Ini Pungli?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 4 June 2018

Pagi itu, saya diajak oleh kakak perempuan saya untuk pergi ke kantor kepala desa tempat saya tinggal. Tujuannya untuk membuat SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) sebagai salah satu syarat berobat ke RS.

Di kantor kades kami dilayani oleh seorang petugas desa yang usianya masih cukup muda ini, pelayanannya cukup ramah tapi cenderung kaku. Setelah menunggu skitar 5 menitan, jadilan surat yang kami inginkan. Namun, kami tidak bisa pergi begitu saja dengan hanya mengucapkan terima kasih, kami dimintai UANG sebagai tarif pembuatan SKTM ini sebesar Rp. 10.000, saya sendiri dibuat kaget menyaksikan hal ini. Muncullah fikiran-fikiran negatif dalam otak saya, saya menduga mungkin inilah yang dimaksud dengan PUNGLI.

Ketika selesai melakukan ‘transaksi’ tadi, saya tidak langsung pulang. Saya menyempatkan diri untuk membaca-baca banyak tulisan yang dipasang di papan pengumuman dan tembok kantor ini. Saya tertuju pada sebuah tulisan/info yang berisi sebuah peraturan desa yang mengatur semacam tarif-tarif pembuatan dokumen dan perizinan di desa. Dalam peraturan ini mengatur pembuatan dokumen seperti KTP, KK, dan termasuk SKTM. Dalam pembuatan SKTM memang jelas di situ tarifnya 10.000.

Oooh, jadi dugaan negatif saya ternyata salah, uang yang tadi dikasih kepada petugas desa bukanlah uang pungli, tapi itu tarif resmi yang sudah diatur dalam perdes. Jadi ini namanya bukan pungutan liar tapi pungutan resmi.

Cerpen Karangan: Bayu Wahyudin
Facebook: facebook.com/bayuwahyudin.bayu
Bayu Wahyudin, Alumni SMAN 1Petir, sedang menempuh S1 Ilmu Hubungan Internasional di UIN Jakrta.

Cerpen Ini Pungli? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kecelakaan Kecil Membawa Keuntungan

Oleh:
Halo semua!, Perkenalkan, namaku Alyaniza N.A (Alya). Seperti judulnya, aku akan mennceritakan pengamalanku. Ups ralat! maksudnya pengalamanku hehehe… Waktu Istirahat Di Madrasah… Aku segera menuju warung depan madrasah. Usai

Adios

Oleh:
Lady, begitulah nama dia. Dia adalah anak sekolah lain tapi aku jujur aku sangat mencintainya, namun entah kenapa aku harus juga meninggalkan dia yang tanpa kabar itu. dan aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *