Mencari Judul

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Bahasa Daerah, Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 6 March 2017

“Tinong… tinong…” Notifier Eager, sebuah nada pesan baru BBM dari smartphone BlackBerry putih kesayangan saya.

Gerakan ujung pulpen itu terhenti tepat di atas kertas yang masih belum selesai saya tulis. Ingin saya meraih telepon genggam itu dan segera membaca isi pesan BBM tersebut. Tapi saya berpikir, mungkin cuma Broadcast atau orang iseng saja.

Sebetulnya sih, takut ‘memecah’ terawangan dan imajinasi saya, maklum lagi Belajar Nulis dan ingin malam ini netasin lagi tulisan-tulisan di kertas kusam saya. Mencoba untuk yakin, semoga saja imajinasi ini gak cepat ngilang begitu saja.

Saya taruh pulpen di sudut kertas, penasaran ingin membaca isi pesan BBM di HP yang kebetulan saya charge.
Sebuah pesan baru dari Vie Vy RK -nama yang terpampang di salah satu kontak BBM saya.
Seorang perempuan, teman kecil, berseragam Putih Biru “Vivi Amelia” di dada kanan seragamnya kurang lebih 15 tahun silam.

“alun lalok lai?” (bahasa padang), pesan singkat itu berlanjut dengan saya membalas “dak bisa lalok do, adoh yang Menghantui, padahal bisuak pagi adoh jadwal luar kota”.
Berfikir ia dengan kesimpulan di rumah yang saya tempati ada hantunya, apalagi cuman tinggal sendiri.
Kemudian dengan memberi penjelasan, kalau saya dihantui sama ‘pulpen dan kertas’, seiring dengan penjelasan itu masuk pesan baru balasan “selamat menulis”.
Saya berfikir, apa ia akan bertanya saya menulis apa, atau gak peduli sama sekali saya mau menulis apa?

“Kaki yang miliki tujuan, hati berkata akan”
… Hendak ia lalui, jalan itu berpihak menepis tujuan.
Merenung, sejenak ia berfikir apa harus kembali?
Untuk jemput semua yang pernah ia tapaki dalam perjalannya.
Namun, untuk menoleh saja ia rapuh.
Saat renungan itu, dari seberang terdengar teriakan.
Berbisik kepada hati, untuk mengejar teriakan itu.
Untuk apa renungi semua catatan yang ada?
Di seberang sudah menyediakan kertas putih dan alat tulisnya.
Tinggal ia mau menulis apa? meskipun ia menepis jalan kelam.
Ia punya mata untuk berjalan (hati) dan punya kaki untuk melihat (tujuan).
Hingga ia punya salam rindu untuk kembali bangkit, arti dari kehidupan. (a.Bst)

Sekedar tulisan tak jelas di atas yang saya kirimkan ke pesan BBMnya, dan entah dari mana juga tulisan itu saya coba tulis, mungkin terawangan dan imajinasi saya yang mewakili untuk isi kertas saya saat itu. Tak lama, handphone saya berdering tanda sebuah pesan baru masuk.

“…Ia punya mata untuk berjalan (hati) dan punya kaki untuk melihat (tujuan)”

Aneh saya melihat potongan tulisan ini, kenapa kembali lagi ke handphone putih saya.
Dengan sebuah pesan di bawahnya “tulisannya bagus, apalagi kalimat yang ini memiliki makna yang dalam… saya pakai buat status di wall FaceBook saya ya”.
Saya cuma sampaikan “pakai saja dan makasih kalau memang suka”
Ditemani sebatang r*kok tak lupa secangkir kopi panas, teringat kertas dan pulpen yang tadi sempat saya tinggal. Mungkin mereka merajuk di ujung pulpen, untuk kembali tumpah di kertasnya. Ingin rasanya saya kembali lanjuti tulisan itu, sejenak saya berpikir.
Ternyata untuk menulis kita perlu seseorang ‘penikmat dan pemerhati tulisan’, layaknya Vivi Amelia mendalami sebuah bait kalimat menjadi arti.
Hingga saya belum temui sebuah judul untuk tulisan ini, dan masih MENCARI JUDUL. Saya hanya menulis untuk dia di pesan BBM itu “good night, sampai ketemu DI KERTAS”.

Cerpen Karangan: Akang Basituo
Blog / Facebook: akangbasituo.blogspot.co.id / Akang Basituo
Orang Padang, Sumatera Barat
085263667733 / 2838aef8

Cerpen Mencari Judul merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Petualangan 24 Jam

Oleh:
Gue selalu dituntut sama orangtua gue agar bisa berdagang, alasannya sih simpel. Agar bisa meneruskan usaha keluarga yang sedang berjalan. Gue selalu diajari caranya berdagang dari A sampai Z.

Cinta di Dunia Maya

Oleh:
“Although we have never met… but you were able to make me comfortable… I guess I’m fall in love…” Begitu statusku di fb. Namaku Indah, aku adalah seorang gadis

Lilin Tertiup Angin

Oleh:
Sang surya mulai tenggelam di ufuk barat. Perlahan awan berarak menutupi kilaunya dan hembusan angin menambah lengkapnya suasana. Aku mulai mengenakan dress merah, high heels dan sedikit riasan di

2015 Dalam Kenangan Ku

Oleh:
“Yen…” Sapa seorang teman di pagi itu saat aku ingin menuju perpus. “Iya?” Jawabku singkat. “Buru-buru amat, mau ke perpus juga?” “Iya, ingin memperpanjang buku..” Jawabku agak ketus. “Sudah

SPK Depkes Makassar in Memorial

Oleh:
Gema suara adzan subuh seakan mengusik sang pemimpi yang tengah lelap dalam dekapan selimut di atas tilam yang tak pernah jenuh menahan beban yang tak pernah absen menemani tuan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *