Cinta Pertama Putih Merahku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 22 May 2017

“Cinta pertama boleh jadi cinta yang tak terlupakan yang pernah hadir dalam kehidupan kita, yang tak sedikit orang bisa melupakan cinta pertamanya karena moment itu sangat mengesankan saat itu pikiran pun tertuju kepadanya”

Waktu terasa berjalan dengan cepat, kini usiaku 17 tahun dan sebentar lagi menginjak 18 tahun dan duduk di bangku sma, entah mengapa aku sangat berani menuliskan perasaanku yang selama ini kupendam sendiri dan bahkan tak seorangpun yang mengetahuinya tapi sekarang aku mencoba menuangkan perasaanku dalam secarik tulisan yang akan kurangkai menjadi cerpen tentang kisah cintaku.

Awalnya aku ragu-ragu mengungkapkannya, tapi dengan mendengar sahabat-sahabatku berbincang tentang masa lalunya dan menyinggung tentang cinta pertamanya, hatiku tiba-tiba mencelos, jantungku berdetak kencang jika membicarakan tentang cinta pertama dan bayangan tentang masa laluku terus membayangi hari-hariku.
Bagaimana mungkin aku melupakan orang yang selalu hadir dalam pikiranku, aku kembali teringat dengan kenangan semasa aku masih duduk di bangku sd (sekolah dasar) aneh? ya itu sangat aneh karena biasanya usia seperti itu pastinya sibuk bermain dan tak mengenal cinta pertama entahlah tapi aku menyebutnya sebagai cinta pertamaku karena suatu kejadian yang saat itu merupakan moment yang tak terlupakan saat dia mulai masuk dalam pikiranku

Seorang laki-laki ia merupakan teman sekelasku dan dimana awalnya kami hanya berteman baik, kadang bertengkar dan anehnya semua teman-teman yang dekat denganku malah menjodohkanku dengannya dan begitu seriusnya mereka bahkan merubah namaku, nama depanku digabung dengan nama depannya dan teman-teman tidak pernah menyebut nama asliku lagi tapi malah menyebut nama coupleku dengannya, karena hal itu aku sedikit malu-malu dengan laki-laki itu padahal hubungan kita baik-baik saja tapi karena hal itu aku malu-malu begitupun dengannya.
Tapi aku juga tak merasa risih mendengar sebutan itu, entah mengapa aku senang mendengarnya karena itu nama yang lucu, aku berusaha menampakkan ekspresi tenang mengahadapinya padahal jika aku bertemu dan ketika padangan kami bertemu aku sangat gugup ingin rasanya aku menghilang jika bertemu dengannya tapi tak bisa.

Moment yang tak pernah kulupakan ketika diwaktu sore aku dan teman-teman menaiki sepeda masing-masing dan berpetualang menikmati waktu senja dan kebiasaan kami ketika sedang asyik bersepeda kami selalu mengunjungi daerah tempat tinggalnya dan pada saat itu kulihat dirinya sedang bermain dengan teman laki-lakinya dan melihat kami yang sedang mengendarai sepeda, kukayuh pedal sepeda dengan sekuat mungkin untuuk mengindarinya.

Kenangan saat dia sakit selama seminggu dan teman-teman kembali mengejekku memintaku untuk menjenguknya dan aku hanya ngambek karena selalu dijodoh-jodohkan, waktu segera berlalu akhirnya ia kembali ke sekolah dengan sehat dan aku tersenyum melihatnya walaupun tersenyum dalam hati, dan ketika ia duduk di kursinya teman-teman kembali mengejekku dengan mengatakan “hey, Selfi kesepian tanpamu” aku terlonjak kaget karena ucapan teman-teman dan menampakkan kemarahanku dan lagi teman-teman hanya menertawakanku.

Dan kenangan yang membuatku bertambah suka dengannya tapi aku tahu hanya aku yang kegeeran karena perlakuan baiknya kepadaku dan canda tawanya selalu terbanyang di benakku hari itu, kami mulai terbiasa dengan sebuatan couple kami, aku mulai tak memperhatikannya mau teman-teman memanggilku apa aku tak peduli begitupun dengannya, tapi hari itu kembali lagi kurasakan suka ketika hari itu aku bertugas piket dan di teras kelas aku sedang mengepel salah seorang teman laki-laki langsung saja menginjak lantai dan membuatnya kotor aku marah dan hendak menyundulnya menggunakan pel, tapi langkah terhenti karena ia berlari mengejar teman laki-lakiku dan menjitak kepalanya karena sudah mengotori lantainya aku mendengar ia memarahinya dan aku baru tersadar saat itu ketika aku marah karena teman laki-lakiku saat itu tanganku memegang tembok dan ketika itu ia berlari mengejarnya dan tangannya memegang tembok dan ia memegang tanganku, aku hanya terdiam melihatnya. Jantungku berdetak kencang aku berpikir mengapa ia berlari mengejar dan memarahi teman laki-laki itu dan mengapa ia tak sengaja memegang tanganku.

Saat suasana istirahat latihan gerak jalan salah temanku yang bernama Tuti ia merupakan teman akrabku walaupun ia nakal, Tuti mentapku dan mengatakan “selfi sebentar lagi pasti kau akan menjadi remaja bukan anak-anak lagi karena aura wajahmu mengatakannya”, aku hanya tersenyum mengiyakan dalam hatiku berkata mungkin iya karena aku telah menyukai laki-laki atau orang bilang cinta monyet.
Saat itu aku menjawab Tuty, “ini semua karena, kau yang kulihat dan secara tak sengaja memperlihatkanku pacaran” Tuty hanya tertawa, dan aku cemberut bagaimana tidak diusianya yang masih sd ia sudah berpacaran dan aku mengetahui pacar pertamanya yang merupakan orang Arekeke sedaerah dengan Nisa pertemuannya yang berwal dari pulsa, dan setiap Tuty ingin ketemu dengan pacarnya itu aku selalu dipanggilnya dan mengunjungi rumah Nisa.

Perasaan itu semakin bertumbuh saat hujan mengguyur dengan keras saat jam terakhir semua teman-teman berlari menuju pintu gerbang begitupun denganku yang berlari saat itu aku melihatnya berlari dan berbalik ke arahku dan menghalangi langkahku, setiap kulangkahkan kakiku ke kanan ia pun begitu dan seterusnya menghalangi jalanku, aku sangat marah karena perasaan aneh, dan ketika kutemukan celah untuk berlari menghindarinya aku segera berlari meninggalkannya, dan tak berani mengahadap ke belakang.

Kenangan-kenangan itu terus berlanjut tanpa hentinya ketika sedang dilaksanakan kegiatan tata boga di sekolah tempat memasaknya dibagi menjadi dua rumah dan guru menyebut awalnya rumahku yang menjadi tempat untuk memasak dan ketika itu aku meliriknya dan berpikir jika rumahku yang dijadikan tempat memasak dia pasti akan ke rumahku dan bermalam, apa jadinya aku jika itu terjadi, aku hanya mengeleng-gelengkan kepalaku dan berbohong kepada guru mengatakan kalau keluargaku sedang sibuk, dan akirnya rumahku pun tidak jadi dan rumah yang menjadi tempat masakan yaitu rumah Tuty dan rumah Nisa, siswa dibagi-bagi dan aku memutuskan untuk ke rumah Tuty, karena ia pergi ke rumah Nisa aku harus menjauhinya.

Sore telah berganti menjadi malam, aku kembali ke rumah karena ibu tak mengizinkanku bermalam, keesokan harinya aku bergegas ke rumah Tuty dan ternyata tuty berada di rumah Nisa, dan aku segera menuju ke sana menemuinya bersama teman-temanku, dan akhirnya aku pun sampai di sana dengan menggunakan jalan pintas yakni sawah.
Aku segera memasuki pekarangan rumah Nisa dan keluarlah Tuty dan dirinya membuat langkahku terhenti karena pandangan kami bertemu dan terjadi keheningan, saat itu Tuty langsung berkata “Selfi, aku pinjam dia sebentar! jangan cemburu oke dia hanya mengantar ku pulang!” aku langsung protes dan menjawab “kau pinjam saja, siapa yang cemburu”
Saat itu ketika Tuty mengatakan akan meminjamnya, aku meliriknya dan mendapati ia sedang tersenyum, aku hanya salah tingkah di buatnya dan berlari masuk ke rumah Nisa.

Saat di sekolah kegiatan tata boga pun telah berakhir, dan setalah bersih-bersih aku mengobrol dengan teman dekatku lagi dan ia mengatakan bahwa “semalam pak menyuruh dia untuk menjemputmu untuk bermalam di rumah nisa” mendengan hal itu aku terkejut dan menjawabnya “memang kenapa”
“tidak ada apa-apa pak hanya menyuruhnya menjemputmu, dan kalau tidak salah, saat ia bersiap-siap atau apa? Ada yang berkata ini sudah malam pasti Selfi dilarang keluar, dan pak langsung menyuruhnya tidak usah karena percuma saja” aku hanya terdiam mendengar coletehannya temanku, dan saat sahabatku kembali mengejekku dengannya “cie, ciee jika itu terjadi pasti kau akan gugup, atau dia akan mebawamu kencan” ejeknya, aku kembali marah dibuatnya
Dan ketika itu saat ia sedang dirundung masalah, dan aku melihatnya duduk di lantai bermain dengan teman laki-lakinya entah mengapa aku curhat kepada sahabatku kalau aku kasihan melihatnya, dan betapa embernya mulut sahabatku ia berteriak mengatakan apa yang aku katakan “hey, kata selfi ia kasihan melihat seperti itu” aku tiba-tiba salah tingkah dan mencubit paha sahabatku, aku melihatnya terdiam dan tersenyum dan kembali teman-teman berkata “cie cie”.

Memikirkan kenangan-kenangan itu membuatku tersenyum dan tibalah waktu pelulusan aku sengaja tak memilih sekolah yang sama dengannya karena takut dengan perasaanku aku tak ingin ia mengetahuinya cukup aku saja yang memendam perasaanku. Aku hanya bisa melihatnya secara jauh dan suatu kebiasaan ketika idul fitri aku selalu saja melihatnya mengendarai sepeda motor, bahkan dari jauh pun aku telah mengenalnya, aku mencoba melupakannya dengan memulai kehidupan baru dan syukurlah semenjak aku mengenal super junior, sedikit demi sedikit aku mmulai melupakannya, dengan kesukaanku pada super junior aku kini lebih memikirkan super junior dari padanya, aku berpikir lebih baik memikirkan mereka dibanding dengannya, dan tahun demi tahun akhirnya aku mulai melupakannya dan mengenal super junior lebih dalam lagi, kini tidak ada lagi cinta pertamaku yang ada sekarang adalah super junior dalam hidupku.
Bahkan setelah lulus mts aku mencoba mendaftar ke sekolah sma negeri 1 Bantaeng dan Smk negeri 1 Bantaeng dan ketika itu menunggu giliran untuk diwawancarai dan pandanganku tiba-tiba terarah kepada objek yang tak jauh dari tempatku berdiri, aku kembali melihatnya bersama dengan teman-temannya aku yakin ia juga tengah melihatku dan mataku segera menatap ke tempat lain, berpura-pura tak melihatnya, dan kini giliranku untuk wawancara salah satu guru memanggil namaku dan byuuurr namanya juga disebut berarti dia akan seruangan denganku di wawancara dan ternyata benar, tapi aku berusaha tak mengenalnya padahal aku sangat ingin menatapnya, dan menegur sapa dengannya tapi lidahku begitu kaku, tapi untunglah aku selesai cepat dan segera keluar dari ruangan tersebut, bahkan karena rasa gugup ku seruangan dengannya dan di hadapkan dengan guru yang mewawancaraiku rasa gugupku begitu terasa dan akhirnya lega karena bisa selesai.

Beberapa hari kemudian, tibalah pengumuman orang yang lolos masuk ke sekolah dan alhamdulillah aku lolos keduanya, ibu sangat mendukungku untuk sekolah di SMK tapi ketika itu aku kepkiran dengannya dan menolak sekolah di sana karena aku tak ingin berjumpa dengannya.
Dan keinginan itu akhirnya terlaksana, aku sangat ingin melupakannya tapi satu hal yang aku gak suka karena setiap pulang sekolah aku selalu melihatnya duduk di pinggir trutoar jalan aku menatap ke arah lain tak ingin melihatnya bahkan aku sangat ingin, tapi karena rasa malu dengannya, dari jauh pun aku telah mengenalinya dan perasaan itu kembali lagi sampai sekarang sama seperti dulu, aku sangat menderita telah kulakukan berbagai cara melupakannya tapi ujung-ujungnya kembali teringat kembali bahkan ketika aku mengetahuinya jika ia mempunyai pacar, aku sama sekali tak berhenti memikirkannya, aku hanya bisa melirik dari sudut mataku rasa gugup seakan pasokan oksigenku saat itu habis, dan setelah roda becak itu menjauh kuhirup udara sebanyak-banyaknya. Jantungku berdetak dengan kencang tetapi segera ku tepis perasaan itu dan mencoba hidup dengan normal tanpa memikirkannya

Saat itu aku curhat dengan sahabat smaku mencoba mengetahui bagaimana sebenarnya perasaanku apakah aku mencintainya atau tidak dan mengatakan “mengapa jika aku melihatnya, aku sama sekali tak merasakan apapun” tanyaku dan sahabatku berkata itu kau telah tak memiliki perasaan apapun kepadanya, saat mendengar hal itu aku sangat lega ternyata sudah tak ada lagi rasa suka kepadanya dan biarlah itu menjadi kenanganku diwaktu sd dan menjadi orang yang pertama kucintai dan terus memenuhi fikiranku.

Tapi mengapa setelah mendengar jawaban itu aku terus mengingatnya dan kembali merasakan rasa suka kepadanya, aku selalu berdoa agar rasa sukaku hilang terhadapnya dan mencoba melupakannya walaupun sangat sulit, karena aku selalu berfikir mengapa aku mencintai orang yang tak mencintaiku dan nyatanya rasa sukaku hanya bertepuk sebelah tangan, dan itu selallu menjadi prinsipku selama ini, dan dengan hadirnya super junior membuatku sedikit-demi sedikit lupa akan perasaaan itu, aku pasti bisa walaupun itu sangat susah. Dan aku berharap semoga dia mendapat pendamping hidup yang baik dan mencintainya apa adanya dan hidupnya akan bahagia. Biarlah perasaan itu hanyut dibawa oleh aliran kehidupan yang terus berlanjut Aamin

END

Cerpen Karangan: Zelfiana Yusuf
Facebook: Zelfiana Yusuf

Cerpen Cinta Pertama Putih Merahku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Masa Putih Abu Abu Khusus 3 TKJ 2

Oleh:
Hari ini tepat jam 07:00 aku berangkat ke sekolah baruku Smk Negeri 4 Jeneponto, aku mengendarai sepeda motor pespa motor yang selalu menemaniku kemana-mana, dalam perjalanan ke sekolah aku

Jalan Depan Gang

Oleh:
Rinai hujan basahi tanah yang sebulan ini tandus bagai sahara. Sepersekian detik yang lalu aroma petrikor tercium mengudara. Perlahan tetesan air itu merembes ke pot yang berjejer rapi di

Cinta Pertamaku

Oleh:
Ketika hujan turun, angin dingin sepoi-sepoi yang perlahan membelai helai demi helai rambut gadis itu, yang diperhatikan Vino, yang sedang duduk sendiri menunggu hujan reda. Cuaca saat ini memang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *