuan jauh dari orangtua kebanyakan kurang baik…

Astagfirullah masalah datang lagi, ada yang dukung dan ada yang tidak, hampir semua keluargaku mendukungku di banten. Begitu pun dengan hasil yang aku peroleh aku diterima di UIN sultan maulana hasannudin banten jurusan pertama dan pilihan pertama hukum ekonomi syariah (hes).

Dan alhamdullahnya allah memberikan kado terindah dari kegagalanku jalur snmptn dengan kesempatanku lolos spanptkin beserta beasiswa plus tempat tinggal yang aku peroleh.

Cerpen Karangan: Fatmawati
Blog / Facebook: Manda Adelia Salsabila

Cerpen Usahaku Membuatku Tersenyum merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bulan Duka

Oleh:
Pikiranku mulai kacau. Emosiku memanas seiring dengan peluh yang terus mengalir di kening dan leher. Kucoba untuk berpikir tenang namun selalu gagal. Hari masih belum terlalu siang, namun aku

Spirit Giver

Oleh:
Kalimat penyemangat itu kembali terlontar darinya. Ini bukan kali pertama dia menyemangatiku. Padahal, di saat-saat seperti ini, ku yakin dia juga membutuhkan semangat dari orang lain. Dan aku-orang yang

Maya dan Tania

Oleh:
Maya dan Tania adalah kakak beradik yang bisa dibilang kurang akrab. Mereka sudah menjadi anak yatim piatu sejak kecil, sejak saat itu mereka tinggal di rumah nenek mereka. Saat

Juwari

Oleh:
Juwari menatap beberapa anak berpakaian putih abu-abu bertengger di warung kopi terminal, berlomba mengepulkan asap pembakar jantung di mulutnya. Sesekali tawa lebar terdengar. Cerita tentang modifikasi motor masa kini

Terima Kasihku

Oleh:
“Ayo Adi, bangun-bangun”, kata ibu. “Adi masih ngantuk Bu”, jawab Adi dengan nada malas. “Sekarang sudah pukul 7 Adi!”, kata ibu setengah marah. Sontak aku terkejut. Mataku yang masih

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *