Kutukan Ibu Ibu Datang Bulan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 7 December 2017

Hari ini, seperti biasa aku bersekolah. Namun berbeda dengan hari-hari sebelumnya, hari ini sangat istimewa. Yap, hari ini aku, teman-teman, dan beberapa guru akan mengadakan karya wisata. Acara ini merupakan program rutin yang diadakan sekolah.

Sebelumnya perkenalkan, namaku Aprilia anisa azzahra. Biasa dipanggil Zahra. Saat ini aku duduk di bangku kelas 8 SMP. Sekolah hari ini entah mengapa sangat mengasyikan. Mungkin karena terlalu bergembira dan tidak sabar untuk segera berangkat karya wisata. Namun, hal ini bertolak belakang saat jam pelajaran.

Selama jam pelajaran, kami mengikuti dengan niat yang setengah-setengah. Dari cerita-cerita kakak kelas, karya wisata menjadi salah satu kegiatan yang akan selalu diingat. Karena itu, aku dan teman-teman sangat menantinya.

Detik berganti menit, menit berganti jam. Waktu seolah berlalu dengan cepat. Jarum jam sudah menunjuk pukul 09.00. Waktunya aku dan teman-teman untuk beristirahat.

“Ehh.. nanti pulangnya tungguin aku ya” kata temanku yang berbeda kelas denganku.
“Iya, kalo kamu duluan aku tungguin ya” balasku.

Hal ini merupakan kebiasaan kami. Kami selalu menunggu teman-teman yang lain. Ya karena rumah kami yang jauh, juga karena angkutan umum yang menuju rumahku jadi kami harus saling menunggu dan mengabsen terlebih dahulu. Takutnya salah satu dari kami ada yang ketinggalan.

Tak terasa bel masuk pun berbunyi. Bu Dini, wali kelasku masuk ke kelas untuk memberitahukan beberapa hal untuk persiapan kami.

“Anak-anak, karena hari ini kalian akan mengadakan perjalanan jauh untuk karya wisata, jadi kalian dipulangkan lebih awal.” Kata bu Dini. Mendengar itu, sontak satu kelas langsung riuh kegirangan.
“Horeee… pulanggg..”
“Asiiiiikkkk… pulanggg”
“Yyeeee pulanggg..”
“Pulanngg… ppullangg… ppuuulllanngg..”
Berbagai macam teriakan dilontarkan.

Setelah pemberitahuan itu, kami bergegas pulang menuju rumah masing-masing. Aku dan teman-temanku yang rumahnya jauh harus pulang menaiki angkutan umum.

“Yoo.. kanan 7, kiri 4. Geser-geser itu yang di tengah diisi itu geser” seru sang sopir angkot.
“Yahh.. penuh nih, cari angkot yang lain aja yuk” ajakku pada teman-teman.
“Enggak lah, ini juga masih cukup buat kita. Lagian kalo nunggu angkot lagi belum tentu ada yang cepet.”
“Iya bener. daripada nunggu lama-lama. Panas lagi. Ntar item loh. Naik ini aja.” sambar supir angkot.

Akhirnya aku menurut ikut masuk ke dalam angkot tersebut. Karena teman-teman sudah keluar kelas semua, angkot pun dengan sekejap langsung penuh. Aku yang keluar kelas terakhir kebagian duduk paling pinggir dekat pintu.

Setelah hampir seperempat perjalanan, tiba-tiba angkot berhenti. Kami yang berada di dalam panik karena mengira terjadi apa-apa dengan angkotnya. Ternyata karena akan ada penumpang. LAGI. Kami merasa heran karena angkot sudah penuh.

“Mau ditaroh mana lagi pak, ini aja udah penuh.”
“Geser lagi, itu masih longgar. Itu dua ibu-ibu kasian”
“Longgar dari hongkong. Ini aja udah mepet banget. Tinggal diangkat mateng nih”
“Kasian apa lumayan” gerutu teman-temanku sambil menyindir sang supir angkot.
Namun kami bisa apa, kami pun hanya pasrah dengan keputusan konyol sang sopir angkot egois itu.

“Heehh, nanti kalo ditambah penumpang lagi kita turun yakk. Enak aja, emang kita apaan ditumpuk-tumpuk kek gini.”
“Yapp. Bener bangett. turun aja lah kalo gini” protes teman-temanku untuk menyinggung sang sopir.

Namun, tanpa kami sadari, ibu-ibu tadi mendengar apa yang sedang kami bicarakan dan membuat mereka tersinggung. Dengan nada marah, salah satu dari mereka berbicara pada temannya dengan nada marah.
“Bu.. besok jangan seangkot lagi sama mereka, anak kurang ajar. Pada nggak diajarin sopan santun apa sama orangtuanya.”
“Sopirnya aja nggak protes kok kalian protes” balas yang satunya.
“Sok banget. Anak siapa sih. Kaya anak pejabat aja”
“Iya kaya anak presiden aja.”
Selama perjalanan dua orang ibu-ibu itu ngomel sepanjang perjalanan dengan berbagai ocehannya. Kami mengira, mereka sedang datang bulan sehingga marah-marah terus.

Namun setelah beberapa hari dari kejadian itu, satu persatu dari kami mendapat kesialan. Entah merupakan sebuah kebetulan atau memang sudah ditakdirkan oleh sang ilahi. Kemarin, dua orang temanku ketinggalan angkot dan menunggu sampai sore. Buku pr-ku ketinggalan dan dihukum mengelilingi lapangan lima kali. Masih banyak masalah yang menimpa kami satu persatu. Dan yang paling parah, salah satu temanku keracunan obat nyamuk.

Semenjak kejadian itu, kami menjadi sadar betapa pentingnya menghargai dan menghormati orang lain. Apalagi orang yang lebih tua. Mungkin semua hal yang membuat kami sial merupakan karma yang diberikan tuhan agar kami sadar dan menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Cerpen Karangan: Aprilia Ani F
Facebook: Aprilia Ifa

Cerpen Kutukan Ibu Ibu Datang Bulan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kesabaran Yang Indah

Oleh:
“Aaaaaaa..” Sebuah teriakan memecahkan keheningan pagi di kelasku. Tak lain dan tak bukan adalah Sudar, seorang siswa yang selalu dijahili oleh siswa yang lain. Mungkin karena dia begitu patuh

About You

Oleh:
Oke, cinta memang tak pernah salah. Ia akan menentukan sendiri kemana muara yang ia tuju. Tapi bagaimana nasib cintaku? Salahkah aku bila mencintai cowok seperti ini. Agustus 2015 “Lagi

Jomblo Akut

Oleh:
Namaku Nina. Aku masih sekolah, dan sekolah tempat aku bersekolah adalah sekolah favorit di kotaku. Usiaku 16 tahun dan sekarang aku kelas 2 sma. Aku anak kedua, perempuan. Badanku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kutukan Ibu Ibu Datang Bulan”

  1. dinbel says:

    Walau singkat, tapi bermakna kerensssss. Gooods job deh untuk pengarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *