Bullying In My School

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 12 August 2017

Pernahkan kamu dibully di sekolah? Oh, atau, punyakah kau orang yang kau benci di sekolahmu? Aku punya. Dan aku juga sering jadi korban bullying. Malah, sejak SD kelas 5 aku mulai mengerti tekanan tersebut.

Namaku Zhavira. Mungkin kalian mengenalku dengan nama Portgas D Ace sebagai author. Aku hanya tidak ingin namaku diketahui. Padahal namaku bagus, kan? Oh, okay. Mengenai diriku di SMP, aku type anak yang sedikit tertutup, namun bisa langsung ceplas-ceplos jika berbicara dengan orang. Jika tidak sedang menulis, aku akan membaca. Kadang aku membawa komik atau novel ke sekolah jika sedang mati kutu.

Wait the minute, kenapa aku harus membicarakan tentang diriku di sekolah. Oh, lupakan. Kini aku akan membahas soal bullying.

Bullying, atau bisa kita sebut gangguan, sering terjadi di dunia ini. Kebanyakan terjadi di sekolah. Aku termasuk korban bullying. 4 orang yang kubenci di sekolah. Acas, Rizky, Widyawati, dan Afif (semua nama asli). Okay, Rizky masih bisa dimaafkan karena maksudnya baik, walau cara menasehatinya agak bisa dibilang kasar. Acas, aku juga bisa memaafkannya. Anak itu kadang baik padaku. Seperti mau mengambilkan pulpenku yang tak sengaja jatuh ke bawah mejanya. Namun dengan Afif dan Widyawati? Huh, sekali kau menyenggolnya (baca: mengganggunya), dia akan mengganggumu habis-habisan dan amat-sangat mengganggu.

Kemarin aku mengatakan dia cinta sama Yuda (nama samaran) ketika hari pertama PLS. Aku tak sengaja mendengarnya ketika dia sedang curcol dengan sahabat-sahabatnya yang bisa dibilang masih punya rasa peduli padaku minus Afif. Aku melakukan itu karena dia selalu menggangguku ketika masih semester 1. Dan kau tahu apa balasannya?

Hari itu juga, dia sering mencegatku ketika akan keluar kelas. Dia mencengkram kuat-kuat lenganku. Aku sih, pasang muka santai aja. Lagian dia juga salah dan gak nyadar diri. Dia membentakku, tapi kubalas dengan santai. Dia juga menjatuhkan tasku yang saat itu terbuka lebar karena aku malas menutupnya. Al hasil buku-buku dan beberapa sobekan kertas yang sengaja kuletakan di tas karena aku juga malas membuangnya. Dia menyebutku pemulung dan bau sampah! Padahal jelas-jelas aku abis mandi! Gak cuman itu, dia dan Afif menendang jauh bukuku yang ingin kuambil. Al hasil aku harus mengambil bukuku itu daripada diinjak oleh berandal kelas. Ingin rasanya aku memukul, menjambak, menampar, dan hal-hal lainnya pada mereka. Tapi kutahan. Dengan wajah santai (tepatnya pura pura santai) aku mengambil bukuku.

Hendak keluar kelas, Afif menghalangi jalanku. Fine, aku ambil jalan lain. Widyawati menghalangi pintu kelas dengan tubuh gendutnya. Whot? Bahkan temannya Novi (nama samaran) juga membantu? Gila! Aku menerobos. Untunglah aku dulunya anak drumband dan basket. Untungnya lagi aku juga dulu jago main kasti. Jadi dengan ‘lihai’ aku bisa membebaskan diri.

Begitu kembali ke kelas, dia langsung mem-bully-ku lagi. Ukh, dan sekali lagi aku mencoba keluar kelas. Kebetulan waktu itu jamkos sampai pulang, jadi aku dengan bebas bisa keluar masuk kelas.

Okay, pergi ke masa depan (besoknya), aku lagi di meja guru waktu itu. Aku nanyain anak-anak kelas dimana ruang multimedia karena minggu depan mau dipakai untuk senam. Anak-anak gak ada yang tau. Nah, tiba-tiba si Widyawati datang. Dan dengan sikap sombongnya dia nyandung aku, pura-pura kesandung gitu, dan dia bilang “iih!. Aku gak peduliin dia dan bahkan gak liat dirinya karena aku masih fokus sama Heart (nama samaran). Dalam hati aku santai-santai aja.

Kalian tau gak, dia pindah ke belakangku, cuman buat sekedar manas-manasin aku aja. Padahal bagiannya ke belakangku masih jauh, dan hal itu sebenarnya gak bakal pernah terjadi. Aku cuek, cuek bebek aja. Yah, selain malas, aku juga udah janji sama diriku sendiri, biar gak emosi hari ini. Dan selama dia manas-manasi aku, alhamdulillah Allah masih mau memberikanku kesabaran.

Begitu terus sampai esok-esok lainnya. Dah, dia emang begitu. Nyebut-nyebut dirinya Selena Gomez. Padahal, dia gak mirip sama artis ternama tersebut. Malahan beda jauh. Dia itu udah gendut dan jelek. Aku masih bisa bilang dia cantik kalau dia baik. Lha, nyatanya dia ‘kejam’ gitu. Akunya ya, biasanya ngeliat hati orang untuk nentuin dia cantik, ganteng, atau malahan jelek. Rizky bisa ganteng di mataku karena hatinya itu baik. Aku bisa bilang Nadia Titania (nama asli) itu cantuk karena dia baik. Aku bilang Acas itu setengah-setengah karena dia juga setengah-setengah. Kadang baik kadang nakal.

So, sebenernya ini gak terlalu berguna. Tapi aku menulis ini karena sedang kesal saja. Harap dinikmati.

Cerpen Karangan: Portgas D Ace

Cerpen Bullying In My School merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kebahagiaan Yang Tertunda

Oleh:
Gak ada namanya perpisahan terindah kecuali jika orang itu tak tulus mencintai dan menghargai adanya kebersamaan. Dan hal itu pula yang mungkin dia rasakan saat ini. Jodi, mantan pacarku

Kecoak

Oleh:
Sore itu aku dan kakakku pergi ke Panties Pizza di mall SKA pekanbaru, kami memesan pizza three remember double cheese yang di dalamnya ada daging sapi dan keju mozarella

Gadis Gama

Oleh:
Gama menatap sayu, pada genk cewek-cewek populer di sekolahnya. Gama sangat ingin menjadi sepopuler mereka. Di SMU Pelita, Gama hanya dianggap sebagai orang luar, dan ia sering mendapat perlakuan

Bimbang

Oleh:
Hai, Teman! Namaku Keira Anindya Wijaya. Kalian cukup panggil aku Kei aja. Aku memiliki 2 sahabat, mereka bernama Anisa Juliana Putri dan Yuna Hoshimiya. Aku dan mereka berdua sudah

Hujan Musim Gugur

Oleh:
Rena mengambil tongkatnya ia tau sekarang jam berapa makannya ia bergegas untuk pergi. Ia berjalan sekuat tenaga untuk sampai di sekolahnya yang baru. Ia baru kelas 10 jadi ia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Bullying In My School”

  1. Vindri.v says:

    Maaf sebelumnya kak, sebaiknya jangan menyebutkan nama asli agar lebih baik untuk anda dan orang yang pernah anda benci teresebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *