Empat Tahun Yang Hilang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 16 October 2018

Namaku Yasmin Aminah. Biasa dipanggil Ami. Waktu itu aku duduk di bangku XI SMK. Tepatnya anak MM (Multimedia) karena aku hobi menulis dan fotografi. Tak jarang aku sering bercerita, menulis puisi di buku kecil harianku dan sering juga liburan kuhabiskan mencari pemandangan-pemandangan alam di sekitar tempat tinggalku. Aku gadis yang bermata sayu, bermuka bulat dan sedikit tembem. hehe.. tinggi badanku sekitar 160 cm.

Kisah itu bermula saat temanku Fitri mengenalkanku pada teman sekampungnya. Yang bernama Roy. Roy dan aku selisih 2 bulan alias masih seumuran. Kita berbeda sekolah. Roy sekolah di SMK khusus cowok, dia mengambil jurusan otomotif. Kata temanku dia anak yang rajin sholat, pintar, baik dan nggak neko-neko gitu lah. Aku merasa suka dan mencoba ingin mengenalnya lebih banyak lagi.

Kita mulai mengenal lewat facebook ahkir tahun 2011. Dia terlihat agak gemuk dan putih. Selain kukenal lewat facebook lebih lebih kita sering SMS an. Dengan rasa ingin lebih tahu tentang kesahariannya. 6 bulan berlalu kita masih sering menanyakan kabar masing-masing, bahkan merencanakan ingin bertemu, tetapi aku malu, masih ragu untuk bertatap langsung. Karena terbatas jarak yang lumayan jauh sekitar 1 jam dari rumahku ke tempatnya.

Di ujung tahun 2012 Aku menerima SMS darinya.”Hay apa kabar?”. “Alhamdullah baik, lagi sibuk apa sekarang?” Balasku sambil tersenyum-senyum, karena sudah lama tak berkomunikasi lagi. “Aku baru di Jakarta, ikut test masuk PT. pelopor Industri sepeda Motor”. Jawab dia dengan jelas dan tak membalik bertanya padaku.
Dan itu kabar terakhir yang kuterima sebelum kita kurangi mainan HP tertuju pada UN yang akan kita hadapi sebentar lagi.

Kira-kira di pertengahan tahun 2016. Itu pertama kalinya Aku bertemu langsung dengannya. ternyata benar dia memang sama seperti Foto profil itu. Dia terlihat agak gemuk dan putih. Wajah dengan postur yang seperti itu. Aku menyukainya. Rasa senang, grogi, malu campur deg degan, kita pun saling menyapa. Sedikit menatap sambil ku membatin. “Ini toh kamu? Akhirnya bisa bertemu setelah 4 tahun hampir menghilang”. Sedikit mengobrol tentang setelah lulus SMK. Sekarang bekerja di mana? Lanjut sekolah tidak? Yaaaaaaaa… dia mewujudkan apa yang ia kabarkan terakhir padaku dulu. Walau beda PT. Tapi masih soal perbengkelan-otomotif kok. ia bekerja di PT. General Company Motors. Senang dengarnya jadi service technician di sebuah dealer mobil ternama buatan Amerika yang spare partnya mahal itu. Katanya. hehe… sekaligus jadi mahasiswa jurusan ekonomi di salah satu kampus swasta Jakarta barat. Mungkin tujuannya kedepan agar lebih bisa memahami dan menggabungkan ilmu ekonomi dan otomotif.

Setelah kejadian itu. Kini aku bertanya pada diriku. “Apakah ku masih mengharapkan atau menghiklaskan?”. “Menanti atau terus berjalan sendiri?”

Cerpen Karangan: Imroah Irmalasari
Blog / Facebook: Imroah irmalasari

Cerpen Empat Tahun Yang Hilang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rindu Ku Akan Borneo News

Oleh:
Ternyata sudah hampir 9 bulan ya? aku tinggal dan jauh dari tempat peradabanku sebelumnya, Borneo News. Ya itulah faktanya gan, aku kadang masih sering rindu dan kebayang suasana di

Ku Ingin Namaku di Hatimu

Oleh:
Awalnya kita dipertemukan dalam suatu keadaan yang tak memungkinkan kita bertegur sapa, hanya melihat dan mendengar sentakan kaki mu saat engkau lewat di hadapan ku. Senyumanmu membuat hatiku hilang

Bulan Duka

Oleh:
Pikiranku mulai kacau. Emosiku memanas seiring dengan peluh yang terus mengalir di kening dan leher. Kucoba untuk berpikir tenang namun selalu gagal. Hari masih belum terlalu siang, namun aku

Kisahku Dalam Naungan SMATRIK

Oleh:
Awal yang tak pernah ku tahu datangnya, dulu aku dan dirinya hanyalah sebatas teman biasa, bahkan sempat dalam satu naungan yaitu “OSIS”. Tapi hati tak pernah berbohong, perasaan yang

Lupa

Oleh:
Setengah sebelas malam. Yang biasanya aku sudah sibuk dengan dunia mimpiku, sekarang aku hanya bisa duduk terdiam. Mendengarkan suara kendaraan yang masih sesekali lewat di dekat kamar kost yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *