Catatan Cerita Cinta SMP

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 22 June 2016

Selama ini kau memang terlampau spesial untuk diriku. Bayang bayangmu masih sangat kuingat jelas, tak berubah sedikitpun. Meskipun kini kita makin jauh, biarkan semuannya hidup dalam kenangan. Terima kasih untuk segalannya yang indah~

Hari ini merupakan hari pertama dimana aku memulai kehidupanku di SMP setelah serangkaian MOS 3 hari yang begitu menyabalkan. Sebetulnya, anutsiasmeku untuk masuk sekolah terbilang biasa biasa saja. Aku bangga mampu menembus salah satu SMP favorit di kota Solo, namun rasannya begitu hambar tatkala mengetahui bahwa hampir 85% teman temanku masa SD dulu bakal bersekolah di tempat yang sama. Wajar aku merasa biasa biasa saja hari itu.

Kukayuh sepedaku menuju sekolahku yang baru dengan gontai. Pemandangan sekitar di pagi hari mampu merubah moodku yang saat itu kurang baik. Hamparan sawah dan kebun memang menyejukkan mata ini. Kebetulan jarak sekolahku dengan rumah juga tak terlalu jauh hanya terpaut sekitar 1 km saja.

Sampai juga aku di sekolah baruku dan langsung saja kulangkahkan kaki ini menuju kelas VII D. Pembagian kelas memang sudah dilakukan setelah seragkaian kegiatan MOS berakhir. Kumasuki kelas tersebut dan aku melihat salah seorang temanku Suli sedang kebingungan. Suli merupakan teman dekatku semasa MOS dan kami tak menyangka akan disatukan di kelas yang sama. Lantas ia melambaikan tangannya kepadaku dan memintaku duduk di sebelahnya.
“Gaaaaaaas… come here.” suli berteriak
“Oh oke.”
“Lemes amat coy, semalem begadang pengajian yaa?” ledeknya
“Enggak setiap hari selalu begini begini saja kok Sul.”
“Enjoy your day my friend.”
Begitulah Suli, seorang yang periang dan penuh keceriaan. Hidupya jauh dari rasa susah dan sedih. Kesulitan utamannya selama ini hanyalah tidak pernah benar benar mengerjakan PR di rumah.

Hari itu aku berkenalan dengan banyak orang di kelas. Apalagi setelah aku ditunjuk Ibu Mutmainah (wali kelas) sebagai wakil ketua kelas, makin banyak teman yang kudapatkan.

Lidya: Tinggi, berkerudung, ceplasceplos, bawel, ketua kelas.
Halida: Kutu buku, pintar, alim, cantik, lemah lembut
Bawono: Gagah, seram, pemain drum handal, mes*m
Gemilang: Alim, freak, baik, dermaan, jago futsal
Christian: Gamers, mesum, pemain gitar handal, pintar.
Itu hanyalah beberapa orang saja dan tidak bisa disebutkan semua karena terlalu banyak hehehe.

Jam istirahat pun berdering dan semua bergegas menuju kantin untuk melepas lapar dan dahaga. Aku duduk di kursi panjang yang ada di kantin bersama anak anak yang baru kukenal pagi tadi. Banyak hal yang kami obrolkan hingga suatu ketika aku benar benar tak menggubris mereka. Mataku tertuju pada seorang wanita yang begitu menarik. Ia manis, tinggi, berkulit coklat dan berkerudung. Kupandangi wanita tersebut dan terdengar alunan lagu pop dari mulutnya. Astaga bagus sekali suarannya pikirku dalam hati. Teman temanku yang mengetahui lamunanku lantas berusaha melihat cewek tadi dan tiba tiba melepas lamunanku.
“Woooooy gaaas kepsek noh pengen ketemu kamu.” ujar Bawono sambil menepuk pundakku.
“Hah serius? Mana? Aku salah apa?” ujarku panik.
Tak ada yang memberi jawaban, bahkan satu kantin tertawa melihat kepanikanku.
“Kayannya hari pertama sekolah ada yang dapet gebetan nih.” Christian menimpali.
“Ciyeee Bagaaas ciyeeee.” teriak mereka kompak.
Tak kupedulikan mereka dan aku kembali menatap cewek tersebut yang ternyata juga memandangku dan tersenyum.
Entah mengapa aku merasa begitu deg degan saat mengetahui senyumnya dan aku bertekad ingin berkenalan dengannya.

Sore harinnya aku harus menjalani kursus Bahasa Inggris di sebuah lembaga pembelajaran. Jujur aku malas sekali karena hal tersebut begitu menyita waktu tidurku. Hingga akhirnya suara yang lembut dan menyejukkan dari mamah membangunkan aku dari tidurku.
“Kaaak…kak Bagas bangun nak buruan mandi, solat terus nanti berangkat.
“Iyaa maah iyaaa.” ucapku lemas.
Singkat kata singkat cerita aku memasuki kelas dan mengikuti materi yang diberikan. 10 menit kemudian seorang cewek seusiaku datang dengan mengenakan pakaian muslimah yang penuh gaya.
“Im sorry, Im late mam.” ucapnya lembut.
“Its oke have a seat.”
“Thanks a lot mam.”
Ia bergegas duduk di sampingku karena itu tinggal bangku satu satunnya di ruangan tersebut. Aku berusaha untuk tak memperhatikannya namun ternyata justru ia menatapku dalam dalam dan memberanikan diri menyapaku.
“Kamu cowok yang di kantin tadi kan?”
“Hmm maaf?”
“Iyaa kamu cowok yang dikantin tadi yang dikatain sama temen temenmu kan?” ucapnya dengan nada yang tinggi higga membuat perhatian satu kelas tertuju pada kami.
“Ciyeeeee.” sontak satu kelas berteriak demikian diikuti oleh pementor kami.
Seperti biasa aku tetap cuek dengan sorakan tersebut meskipun dalam hati aku merasa begitu senang dan degdegan.
“Aku Juanita, kita satu skolah dan aku dari kelas VIIF.” ucapnya anis sambil menjulurkan tangan.
“Bagas. Bagas Kharismanto VII D SMPN 9.” ucapku dingin dan membalas uluran tangannya.
Terjadi banyak obrolan di antara kami hingga kami benar benar tak menggubris keadaan sekitar. Aku juga berbagi nomor HP dengannya sehingga sewaktu waktu kami bisa SMS.

Juanita dan aku semakin dekat bahkan kami sudah saling curhat untuk masalah yang sebenarnya menjadi privasi. Kami juga sudah membagi perhatian yang lebih satu sama lain. Contohnya saat aku tidak masuk sekolah dan tidak masuk kursus ia menyempatkan diri untuk SMS ke nomorku.

From: Juanita
To: Me
Hallo bags how are you today? Hopefully you’re fine yaa. Sedih bgt kamu gak masuk hari ini, gak rame dan gak seru akhirnya. Cepet sembuh yaa bags jangan lupa makan dan minum obat. GET WELL REALLY SOON BOY!!!!!

From: Bagas
To: Me
Halloo juuu semoga harimu baik selalu yaa, I really enjoy my day everyday and hopefully you did the same thing yaaps? Besok aku udah masuk lagi kok promise bsk aku bakal main ke kelasmu dan kita cerita lagi deh hehehe. Selese les langsung bali yaa jangan lupa kerjain PR sama makan yaa. EH IYA BSK SELESE SEKOLAH KETEMU DI KANTIN BIASANNYA YAA ADA YG PENTING.

From: Juanita
To: Me
Iyaaaa bags syukur deh kalo gituu. Hmm jgn suka bikin panik ah ngilang ngilang gaada kabar gtu. Iyaaadeh tapi traktir bakso yaa? Hahahaha kidding, Oke bsk langsung ketemu ajaa di sana I’ll see you soon then…”

Keesokan hari setelah sekolah aku memberanikan diri untuk meyatakan perasaanku terhadapnya. Teman temanku mendukung rencanaku tersebut.
Kami bertemu di kantin seperti biasa dan ia langsung duduk di sampingku dan mulai bertanya tanya tentang keadaanku
“Bags are you OK?” tanyanya sambil memegangi tangan dan jidadku.
“Im Ok if you want to be my girlfriend.”
“What do you mean?” ucapnya kaget
“I love you, kenyamanan datang saat aku bisa sedeket ini sama kamu.” ucapku sambil menggenggam tangannya.
“Juanita Fatima, kamu mau gak jadi pacarku?” ucapku sambil bersujud didepannya.
“Heeey get up please, so many people looking at you right now.” ucapnya sambil tersipu malu.
“I need your answer right now.”
Ia menghela nafas panjang dan sejenak berpikir setelah ittu jawaban yang kutunggu akhirnya keluar dari mulutnya.
“Bagas Kharismanto, Im your girl right now yes I want to be with you.” ucapnya berurai air mata.

Sejak saat itu kami menjalani kisah kasih tersebut hingga 2 tahun 10 bulan sebelum putus karena kesibukan yang mampu mengandaskan semua ini.

Cerpen Karangan: Bagas Kharismanto
Facebook: Bagas Kharismanto
Bagas Kharismanto
Seseorang yang sedang belajar dan terus belajar agar menjadi pribadi yang lebih baik.
SDN BRATAN 1 SKA 2003-2009
SMPN 9 SURAKARTA 2009-2012
SMAN 1 KARTASURA 2012-2015
UNIVERSITAS DIPONEGORO 2015-…

Cerpen Catatan Cerita Cinta SMP merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Semua Akan Indah Pada Waktunya

Oleh:
“As, aku nggak salah denger ya?” tanya Fadia pada Asma, seolah-olah yang didengarnya barusan adalah sebuah keajaiban. “Aku serius, a..ku.. sa..ngat.. menyu..kai…nya.” Jawab Asma “Aku nggak habis pikir kamu

Terlalu Cepat Untuk Menilai

Oleh:
“Sial, siapa sih Aram?! Dari tahun ke tahun selalu dia.” Satu tahun telah berlalu dari kejadian itu. Sekarang, pada Tahun 2009. “Kriiiiiingg!” terdengar bunyi alarm. “Haaa, hari pertama sekolah,”

Yakin Aja Sama Allah

Oleh:
Bagai Vampire yang haus darah, di usiaku yang genap delapan belas tahun ini, aku sangat haus akan ilmu. Terutama ilmu keagamaan. Aku bukan orang yang mudah percaya begitu saja

Mam, Cinta itu apa?

Oleh:
Bu Rosa, pak Wijaya dan kak Kelvin tengah menyantap roti bakar yang telah disiapkan di atas meja makan yang berornamen dedaunan hijau itu. Keyla berjalan menuruni tangga menuju meja

Apa Harus Cantik (Part 1)

Oleh:
Namaku Cika Afriska. Aku punya kakak perempuan yang nggak cantik-cantik banget, namanya Diana. Kak Diana itu, walaupun nggak cantik-cantik banget, dia punya banyak mantan pacar. Sekarang, Kak Diana sedang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *