Overthinking

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 21 July 2021

23.26 wib…
Masa ada sih anak muda yang tidak overthinking? Kalau ada, coba perkenalkan orangnya. Aku mau minta tips. Meskipun aku tahu itu tidak akan berguna, karena aku akan tetap dengan nekad memikirkan apa saja. Ya, aku memang keras kepala.

Overthinking seringnya muncul ketika kita tidak sedang melakukan apa-apa, dan menghilang begitu saja ketika kita sibuk bekerja. Aku jadi bertanya-tanya, apakah overthinking termasuk pekerjaan yang harus diselesaikan agar kita bisa tidur nyenyak? Atau overthinking ada untuk memberikan kita pekerjaan tambahan di waktu luang? Karena overthinking ini seperti menciptakan masalah untuk diselesaikan sendiri, menghadirkan apa yang sebenarnya tidak ada, mencemaskan apa yang belum tentu terjadi. Tapi bagusnya, overthinking bisa membuat kita menjadi lebih berhati-hati dan menyiapkan rencana antisipasi. Tapi yang kedua, overthinking ini juga bisa menjadi begitu kejam jika berlebihan. Seringkali, itu membuatku tetap terjaga di jam dua malam. Hantu di sudut kamarpun sampai lelah menunggu untuk menakutiku dalam mimpi. Karena kalau masih terjaga dan overthink begini, tentu saja apa yang kupikirkan lebih menakutkan ketimbang “hihihi”nya dari atas lemari. Hih! siapa yang mau peduli ketika aku sedang sibuk memikirkan “kenapa orang-orang suka mie?”

Aku pernah membaca, entah dimana tepatnya aku lupa, bahwa “an overthinker must date a great communicator (seorang overthinker harus menemukan seorang komunikator yang hebat sebagai teman)”. Apakah itu berarti semua keresahan si overthinker perlu dibicarakan kepada si ‘great communicator’ ini? Dan apa yang harus dilakukan oleh si great communicator? Memberikan advise? Menunjukkan wisdom? Masalahnya, great communicator bisa jadi hanya pintar bicara saja, ia lebih cocok dengan seorang introvert menurutku. Karena dia bisa membantu si introvert supaya tidak perlu kesulitan mencari topik pembicaraan dan bisa menyelamatkan si introvert dari situasi awkward (yang mana sebenarnya hanya situasi biasa yang tidak bisa mereka kendalikan, dan membuat mereka saat itu juga ingin terhisap ke tanah dibawah kakinya, atau menenggelamkan diri kedalam cangkir kopi dihadapannya).
Tapi an overthinker? Mereka butuh solusi dan teman untuk diajak berdiskusi. Meskipun sebenarnya dalam overthinkingnya pun mereka mencari (atau bahkan sudah menemukan) solusi. Atau sekedar pendengar yang baik, mungkin cukup. Soalnya pikiran berat itu kalau dipendam sendiri bisa bikin stress tak terkendali. Tapi dari yang kualami, overthinker paling berhasil dengan orang yang memiliki pikiran yang kritis dan analitis. Mereka bisa berdiskusi bersama untuk memecahkan permasalahan. Tapi ya itu beda-beda lagi tergantung sisi lain si overthinker. Dengan si kritis, si overthinker harus bisa menyampaikan keresahannya dengan jelas dan tepat sasaran.

Pokoknya kalau bahas overthinking, tidak akan ada habisnya. Solusinya juga tidak pasti. Overthinking wajar untuk dialami selama masih dalam batasan. Batasannya juga kita sendiri yang mengetahui. Ketika kita merasa sudah tidak sanggup memikirkannya lagi tapi otak tetap tidak mau berhenti, lebih baik segera temukan seseorang untuk diajak bicara. Jangan pernah menahan semuanya sendirian, bisa gila, serius!

Sakit pikiran berdampak pada kesehatan dan kinerja fisik juga. Akui saja ketika kita overthinking hingga tidak bisa tidur sampai jam empat pagi, kemudian harus bekerja jam delapan, maka fokus kita akan berkurang. Tenaga juga tidak prima, badan sakit semua. Pokoknya hawanya gak bersemangat atau kita jadi sensitif. Kadang disertai pusing yang cukup bikin emosi. Membuatku ingin menarik lepas kepala sendiri. Tapi sayang sekali, kepala manusia tidak seperti kepala charger yang portabel.

Sakit pikiran ini lebih berbahaya dari sakit fisik gak sih? Sekalipun itu gagal fungsi hati, atau kanker. Sebab begini, jika organ seseorang diserang penyakit kemudian orang itu tidak bisa diselamatkan, dia benar-benar “mati” secara harfiah. Ya tubuhnya, ya jiwanya. Tapi orang yang sakit pikiran sampai parah, dia bahkan hidup tanpa arah tujuan. Terkadang sampai memiliki kecenderungan menyakiti diri sendiri. Tidak sedikit juga yang melakukan percobaan bunuh diri, bukan sekali dua kali lagi. Hidup tanpa ketenangan adalah hidup yang paling menyakitkan untuk dijalani. Bukankah mengerikan sekali? Dokter sering bilang, “hati yang gembira adalah obat paling mujarab”. Kalau ada orang sakit fisik, pikiran tidak boleh stress karena akan memperparah keadaan pasien. Sedangkan kalau orang sakit pikiran, memang otomatis imun tubuhnya juga akan melemah.

Dan tanpa sadar, paragraf yang kutulis sebelum ini adalah apa yang ku “overthinkingkan” saat menulis cerita tentang overthinking itu sendiri. Ada overthinking di dalam overthinking. Jika aku tetap terus menulis, ini tidak akan habis. Jadi aku harus memaksakan diri untuk berhenti.

Cerpen Karangan: Wuri Wijaya Ningrum
Wuri W Ningrum – Menulis untuk meredakan overthinking, malah tulisan itu sendiri memunculkan overthinking.

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 21 Juli 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Overthinking merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Pertama

Oleh:
Seperti biasa hari senin merupakan hari tersial bagiku kamar seketika berubah menjadi kapal pecah. mencari kaus kaki dan dasi yang tiba tiba hilang entah kemana. Aku berlari menuruni anak

Goresan Tinta Cinta Untuk Mama

Oleh:
Dalam coretan tinta, yang kutuliskan di atas kertas putih ini, aku menuliskannya dengan perasaan cinta yang senantiasa menjelma di dalam hari-hariku. Coretan tinta ini, berisikan tentang sebuah perasaan cinta

Karena Sabar Dan Ikhlas Tanpa Batas

Oleh:
Diibaratkan seperti kata yang tak dapat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Dan seperti isyarat yang tak sempat diungkapkan awan kepada hujan. Kata yang sangat sederhana namun bermakna.

Senja dan Cerita

Oleh:
Sore, senja mulai memperlihatkan keindahannya. Di sebuah bangku panjang di tepi pantai, di bawah pohon besar yang tidak pernah bosan menggugurkan daunnya, sembari kau bertanya “Apakah cinta datang disaat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Overthinking”

  1. chitoz says:

    malam kak apa ceritanya boleh aku jadiin bahan podcast sekolah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *