Semua Berlalu Begitu Cepat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 31 December 2016

Semuanya berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin aku berangkat sekolah di pagi hari, bertemu dengan gadis belia asal palembang yang mengawali cinta pertamaku di putih abu abu. Rasanya baru kemarin aku menggandengnya, membagi sedikit waktuku untuknya, menemaninya berlatih drama untuk acara pentas seni perpisahan kakak kelas. Aku pun putus dengannya karena sahabat yang menikungku dari belakang. Membuka hati yang baru, kembali bertemu dengan gadis manja, pesek yang nama keluarganya berakhiran AF. Waktu itu aku ajak dia ke suatu ruangan, aku pegang tangannya dan aku tembak layaknya laki laki gantlemen. Yang pada saat itu guru bimbingan konselingpun melihat tanpa sepengetahuanku. Tak lama kemudian putus. Hmmm, waktu berlalu begitu cepat…

Rasanya baru kemarin aku PKL (prakerin) di Tataan Bernung Pesawaran Lampung Selatan 3 bulan aku tinggal di rumah saudaraku, memasuki bulan puasa kami pun mengadakan acara buka bersama alumni SMPku di salah satu mall di lampung. Berkumpul dengan teman teman lamaku yang akhirnya akrab dan jadian dengan wanita cerdas, bermasa depan cerah, baik dan sedikit jutek yang dulu sering aku panggil Bintang Kecil. Kami pun putus kembali karena jarak dan waktu. Seakan waktu berlalu begitu cepat, seolah seperti satu kedipan mata saja.

Rasanya baru kemarin aku bertemu dengan orang orang dari berbagai suku dalam satu ruang lingkup Sekolah Menengah Kejuruan. Hari demi hari aku habiskan bersama mereka selama 3 tahun. Kebersamaan, kekompakan, badung, dihukum di tengah lapangan hormat di tiang bendera, jalan bebek keliling lapangan upacara yang kami lakukan tanpa rasa malu sedikitpun karena memang kami sadar, kelas otomotif kamilah yang dulu susah diatur.

Rasanya baru kemarin setelah masa masa panjang Ujian kelulusan itu selesai kita karaokean bersama guru guru. Tepat 15 mei 2015 aku pun lulus bersama teman teman seperjuangan badungku. Waktu itu saat pengumuman kelulusan aku yang kebetulan dapat jatah duduk paling belakang diumumkan bahwa dari satu kelas nilai ujian bahasa inggrisku yang paling besar dari yang lainnya. Serentak mereka menoleh ke belakang dan memberiku tepuk tangan. Aku sangat bangga, karena dari hasil kerja kerasku ada hasil yang aku capai. Setelah pengumuman selesai kami semua kumpul di base camp rumah teman saya aji untuk coret coret.

Kami pun konvoi yang pada waktu itu dikawal sama polisi, mereka bilang “Kalian boleh konvoi asal jangan ugal ugalan.” Kita semua kumpul di daerah natar lampung selatan yang memang semua anak anak semua sekolah senatar kumpul disana untuk konvoi bersama ke pantai. Hari itu semua bahagia tanpa ada sedikitpun rasa kecewa.

Rasanya waktu berlalu begitu cepat… Sekarang aku dipertemukan oleh Allah perempuan istimewa asal jambon. Dialah yang memberiku semangat bekerja di jakarta ini, dan aku bangga memilikinya. Namanya Wullan yang sering aku panggil Momok. 3 tahun sudah semuanya berlalu, terima kasih mantan mantanku yang udah mengajariku banyak hal tentang hidup dan pendewasaan diri. Dan sahabat sahabat otomotifku yang mengajariku lebih dari sekedar keluarga.

Semua berlalu begitu cepat.

Cerpen Karangan: Anggi Setiawan
Facebook: Albar Alfariski
Seorang aktivis lingkungan yg ingin menjejaki berbagai hal.
Jika ingin mengenalku lebih jauh lagi WA/Pin bbm: 082281844937 / 5974db83

Cerpen Semua Berlalu Begitu Cepat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Tinggal Kenangan Saat SMA

Oleh:
Cerita ini berawal saat saya masuk SMA tepatnya kelas sepuluh semua berawal saat seseorang pelajar perempun pindah sekolah dari pandeglang ke tangerang ya kira-kira akhir pelajaran semester lah, tapi

Apatah Arti Namaku?

Oleh:
Dua puluh tiga tahun yang lalu menjadi momen bahagia bagi kedua orangtuaku. Keduanya melakukan beberapa tradisi kehamilan dalam adat Jawa seperti tujuh bulanan atau yang sering disebut “Tingkeban/mitoni”. Tingkeban/mitoni

4 April

Oleh:
Mukaku buruk? Emang, terus kenapa? Telingaku budek? Emang terus kenapa? Kalau dihitung-hitung aku emang punya seribu, sejuta, bahkan miliaran kekuranganku yang mungkin aku sendiri gak sadar atas semua kekuranganku.

Kepercayaan

Oleh:
Namaku Nela, seorang mahasiswi semester 4. Kurang lebih satu tahun belakangan ini aku menjalani hari-hariku seorang diri, tanpa adanya orang yang begitu spesial. Aku bahagia dan tidak merasa kesepian

Potret Jalanan

Oleh:
Setelah aku menyelesaikan Sekolah Menengah Atas atau yang lebih sering disebut SMA di kampungku, aku memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di luar pulau. Namun karena

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *