Roti Bakar Rasa Cokelat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Remaja, Cerpen Slice Of Life
Lolos moderasi pada: 25 July 2020

Siang ini kelas XI – Mipa 4 ramai sekali, kelasku itu hampir mirip dengan pasar ikan jika guru mata pelajaran berhalangan masuk. Seperti saat ini, pelajaran matematika sedang kosong, bisa dilihat di setiap sudut kelas ada saja segerombolan siswa siswi yang asik sendiri.

“Ra, ke kantin yuk. Mumpung jam kosong nih.” Seorang temanku, Lia, mengajakku mengisi perut di kantin.
“Ayo.” Dengan senang hati Aku mengikutinya ke kantin sekolah.

Di jam-jam seperti ini kantin cenderung sepi, karena semua kelas masih KBM*. Aku berencana membeli roti bakar dan air mineral saja, kalau Lia, dia ingin membeli nasi kuning dan susu cokelat.

“Bu, beli nasi kuning satu sama susu coklat satu.” Ujar Lia memesan pada Ibu kantin sesampainya kami di sana. Seraya Lia memesan, Aku mengambil air mineral yang berada di rak sebelah kanan meja jualan Ibu kantin.

“Ra, udah belum?” tanya Lia dengan menenteng pesanan miliknya.
“Sebentar, Aku mau ambil roti bakar di sana.” Jawabku dengan menunjuk tempat roti bakar berada.

Berbeda dengan letak air mineral, letak roti bakar berada di rak sebelah kiri meja Ibu kantin. Kulangkahkan kakiku ke sisi meja sebelah kiri, di rak hanya tertinggal satu roti bakar dan kebetulan roti bakar itu rasa cokelat, my favorite.
Kuayunkan tanganku untuk mengambilnya, namun hanya satu sisi saja yang berhasil dicapai tanganku. Di sisi yang satunya ada sebuah tangan berbeda yang menarik roti bakar itu.

“Hei!, ini roti bakar milikku. Aku dulu yang memegangnya.” Ujarku protes, Dia adalah siswa laki laki yang sepertinya juga kelas XI.
“Aku juga memegangnya dulu. Sebaiknya kau saja yang mengalah.”
“Tidak mau.”

Karena menunggu terlalu lama, Lia menegururku. Kutolehkan kepalaku menghadap Lia, tiba tiba Dia menarik paksa Roti bakar itu dari peganganku. Karena tidak fokus, roti bakar rasa coklat itu jatuh ke tangannya.

“KAU.” Teriakku kaget.
“Maaf, aku yang mendapatkan roti bakar ini. Sampai jumpa.” Ujar Dia dengan senyuman mengejek, tanpa menunggu terlalu lama Dia segera membayar roti bakar rasa coklat kesukaanku itu kemudian melenggang pergi dari kantin.

“Ra, kok lama sih?. Aku nunggu dari tadi di depan kantin loh.” Tanya Lia yang menghampiriku.
“Maaf ya Li, Ayo balik ke kelas.” Ajakku, dengan berat hati aku mengikhlaskan Roti bakar rasa coklat itu untuk siswa laki laki yang sombong dan menyebalkan itu.

“Katanya beli Roti bakar Ra, kok kamu Cuma bawa air doang. Gak jadi beli?”
“Nggak, roti bakarnya udah diambil setan!” jawabku emosi.

END

Cerpen Karangan: Putiara
Blog: pustakakataindonesia.blogspot.co.id

Cerpen Roti Bakar Rasa Cokelat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Empat Kata Terindah (Part 2)

Oleh:
Hari ini adalah pengumumam hasil casting. Karena Bu Natasya sedang sibuk dengan cafenya, beliau meminta Naura untuk menemani Anisa. Lagi pula hari ini tak ada jadwal syuting untuk Naura.

Cinta Berawal Dari Roti Kacang

Oleh:
Pada hari ini yakni hari Rabu, aku menunggu teman-temanku yang akan kerja kelompok di rumahku. Di hari ini kerja kelompoknya adalah memasak kue. Ya sejenis kue kering lah yaitu

Semua Tentang Kita (Part 1)

Oleh:
Erma, Fikri dan Feny sedang asik menikmati makanannya di kantin. Namun kenikmatan itu berakhir ketika seisi kantin yang mayoritas perempuan teriak histeris. “Woy, apaan sih?” Erma menggebrak meja karena

Aku Berbeda Dengannya

Oleh:
“Reza, aku minta kita PUTUS!” ucapan raisa yang sangat pedas membuat hati Reza hancur. Raisa berdiri dari kursi dan hendak pergi. “TUNGGU?” potong reza. “Why?” singkat raisa “kenapa? Saat

Terbawa Hembusan Angin

Oleh:
Di sudut kamar kududuk termenung, menatap indahnya langit malam ditemanin pancaran cahaya bulan yang hangat. “Akankah sang pujaan hati menghampiriku, akankah sang pangeran cinta itu ada. Hmmmm” aku berdetak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *