Momen Liburan Keluarga dan Teman Yang Paling Berkesan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 24 February 2018

Saat liburan hari raya idul fitri kemarin saya tidak berlibur, saya hanya berdiam diri di rumah seperti layaknya Anak Rumahan, hehehe.
Kerjaan saya hanya makan, tidur, menonton tv, main hp dan sebagainya. Dengan suasana yang seperti itu tentunya bikin bosan bukan? Siapa kan yang nggak bosen dengan suasana yang seperti ituu? Sobat pasti nggak mau kan?
Dengan suasana seperti itu saya sangat bosen sekali, saya sering merenung sendiri entah apa yang dipikirkan, (Hmmmm apa ya?)

Saat saya lagi merenung tiba-tiba ada orang yang memukul pundakku dari belakang, aku terkejut,. Aku langsung menoleh ke belakang ternyata yang memukul pundakku adalah abangku. Abangku langsung bertanya kepadaku “kenapa kamu merenung dik? Apa yang kamu pikirkan?”
“Saya bosan bang dengan suasana yang seperti ini terus, hanya di rumah tak ada ngapa-ngapain hanya tidur makan aja”, kata saya.

“oh, karena itu dik, hmmm yang sabar ya dik, abang juga bosen dik dengan suasana yang seperti ini dik, oh iya dik abang kemaren ada rencana mau muncak minggu ini sama kawan abang, kamu mau ikut nggak dik mungkin dengan suasana yang berbeda di puncak nanti bisa membuatmu lebih semangat lagi”, kata abangku.
“Muncaaaaaak? Mau bang mau, muncak ke mana bang?”, kata saya.
“Iya dik rencananya kami minggu depan mau muncak Gunung Dempo, dan kami rencana berangkatnya jam 5 subuh sanggup nggak kamu bangun jam segitu dik..?”, kata abangku.

“Hmmm, Abang kayaknya ketinggalan berita ya hehehhe, jam segitu doang maaaah kecil bang, pasti bangun aku bang, hmmm tapi sholat subuh dulu bang baru kita berangkat nanti supaya berkah bang”, kata saya.
“Hahahha, Ok dik kalau gitu, minggu depan kita berangkat dan persiapkanlah barang-barang yang mau dibawa nanti”, kata bangku.

Setelah saya mendenger cerita dari abangku rencana untuk berlibur tadi, semangat saya mulai bangkit lagi, seperti matahari di pagi hari yang mulai menyinari bumi, heheheh.

Hari pun semakin berlalu aku sudah tidak sabar lagi menunggu hari liburan pun tiba. Jumlah yang mau berangkat ke sana ada 6 orang aku, abangku, kawan abangku 3 dan satunya keponakanku. Tepat 1 hari sebelum keberangkatan kami menyiapkan barang-barang yang mau dibawa nantinya. Setelah barang-barang sudah kami siapkan semua, kami pun beristirahat.

Keesokan harinya tepatnya pukul 04:30 kami semua bangun pagi, kami bergegas sarapan, mandi dan juga sholat subuh. Setelah selesai sholat subuh tepatnya pukul 05:30 aku dan abangku minta izin sama ibuku untuk pergi liburan. Setelah itu kami langsung berangkat menuju Gunung Dempo.

Saat di perjalanan menuju kesana kami terkena hujan beberapa kali dan kami banyak menghabiskan waktu karena menunggu hujannya berhenti terlebih dahulu baru melanjutkan perjalanan.

Tepat pukul 16:05 kami sampai di kaki Gunung Dempo, untuk naik ke sana ada dua jalur yaitu jalur dari Kampung IV dan dari Tugu Rimau. Di sini kami memilih jalur dari kampung IV karena lebih dekat dan juga tidak ditutup saat itu.

Setelah kami sampai di Kampung IV kami beristirahat sejenak dan sholat. Di sini tempat terakhir untuk bisa menggunakan kenadaraan karena di sini adalah tempat untuk memulai naik ke atas Gunung. Setelah itu kami mau melanjutkan perjalanan menuju ke atas dan kami bertanya kepada salah seorang penjaga di sana.
“Pak kami mau naik ke atas itu masih bisa nggak kalau sekarang”, kata abangku.
“sebenarnya bisa saja dik kalian mau naik ke atas jam berapa saja, tapi sekarang di atas itu hujan dan licin mana suhunya di sana sampai 5 derajat, menurut bapak kalian besok saja muncaknya karena terlalu berbahaya kalau mau naik sekarang ke sana”, kata penjaganya.
“oh, gitu ya pak, wahh itu berbahaya kali buat kami bisa-bisa beku juga kami di atas, terimakasih pak informasinya”, kata abangku.

Setelah mendengar informasi itu kami memutuskan untuk tidak naik dan kami memutuskan untuk pindah ke tempat yaitu ke Bukit Besak. Setelah ada rencana ke 2 akhirnya kami langsung memutar arah dan pergi ke sana.

Kami sampai di sana pada pukul 21:45 dan kami langsung naik ke atas tanpa ada rasa takut. Waktu untuk naik ke sana sekitar 1 jam lebih tapi tidak ada masalah mau sampai jam berapa sampai ke atas yang penting sampai ke atas dengan selamat.

Tepat pukul 23:15 kami sampai ke atas ternyata di atas banyak sekali orang yang berkemah juga. Sampai di sana kami langsung mendirikan tenda, setelah mendirikan tenda kami pun makan terus beristirahat.

Keesokan harinya kami pun terbangun karena suara orang-orang yang begitu ramai sambil melihat indahnya Sunrise, kami pun melihat ke arah yang ada sunrisenya ternyata sunrisenya sangat indah sobat. Suasana inilah sobat yang kami tunggu-tunggu dan kami langsung mengambil kamera untuk mendokumentasikan suasana yang indah ini.

Sehabis dari foto-foto kami pun makan dan bersiap-siap untuk pulang. Setelah semuanya selesai kami melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah. Di tengah perjalanan banyak hal yang bisa kami dapat dari kebersamaan, saling membantu satu sama lain dan yang terpenting ialah kompak dalam menghadapin semua rintangan.

Sesampai di rumah ada yang langsung mandi ada yang beristirahat dan langsung tertidur, ada yang sakit semua badan pokoknya lengkap dehh, hehehhe. Tapi dengan hal yang kayak gitu kami nggak ada ngomong nggak mau muncak lagi malahan kepengen muncak sama-sama lagi.

Cerpen Karangan: Darmawan Saputra
Blog: darmawangml97.blogspot.co.id

nama: Darmawan Saputra
tempat tanggal lahir: Gunung megang, 21-11-1997
alamat: Gunung Megang Luar
Phone: 081377672956

Cerpen Momen Liburan Keluarga dan Teman Yang Paling Berkesan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Siapa Dikau

Oleh:
Aku memutuskan untuk menjadi seorang mahasiswa sembari bekerja di kampus tercinta. Bukan hal yang sulit untuk kulakukan, beraksi dan istiqomah untuk menembus angkasa Tuhan yang begitu terjal untuk kulewati

Aku Dan Kakak Berpipi Tembem

Oleh:
Udara sejuk menerpa wajahku, pagi ini begitu dingin setelah semalaman disiram air hujan. Aku berjalan setapak demi setapak menapakkan kakiku di tengah rel kereta api menuju tempat biasa aku

Cinta Terhalang Pagar Gereja

Oleh:
Cinta.. tak mengenal kata siapa, kapan, dan di mana. Kita tidak bisa menyalahkan perasaan yang hadir dalam hati. Jika benar cinta tak selalu harus memiliki, maka bukankah akan ada

Cinta di LDR

Oleh:
Minggu 16 Februari 2014. Hari dimana gue libur kerja. Sebelumnya nama gue Daffa, gue bekerja sebagai IT Support di suatu perusahaan abrasive dan gue juga mahasiswa S1 TI di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *